Menjelang siang, Freya sudah berdiri di tengah studio FK Atelier dengan secangkir kopi yang tak disentuh.Ia hanya tidur dua jam. Setiap kali memejamkan mata, potongan-potongan malam di hotel itu kembali muncul , telapak tangan di pinggangnya, suara pria itu.. menyuruhnya bernapas, dan tubuhnya sendiri yang menggigil hebat.Namun tak satupun cukup lengkap untuk memberi jawaban.“Siang, Mbak Freya.”Siska menghampiri sambil membawa jadwal produksi. “Mbak, terkait keberlanjutan projek. Tim fotografer sudah mulai menyiapkan set per hari ini ya, Mbak.” Freya menatap asistennya. “Kenapa kamu tidak bilang kalau tim ini yang menangani?”Freya menghela napas panjang, berusaha meredam emosi yang mendesak dadanya. “Kenapa bisa langsung assign tanpa konfirmasi lanjutan? Memangnya kamu gak cek dulu tim itu backgroundnya, Siska?” potong Freya tajam, matanya menatap lurus penuh tuntutan.Siska mengerjap. “Saya... saya pikir agensinya besar, Mbak. Kebetulan portofolionya juga sesuai banget sama
Last Updated : 2026-09-09 Read more