Saat Karin tiba di sebuah kos-kosan yang alamatnya diberikan oleh ibu Jovan, Karin tersenyum mendapati bahwa pria yang dicari-cari olehnya ada di sana. Jauh di ujung sana, di depan sebuah gerbang kos-kosan, Jovan berdiri dengan pakaian formal yang sudah menyisakan baju yang lengannya digulung sebatas siku. Jam segini, Jovan sepertinya baru pulang kerja. Pria itu memegang sebuah bungkusan yang baru diterimanya dari sopir ojek online. Karin memperhatikan sebentar, kemudian bergidik jijik. Pemukiman itu padat. Jalanannya sempit, bahkan tidak muat kalau ada dua mobil berpapasan dari dua arah berbeda. Lebih parahnya, Karin kira Jovan tinggal di sebuah apartemen elit, ternyata tidak. Kos-kosan itu tiga lantai berbentuk huruf ‘U’. Jarak dari satu pintu ke pintu lainnya juga cukup dekat. Karin bisa menduga betapa sempit dan tidak nyamannya tempat itu. Sungguh mengejutkan karena Jovan bisa tinggal di tempat kumuh nan sempit seperti itu. Setelah mengumpulkan keberanian dan berusaha mengusir
最終更新日 : 2026-09-14 続きを読む