Sensasi panas di ruang penyimpanan kecil itu kian pekat, memangkas habis oksigen dan akal sehat yang tersisa di kepala Freya.Hembusan napas Nathan yang memburu di ceruk lehernya, dekapan lengan kekarnya yang memeluk pinggangnya rapat, hingga aroma cendana dan citrus yang memabukkan, semuanya menyatu, melemparkan kesadaran Freya ke batas jurang keputusasaan."Napasmu berantakan, Freya," bisik Nathan serak, tepat di atas bibirnya yang merah merekah.Nathan tak lagi menahan diri. Jemari panjangnya yang tegas merayap naik dari pinggang Freya, menyusup ke balik blusnya yang terbuat dari kain sutra halus.Ibu jarinya mengusap pinggul Freya yang bergetar, mengirimkan sengatan listrik yang membuat Freya membusungkan dadanya refleks.Desahan halus keluar dari tenggorokan Freya, membentur pendengaran Nathan dan membakar habis sisa rasionalitas yang pria itu miliki."Bersiaplah untuk menyambutku, Freya,” bisik Nathan lagi.Nathan lantas menunduk dan meraup kembali bibir Freya dengan lumatan yan
Last Updated : 2026-09-12 Read more