Sinar fajar keemasan memang telah menyinari pelataran punden yang runtuh, namun keheningan pagi di Hutan Bambu Hitam Kembar tidak membawa kedamaian. Bau hanyir darah busuk dan belerang terbakar justru makin pekat mengendap di udara lembap, menegaskan bahwa akar gaib kutukan Jumat Kliwon tidak sirna begitu saja dalam hitungan semalam.Amel perlahan menarik Kujang Pasupati dari himpitan tanah keramat yang merapat kembali dengan sendirinya. Saat mata bilah pusaka itu terangkat ke udara, serpihan abu hitam pekat menempel erat di permukaannya, memancarkan getaran panas yang membuat seluruh lengan kanan Amel membiru kaku."Kutukan ini terlalu dalam meresap ke dalam bumi Lebakwangi, Mel..." bisik Mak Inah dengan raut wajah keriput yang diliputi ketakutan mendalam.Wanita tua itu memandangi ratusan batang bambu hitam di sekeliling mereka yang tidak lagi tegak, melainkan melengkung patah secara tak alami bagaikan jemari raksasa yang siap mencengkeram.Amel membungkus kem
Last Updated : 2026-10-21 Read more