LOGIN
"Sayang, coba kamu lihat ini apa?"Ternyata bajingan ini menyimpan banyak cadangan file di cloud dan drive. Aku menangis tanpa daya, apakah masa depanku benar-benar harus terus di bawah ancamannya?Aku benar-benar menyesal, kenapa hari itu di dalam bus aku tidak bisa menahan diri, hingga akhirnya berbuntut masalah sepanjang ini.Demi reputasi dan masa depanku, aku hanya bisa menuruti kemauannya.Hari-hari berikutnya aku harus siap kapan pun dipanggil, benar-benar jatuh menjadi alat pelampiasan nafsu.Setiap kali berhubungan, dia sama sekali tidak punya rasa iba, selalu berlaku sangat kasar padaku.Namun, perasaan tidak diperlakukan seperti manusia itu justru membuatku lama-lama menjadi ketagihan, kecanduan ini makin hari makin parah hingga tahap yang sangat akut, aku menjadi bergantung pada tubuhnya sampai tidak bisa lepas sejengkal pun.Belakangan kondisinya berkembang bukan lagi dia yang memanggilku, melainkan aku sendiri yang secara sukarela datang menyerahkan diri.Aku berniat memu
Tonny yang mendengar ada suara orang langsung lari terbirit-birit menyelamatkan diri.Meninggalkan aku yang pakaiannya sudah terkoyak bagaikan boneka kain yang rusak.Ternyata itu pemilik ladang ini, dia mendengar kegaduhan hebat dan mengira ada yang mencuri semangkanya.Aku tidak berani sembarangan menceritakan kejadianku kepada orang lain, bagaimanapun juga kita tidak pernah tahu niat asli seseorang.Aku segera memakai pakaian dengan rapi, lalu meminta bantuan kakak ini untuk mengantarku ke lokasi acara.Aku menjanjikan imbalan sebesar 10 juta padanya. Begitu mendengar jumlah uang sebanyak itu, matanya langsung berbinar, dia segera mengajakku naik bentor miliknya.Beruntung aku masih sempat mengejar acara pertunjukan, jadi tidak sampai mengacaukan atau membuat malu nama kampus.Sementara Tonny tidak muncul, posisinya digantikan oleh pemain cadangan.Kejadian malam itu tidak kuceritakan kepada siapa pun.Selesai tampil di acara pembukaan, aku langsung pulang sendiri tanpa menonton pe
Tonny ikut terkejut, dia pun dengan panik merapikan pakaiannya.Aku merapikan bajuku, langsung menyambar tas dan lari turun dari bus tanpa arah. Di samping jalan ada ladang jagung yang tumbuh lebat, aku menengok ke sekeliling, dia tidak menyusul, jadi aku bersembunyi di dalam ladang jagung sebentar.Mendengar suara mesin bus kembali menyala, hatiku yang tadinya waswas baru bisa tenang.Hasrat yang baru saja dipancing membuat tubuhku terasa sangat panas membara, pohon jagung tumbuh lebih tinggi dari manusia, kali ini harusnya sudah benar-benar aman.Tapi, tepat saat aku mulai tenggelam dalam carut-marut perasaanku, sebuah suara mendadak membuatku kaku terdiam."Main sendiri mana enak dibanding sama Kakak, cewek gatal!"Ternyata mahasiswa olahraga berkulit gelap tadi!Dia ternyata ikut turun dari bus!Aku tidak sempat berpikir lagi, naluri rasa takut membuatku bahkan tidak sempat membereskan barang-barang, langsung bangkit dan berlari kencang.Karena terlalu panik, aku bahkan tidak sempa
Akal sehat sempat memegang kendali, tapi belum sempat aku melawan, tangan besar yang kekar itu sudah meraba naik.Panas dan membara, sentuhan kasarnya membuat seluruh tubuhku merinding. Harus kuakui, hanya dengan sekali sentuhan itu, penyakitku kumat lagi, seluruh tubuhku terasa panas membara.Tapi, dia benar-benar terlalu nekat, apa dia tidak takut ketahuan orang lain?Ini 'kan pelecehan terang-terangan.Seluruh tubuhku tegang, kulitku terasa panas seperti masuk ke dalam kuali minyak.Tonny mungkin merasakan perubahanku, nafasnya menjadi makin memburu dan kasar, cengkeraman tangannya pun makin tidak berjarak dan tanpa ragu.Tenggorokanku kering, otakku menjadi linglung, tidak tahu harus bagaimana, apa dia jangan-jangan sudah tahu dari tadi kalau aku terbangun.Tepat saat itu, ponselku bergetar, aku lupa lalu refleks malah membuka mata.Tatapan kami beradu, udara seketika terasa membeku.Setelah terdiam sesaat, Tonny mengancam dengan nada jahat, "Nurut dikit sama aku, angkat teleponnya
"Rest area udah sampai, yang mau ke kamar mandi cepat!"Teriakan dosen pembimbing itu langsung membangunkan semua orang di dalam bus.Gerakan Tonny terhenti, aku bergegas merapikan bajuku, lalu memanfaatkan kesempatan ini untuk turun bus dengan dalih ke toilet.Aku ingin sekali langsung mengambil barang-barangku dan kabur, tapi saat ini sudah tengah malam, aku juga tidak tahu harus pergi ke mana. Apalagi besok pagi ada penampilan acara pembukaan, aku takut tidak sempat sampai di lokasi.Ya sudahlah, nanti setelah naik bus aku tinggal pindah tempat duduk saja, harusnya tidak akan kenapa-kenapa.Saat selesai mencuci tangan dan melewati depan pintu kamar mandi pria, aku mendadak mendengar suara yang familiar, itu suara Leon."Cewek itu empuk nggak? Gimana rasanya?"Entah dia sedang bertanya pada siapa, tapi detik berikutnya aku langsung mendapat jawabannya.Tonny tertawa pelan, "Ya jelas empuklah, basah banget lagi! Nanti kamu cobain juga gih."Firasat buruk langsung menyelimutiku. Sepert
Aku benar-benar dikelilingi oleh aroma campuran bau keringat dan aroma tubuh laki-laki, membuatku punya firasat buruk. Lagi pula, rasa gatal dari kecanduanku yang tadi belum sempat mereda.Benar saja, tidak berapa lama kemudian, hormon laki-laki yang menyengat di depanku membuat bokongku terasa seperti terbakar, gelisah dan tidak bisa duduk dengan tenang.Saat membuka ponsel, aku baru melihat pesan yang dikirim oleh pacarku.[Sayang, penggantiku nggak kamu bawa, jadi aku masukkin ke tasmu. Pacarmu perhatian 'kan, hihi.]Ingin rasanya aku membalas ‘Perhatian kepalamu’ kenapa tidak bilang-bilang dulu padaku, bikin aku malu saja.Mahasiswa laki-laki di sampingku sudah mulai mengobrol dengan seru.Anak berkulit gelap itu bernama Tonny Jason, sedangkan di sampingnya ada pasangan saudara kembar bernama Leon Aditama dan Gerry Aditama.Makin lama mengobrol, entah bagaimana topik pembicaraan tiba-tiba beralih ke soal perempuan.Leon tertawa mengejek, "Cewek-cewek jurusan tari di kampus kita aga







