Setelah menunggu cukup lama, pihak kepolisian yang dihubungi oleh sopir taksi akhirnya tiba. Jovan menjelaskan situasinya secara rinci dan meminta interogasi lebih lanjut sampai dua penculik itu mengatakan siapa orang yang sudah menyuruh mereka menculik Maura.Setelah semuanya selesai, Jovan dan Maura pergi dari tempat itu dengan sopir taksi yang tadi mengantar Jovan.“Kita harus ke rumah sakit sebelum pulang ke rumah,” kata Jovan membukakan pintu mobil untuk Maura.“Benar. Tubuhmu luka-luka. Perlu dirawat.” Maura menyetujui hal itu.“Bukan saya, tapi Ibu.” Jovan langsung menutup pintu mobil dan berjalan memutar untuk masuk lewat pintu satunya.Maura mengerutkan dahi kebingungan. Mobil mulai berjalan meninggalkan kawasan terbengkalai itu, Maura menyerongkan tubuhnya untuk menatap Jovan lebih baik.“Jelas-jelas kamu yang luka di sana-sini, kenapa saya?”“Lihat ini.” Jovan mengulurkan satu tangannya untuk menyentuh pipi Maura yang agak memar. Maura sedikit meringis saat Jovan mengusapi
Última actualización : 2026-10-29 Leer más