"Kamu punya seribu alasan untuk membiarkanku mati di rumah itu. Tapi, kenapa kamu menyelamatkanku, Kavyanna?"Pertanyaan itu meluncur tenang dari bibir Ganendra, memotong hening malam di dalam ruangan yang dingin itu.Kavyanna menelan ludahnya yang terasa pahit. Dia berdiri kaku di samping ranjang, jemarinya meremas pinggiran bajunya. Ada rasa takut yang merayap di dada. Bagi Kavyanna, sosok pria yang terbaring dengan selang infus ini bukan sekadar paman tiri, melainkan pria asing yang auranya teramat mengintimidasi.Ini pertemuan kedua mereka. Pertemuan pertama terjadi lima tahun lalu saat usianya baru lima belas tahun—hari di mana ibunya, Arum, menikah dengan Januar. Waktu itu Kavyanna cuma bisa memandang Ganendra dari jauh, sosok paman muda yang dingin, irit bicara, dan selalu dikelilingi pengawal. Dan kini, aura berkuasa itu masih sama, bahkan terasa jauh lebih menekan."Aku nggak bisa biarin orang mati gitu aja di depan mataku, Om," sahut Kavyanna pelan, mencoba menatap langsu
Huling Na-update : 2026-10-30 Magbasa pa