“Mulai sekarang rumah ini akan menjadi rumahmu, Luna.”Luna hanya diam tanpa ekspresi. Wajahnya terlihat pucat, matanya masih sembab dengan lingkaran menghitam yang mengelilinginya. Belum lama ini kedua orang tua Luna meninggal dunia. Sebuah truk mengalami rem blong dan menabrak rumah kontrakan yang ditinggalinya. Kedua orang tuanya yang sedang berjaga warung di depan rumah tewas di tempat. Beruntung saat itu Luna sedang di kampus sehingga nyawanya tidak ikut melayang.Kedua orang tuanya anak tunggal dan yatim piatu, membuat Luna tidak punya wali.Namun, tampaknya Luna masih dikasihi. Begitu Luna selesai mengurus pemakaman orang tuanya, Bu Sekar, sahabat sang ibu, menawarkan Luna untuk tinggal bersamanya. Bahkan bersedia mengangkat Luna sebagai putrinya.Karenanya, di sinilah dia sekarang.“Ayo, sini masuk, Luna! Jangan sungkan! Anggap aja ini rumahmu sendiri,” ujar Sekar dengan nada lembut keibuan.Luna melangkah masuk ke dalam rumah Bu Sekar dengan ragu. Rumah itu bergaya arsitek
Last Updated : 2026-09-17 Read more