Malam harinya, ponsel di atas meja bergetar, layarnya menyala menampilkan nomor telepon Hadyan.Begitu kuangkat, dia tanpa basa-basi langsung membentak, "Kak, Kak Arunika bilang Kakak nyuruh kami jangan ganggu Kakak lagi nanti-nanti, maksud Kakak apa sih?""Ayah sama ibu kangen sama Kakak, masa Kakak nggak mau pulang ke rumah sama sekali?""Sekarang ayah sama ibu di rumah udah tua, Kakak malah sembunyi jauh-jauh, Kakak ini masih bagian dari keluarga apa nggak sih?"Aku menggenggam ponsel, berjalan mendekati jendela.Di bawah gedung, daun-daun pohon kenari berguguran memenuhi tanah."Hadyan."Aku memanggil namanya."Waktu aku kuliah, uang sakuku cuma 1 juta sebulan, sedangkan kamu waktu itu beli sepatu aja harganya sampai jutaan.""Kamu mencuri uangku buat beli kaset gim, ayah sama ibu bela kamu, bilang kamu masih kecil.""Semua kejadian ini, kamu udah lupa?"Dia tersedak, butuh beberapa saat sebelum akhirnya bergumam, "Itu ... itu 'kan kejadian dulu.""Ayah sama ibu sekarang udah tua,
อ่านเพิ่มเติม