“Luna, Ibu bilang kan kamu nggak usah repot ikut-ikut masak. Itu ada Mbak banyak loh di belakang,” kata Sekar saat mengetahui Luna berada di dapur dan ikut memasak bersama para asisten rumah tangga. “Gapapa, Bu. Saya tuh suka banget masak. Dulu waktu Ibu saya masih hidup, saya juga suka bantuin Ibu masak,” balas Luna sambil tersenyum pedih teringat sang ibu. Tiba-tiba salah satu asisten rumah tangga ikut menyahut. “Udah kita larang juga, Bu. Tapi, susah dibilanginnya, jadi saya biarin aja.” Sekar menghela napas. “Kamu ini memang rajin sekali, Lun. Persis seperti Hilda.” Luna tersenyum. Ia memang suka sekali memasak, sejak kecil ia sudah sering membantu ibunya memasak di dapur. Sekarang meskipun sang ibu telah tiada, Luna tidak boleh berhenti memasak. Apalagi sekarang Luna hidup menumpang di rumah orang, setidaknya Luna harus membalas perbuatan baik itu. “Yaudah, Ibu nggak akan melarang kamu memasak lagi, tapi kamu nggak boleh sampai kecapekan ya?” “Baik, Bu.” Sekar mem
Last Updated : 2026-09-18 Read more