Share

Bab 2

Author: Goldhour
Aku benar-benar dikelilingi oleh aroma campuran bau keringat dan aroma tubuh laki-laki, membuatku punya firasat buruk. Lagi pula, rasa gatal dari kecanduanku yang tadi belum sempat mereda.

Benar saja, tidak berapa lama kemudian, hormon laki-laki yang menyengat di depanku membuat bokongku terasa seperti terbakar, gelisah dan tidak bisa duduk dengan tenang.

Saat membuka ponsel, aku baru melihat pesan yang dikirim oleh pacarku.

[Sayang, penggantiku nggak kamu bawa, jadi aku masukkin ke tasmu. Pacarmu perhatian 'kan, hihi.]

Ingin rasanya aku membalas ‘Perhatian kepalamu’ kenapa tidak bilang-bilang dulu padaku, bikin aku malu saja.

Mahasiswa laki-laki di sampingku sudah mulai mengobrol dengan seru.

Anak berkulit gelap itu bernama Tonny Jason, sedangkan di sampingnya ada pasangan saudara kembar bernama Leon Aditama dan Gerry Aditama.

Makin lama mengobrol, entah bagaimana topik pembicaraan tiba-tiba beralih ke soal perempuan.

Leon tertawa mengejek, "Cewek-cewek jurusan tari di kampus kita agak gatal ya, tiap hari pakaiannya kayak yang hampir memperlihatkan belahan pantat."

"Suatu hari aku pasti bakal cari satu buat kuhajar habis-habisan."

Sambil berbicara, matanya yang penuh akan hasrat terus melirik ke arahku, jelas sekali dia sengaja.

Aku memakai earphone dan pura-pura tidak mendengar, lalu memejamkan mata dan tidak berapa lama tertidur.

Tengah malam, aku malah bermimpi seperti itu. Saat terbangun dan melihat ponsel, jam sudah menunjukkan pukul tiga dini hari, suara dengkuran di dalam kabin bus terdengar bersahut-sahutan.

Aku melirik diam-diam ke samping. Tonny tertidur lelap sambil bersedekap dada, tapi saat pandanganku turun ke bawah, aku seketika terpana.

Bagian tengah celananya mencolok hingga ketinggian yang membuat geleng-geleng kepala. Ya ampun, ukurannya benar-benar spektakuler.

Tapi dia 'kan sedang tidur, sepertinya hasratnya sama besarnya dengan asetnya, dalam keadaan tidur saja sudah sehebat ini.

Begitu mengamati wajahnya dengan teliti, garis wajahnya tampan, jakunnya yang besar memancarkan aroma maskulin yang kental. Seketika bagian bawahku basah, rasa gatal yang sulit ditahan membuatku hampir hilang kesadaran.

Akal sehat memberitahuku bahwa ini di depan umum, tidak boleh bertindak sembarangan, tapi tubuhku justru berkata, "Cewek gatal, nggak usah pura-pura lagi, kamu butuh orang buat tenangin sekarang."

Akhirnya karena benar-benar tidak tahan lagi, aku pelan-pelan mengeluarkan alat pemuasku dan mengarahkannya ke balik rok.

Dulu saat pacarku sedang tidak bisa melayani, aku selalu menuntaskannya sendiri seperti ini, tapi hari ini tidak peduli seberapa keras aku berusaha, aku tidak bisa mencapai puncak kenikmatan.

Di saat aku sedang kesal dan frustrasi, sepasang tangan besar yang kasar mendadak menutupi bagian sensitifku. Aku terkejut dan langsung membuka mata.

Tepat beradu pandang dengan mata Tonny yang hitam pekat, ternyata dia cuma pura-pura tidur.

"Kamu mau apa, cepat lepasin."

Aku berjuang mencoba menepis tangannya, tapi bagaimana bisa seorang gadis lemah sepertiku bisa menang melawan mahasiswa olahraga yang berlatih setiap hari.

"Gaya kamu yang tadi udah aku lihat semua. Sekarang kamu tahan, kesiksa banget 'kan? Kalau nggak mau bikin malu di sini ...."

Kalau sampai para mahasiswa laki-laki di bus melihat posisiku yang memalukan ini, mereka mungkin akan ramai-ramai ....

Tonny tersenyum puas melihat perlawananku makin melemah, satu tangannya membekap mulutku, lalu tangan yang lain kembali memegang bagian bawahku.

"Kakak jago kok, pakai satu tangan aja udah bisa bikin kamu enak sampai nangis."

Teknik tangannya benar-benar sangat hebat, sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan pacarku.

