Setelah memelukku dalam waktu yang lama, barulah pria itu melepaskanku.Dia mengangkat tangan dan menyingkap kerudung merah yang menutupi wajahku.Badai salju menerobos masuk ke dalam kereta, sehingga membuat bulu mataku sedikit gemetar.Namun, pria itu hanya menatap wajahku tanpa mengatakan sepatah kata pun. Galang pun melangkah maju dan berkata dengan nada dingin,"Yang Mulia, kita harus menjaga batasan antara pria dan wanita.""Yang Mulia masih belum memasuki Kerajaan Arkapura, jadi tindakan ini tidak sesuai tata krama."Pria itu malah menoleh dan melihatnya."Aku sedang menyambut calon istriku. Sang Pangeran Bupati ingin mengajariku tata krama, ya?”Ekspresi Galang mendadak muram."Dia adalah Putri Agung Kerajaan Tarkapura.""Aku tahu,"jawab pria itu dengan nada acuh tak acuh.Pria itu kembali melihatku lagi, lalu menggenggam tanganku yang terluka akibat pukulan penggaris kayu.Kehangatan telapak tangannya membuat mataku seketika berkaca-kaca.Delapan tahun lalu, perang berkecamu
Read more