Di ruang tunggu keberangkatan, layar ponselku menyala. Nama ibuku muncul di layar.Setelah aku mengangkatnya, rentetan teriakan langsung meledak dari seberang sana."Fiona, dasar anak nggak tahu berterima kasih! Program peradilan pidana yang diikuti saudaramu membuatnya dikenai masa percobaan disipliner! Kekacauan yang kamu timbulkan sudah viral di internet! Kamu menghancurkan saudaramu sendiri. Sekarang kamu puas?!"Kemudian, terdengar suara keributan dari seberang sana."Ibu, hentikan ...." Suara Kyle terdengar melalui telepon, berat oleh kelelahan, tanpa sedikit pun sisa sikap angkuh yang dulu selalu dia tunjukkan."Aku sendiri yang menyebabkan semua ini. Aku nggak bisa menyalahkan siapa pun. Fiona, maafkan aku."Sambungan telepon pun terputus.Aku bersandar di kursi ruang tunggu keberangkatan, menatap dalam diam liontin yang sudah diperbaiki di tanganku.'Nek, setelah Nenek pergi, mereka semakin nggak menyayangiku.'Aku membuka daftar kontak, memblokir semua nomor dari keluarga itu
Baca selengkapnya