Akal sehat sempat memegang kendali, tapi belum sempat aku melawan, tangan besar yang kekar itu sudah meraba naik.Panas dan membara, sentuhan kasarnya membuat seluruh tubuhku merinding. Harus kuakui, hanya dengan sekali sentuhan itu, penyakitku kumat lagi, seluruh tubuhku terasa panas membara.Tapi, dia benar-benar terlalu nekat, apa dia tidak takut ketahuan orang lain?Ini 'kan pelecehan terang-terangan.Seluruh tubuhku tegang, kulitku terasa panas seperti masuk ke dalam kuali minyak.Tonny mungkin merasakan perubahanku, nafasnya menjadi makin memburu dan kasar, cengkeraman tangannya pun makin tidak berjarak dan tanpa ragu.Tenggorokanku kering, otakku menjadi linglung, tidak tahu harus bagaimana, apa dia jangan-jangan sudah tahu dari tadi kalau aku terbangun.Tepat saat itu, ponselku bergetar, aku lupa lalu refleks malah membuka mata.Tatapan kami beradu, udara seketika terasa membeku.Setelah terdiam sesaat, Tonny mengancam dengan nada jahat, "Nurut dikit sama aku, angkat teleponnya
Magbasa pa