Hanya dengan satu sentuhan saja sudah membuatku kalah total, tubuhku menjadi lemas dan benar-benar kehilangan tenaga untuk melawan.

Aku merasakan sentuhan kasar meraba-raba bagian sensitifku yang lembut, setiap gosokan membawa kenikmatan menjalar yang membuatku hampir menjerit.

Tanpa sadar, aku sudah dipermainkan olehnya sampai tidak berdaya, pandanganku linglung menatap ke depan, bibirku secara tidak sadar menjilati jari-jarinya yang membekap mulutku.

Dia mendeham pelan, mendadak menarikku ke atas pangkuannya, menggesekkan bagian intimku yang paling sensitif dari luar celana.

Kabin bus bergoyang pelan, aku tidak bisa duduk stabil, hanya bisa memeluk tubuhnya pasrah, ikut bergoyang mengikuti gerakannya.

Gelombang kenikmatan mencapai puncaknya, aku mendadak merasakan tubuhnya terhenti sejenak.

Lalu, aku merasakan kebasahan di bawah sana yang menembus dan membasahi celananya.

Menyadari apa yang baru saja terjadi, aku merasa malu setengah mati. Rasanya ingin mengubur diri, tapi dia menekan tubuhku dan tangan satunya merosot ke bawah, tetap dalam posisi menempel erat seperti itu sambil membuka celananya ....

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Terjebak Tiga Iblis di Bus Malam   Bab 7

    "Sayang, coba kamu lihat ini apa?"Ternyata bajingan ini menyimpan banyak cadangan file di cloud dan drive. Aku menangis tanpa daya, apakah masa depanku benar-benar harus terus di bawah ancamannya?Aku benar-benar menyesal, kenapa hari itu di dalam bus aku tidak bisa menahan diri, hingga akhirnya berbuntut masalah sepanjang ini.Demi reputasi dan masa depanku, aku hanya bisa menuruti kemauannya.Hari-hari berikutnya aku harus siap kapan pun dipanggil, benar-benar jatuh menjadi alat pelampiasan nafsu.Setiap kali berhubungan, dia sama sekali tidak punya rasa iba, selalu berlaku sangat kasar padaku.Namun, perasaan tidak diperlakukan seperti manusia itu justru membuatku lama-lama menjadi ketagihan, kecanduan ini makin hari makin parah hingga tahap yang sangat akut, aku menjadi bergantung pada tubuhnya sampai tidak bisa lepas sejengkal pun.Belakangan kondisinya berkembang bukan lagi dia yang memanggilku, melainkan aku sendiri yang secara sukarela datang menyerahkan diri.Aku berniat memu

  • Terjebak Tiga Iblis di Bus Malam   Bab 6

    Tonny yang mendengar ada suara orang langsung lari terbirit-birit menyelamatkan diri.Meninggalkan aku yang pakaiannya sudah terkoyak bagaikan boneka kain yang rusak.Ternyata itu pemilik ladang ini, dia mendengar kegaduhan hebat dan mengira ada yang mencuri semangkanya.Aku tidak berani sembarangan menceritakan kejadianku kepada orang lain, bagaimanapun juga kita tidak pernah tahu niat asli seseorang.Aku segera memakai pakaian dengan rapi, lalu meminta bantuan kakak ini untuk mengantarku ke lokasi acara.Aku menjanjikan imbalan sebesar 10 juta padanya. Begitu mendengar jumlah uang sebanyak itu, matanya langsung berbinar, dia segera mengajakku naik bentor miliknya.Beruntung aku masih sempat mengejar acara pertunjukan, jadi tidak sampai mengacaukan atau membuat malu nama kampus.Sementara Tonny tidak muncul, posisinya digantikan oleh pemain cadangan.Kejadian malam itu tidak kuceritakan kepada siapa pun.Selesai tampil di acara pembukaan, aku langsung pulang sendiri tanpa menonton pe

  • Terjebak Tiga Iblis di Bus Malam   Bab 5

    Tonny ikut terkejut, dia pun dengan panik merapikan pakaiannya.Aku merapikan bajuku, langsung menyambar tas dan lari turun dari bus tanpa arah. Di samping jalan ada ladang jagung yang tumbuh lebat, aku menengok ke sekeliling, dia tidak menyusul, jadi aku bersembunyi di dalam ladang jagung sebentar.Mendengar suara mesin bus kembali menyala, hatiku yang tadinya waswas baru bisa tenang.Hasrat yang baru saja dipancing membuat tubuhku terasa sangat panas membara, pohon jagung tumbuh lebih tinggi dari manusia, kali ini harusnya sudah benar-benar aman.Tapi, tepat saat aku mulai tenggelam dalam carut-marut perasaanku, sebuah suara mendadak membuatku kaku terdiam."Main sendiri mana enak dibanding sama Kakak, cewek gatal!"Ternyata mahasiswa olahraga berkulit gelap tadi!Dia ternyata ikut turun dari bus!Aku tidak sempat berpikir lagi, naluri rasa takut membuatku bahkan tidak sempat membereskan barang-barang, langsung bangkit dan berlari kencang.Karena terlalu panik, aku bahkan tidak sempa

  • Terjebak Tiga Iblis di Bus Malam   Bab 4

    Akal sehat sempat memegang kendali, tapi belum sempat aku melawan, tangan besar yang kekar itu sudah meraba naik.Panas dan membara, sentuhan kasarnya membuat seluruh tubuhku merinding. Harus kuakui, hanya dengan sekali sentuhan itu, penyakitku kumat lagi, seluruh tubuhku terasa panas membara.Tapi, dia benar-benar terlalu nekat, apa dia tidak takut ketahuan orang lain?Ini 'kan pelecehan terang-terangan.Seluruh tubuhku tegang, kulitku terasa panas seperti masuk ke dalam kuali minyak.Tonny mungkin merasakan perubahanku, nafasnya menjadi makin memburu dan kasar, cengkeraman tangannya pun makin tidak berjarak dan tanpa ragu.Tenggorokanku kering, otakku menjadi linglung, tidak tahu harus bagaimana, apa dia jangan-jangan sudah tahu dari tadi kalau aku terbangun.Tepat saat itu, ponselku bergetar, aku lupa lalu refleks malah membuka mata.Tatapan kami beradu, udara seketika terasa membeku.Setelah terdiam sesaat, Tonny mengancam dengan nada jahat, "Nurut dikit sama aku, angkat teleponnya

  • Terjebak Tiga Iblis di Bus Malam   Bab 3

    "Rest area udah sampai, yang mau ke kamar mandi cepat!"Teriakan dosen pembimbing itu langsung membangunkan semua orang di dalam bus.Gerakan Tonny terhenti, aku bergegas merapikan bajuku, lalu memanfaatkan kesempatan ini untuk turun bus dengan dalih ke toilet.Aku ingin sekali langsung mengambil barang-barangku dan kabur, tapi saat ini sudah tengah malam, aku juga tidak tahu harus pergi ke mana. Apalagi besok pagi ada penampilan acara pembukaan, aku takut tidak sempat sampai di lokasi.Ya sudahlah, nanti setelah naik bus aku tinggal pindah tempat duduk saja, harusnya tidak akan kenapa-kenapa.Saat selesai mencuci tangan dan melewati depan pintu kamar mandi pria, aku mendadak mendengar suara yang familiar, itu suara Leon."Cewek itu empuk nggak? Gimana rasanya?"Entah dia sedang bertanya pada siapa, tapi detik berikutnya aku langsung mendapat jawabannya.Tonny tertawa pelan, "Ya jelas empuklah, basah banget lagi! Nanti kamu cobain juga gih."Firasat buruk langsung menyelimutiku. Sepert

  • Terjebak Tiga Iblis di Bus Malam   Bab 2

    Aku benar-benar dikelilingi oleh aroma campuran bau keringat dan aroma tubuh laki-laki, membuatku punya firasat buruk. Lagi pula, rasa gatal dari kecanduanku yang tadi belum sempat mereda.Benar saja, tidak berapa lama kemudian, hormon laki-laki yang menyengat di depanku membuat bokongku terasa seperti terbakar, gelisah dan tidak bisa duduk dengan tenang.Saat membuka ponsel, aku baru melihat pesan yang dikirim oleh pacarku.[Sayang, penggantiku nggak kamu bawa, jadi aku masukkin ke tasmu. Pacarmu perhatian 'kan, hihi.]Ingin rasanya aku membalas ‘Perhatian kepalamu’ kenapa tidak bilang-bilang dulu padaku, bikin aku malu saja.Mahasiswa laki-laki di sampingku sudah mulai mengobrol dengan seru.Anak berkulit gelap itu bernama Tonny Jason, sedangkan di sampingnya ada pasangan saudara kembar bernama Leon Aditama dan Gerry Aditama.Makin lama mengobrol, entah bagaimana topik pembicaraan tiba-tiba beralih ke soal perempuan.Leon tertawa mengejek, "Cewek-cewek jurusan tari di kampus kita aga

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status