Catalog
52 chapters
Prolog
NAMANYA Khika. Nama panjangnya Khiskarita Jatmika, sering salah eja jadi Khistarika atau Kikatita atau Kostarika kayak nama negara. Umurnya 17, Ukuran sepatunya 36, ukuran baju size S, dan ukuran celana 26. Tubuh mungilnya itu ditambah lagi dengan suara nada minor yang persis anak kecil, berhasil membuat Khika mendapatkan julukan 'cewek bonsai' dari teman-temannya.Inilah Khika. Apa adanya. Tak di buat-buat. Seorang gadis biasa yang tak punya sesuatu untuk di banggakan. Tapi siapa sangka, gadis biasa ini bisa menjadi sepenting daun Clover untuk seorang manusia lain. Bagai sebuah daun clover berhelai empat yang tersembunyi diantara diantara jutaan daun clover berhelai tiga yang bertebaran di suatu padang. Bagai satu manusia diantara triliyunan manusia lain di dunia maha luas ini, yang memiliki lebih banyak cinta untuk lelaki itu. Lelaki yang bersinar diluar namun nyatanya redup di dalam. Sepenting itulah Khika untuk seorang Alvino Clovender. Lelaki yang nanti akan mengisi harin
Read more
Part 1 : WHITE ENVELOPE
 "WOY... ADA BERITA BESAR!!!" Pagi-pagi begini suara cempreng mendayu itu sudah bergema di ruang kelas. Suara itu milik teman kita si Jonjon sang pembawa berita sekaligus reporter terkininya SMA Pratiwi. Khika. Gadis yang sedang berkutat dalam catatan matematikanya bersama sahabatnya Zahra itu, seketika menoleh kearah datangnya suara. LJKnya belum sama sekali selesai dia tulis tapi perhatianya sudah teralih pada Jonjon. Khi
Read more
Part 2 : FIRST MET
CICITAN burung terdengar merdu di pagi ini. Embun merayapi kaki gadis itu membuatnya sedikit kedinginan. Akhir pekan yang indah yang menjadi favoritnya. Hari melepas segala penat yang di cipta oleh rangkaian rumus dan materi pelajaran selama hari lainnya. Stress yang bagai limbah, seperti hanya bisa di daur ulang saat hari libur begini. Ya, mumpung ini hari minggu, Khika menempatkan dirinya di depan TV bersantai ria sambil menonton acara kartun kesukaanya. Ditemani sayup-sayup suara desisan minyak goreng Umi dari dapur. "Kikha, boleh Umi minta tolong sa
Read more
Part 3 : HER!
SEKETIKA lelaki itu tancap gas memacu kendaraanya dengan kecepatan tinggi, ikut membawa Khika yang masih kebingungan disampingnya. Gadis mungil itu menatap sepedanya melalui kaca spion mobil. Sepedanya lambat laun makin mengecil dan akhirnya tak terlihat di telan tikungan demi tikungan. Khika kini sadar betul kalau ini penculikan, tapi kalo diculik dia harus ngapain? Khika jadi keblinger sendiri. Otaknya dia paksa berfikir. Aduh, Khika, berpikir berpikir berpikir. Satu ide mencuat tiba-tiba, seharusnya dari tadi dia sudah tau ini. Dia harus teriak. Ya, harus teriak! Khika menepuk-nepuk lututnya yang lemas sambil tarik napas dalam-dalam mengambil ancang-ancang. 

Read more

Part 4 : HEART BREAKER
Khika masih tak percaya. Diam-diam Khika mengedipkan matanya untuk memastikan minus di matanya tidak bertambah bahwa ini memang kenyataan. Serliya Putri itu bukanlah kenalannya atau tetangga depan rumahnya atau anak saudaranya. Seluruh Indonesia yang rajin nonton TV dan update instagram pasti tau siapa sosok gadis ini. Paras cantik itu milik penyanyi terkenal, Serliya Putri. Penyanyi muda yang katanya akan go internasional. Penyanyi yang lagunya hits hingga ke negeri Jiran. Khika tau dia
Read more
Part 5 : HIM!
LELAKI itu berjalan disepanjang pelataran parkir Sekolah yang masih sepi ditemani seorang pria tua setengah baya yang memakai jas rapih berambut klimis.  Hari ini tepat pukul enam pagi, terlalu dini untuknya datang kesini. Langkah mereka berderap diantara koridor sekolah dan berbelok ke lobby tempat tamu biasa menunggu. Matanya tak lepas dari layar ponsel sampai akhirnya entah mengapa hembusan angin menggiring matanya pada satu sosok yang berjalan lesu dari arah gerbang ke sebu
Read more
Part 6 : GIFT
Emosi Khika bergemuruh, berbanding lurus dengan emosi anak-anak cowok yang nyaris meledak. Jonjon langsung jadi objek tatapan penuh dendam dan pengkhianatan dari para lelaki-lelaki itu. Pantesan dia sama sekali nggak ada perubahan gaya, ternyata begini toh anak barunya. Dasar kutu! "Aku tak pernah bilang kalau dia perempuan ya...," ujar Jonjon tanpa diminta. Para ganteng-ganteng mohak kontan melemparkan apapun ke arah Jonjon. Entah itu penghapus, pensil, pulpen, kertas, apapun yang ada di atas meja mereka. Yang
Read more
Part 7 : THE POWER OF KETJAP
"BEGO BANGET KHIKA," desis Maurien menyaksikan kengerian yang baru saja terjadi di depan matanya.Sepuluh menit yang lalu sebelum kejadian itu, Khika bersama Maurien, Gita dan Zahra sudah berdiri di lorong menuju kantin, saling lempar melempar pandangan kikuk seolah mempertanyakan kebenaran aksi yang akan Khika lancarkan sebentar lagi.
Read more
Part 8 : THE COLD WAR (1)
KECEPATAN mulut Jonjon terbukti lebih kilat dibanding kereta api super cepat yang melaju di jalur Shinkansen. Karena belum apa-apa ponsel gadis itu sudah ricuh berdentingan disusupi satu demi satu pesan masuk yang membundah. Padahal baru semenit tadi bokongnya merasakan panasnya alas plastik di kursi angkot. Perjalanannya pun baru sekitar dua ratusan meter dari Sekolah tapi masa iya berita ini sudah heboh. Kan baru tiga pulut menit. '341 chat unread'Read more
Part 9 : THE COLD WAR (2)
KHIKA mendekat juga kearah Vino dengan jantung deg-deg-ser yang rasanya akan meloncat keluar bahkan kalo Vino cuma sekedar bergerak. "V-Vin, bayar uang kas, seribu," Khika mencoba. Vino tak menjawab.Read more
DMCA.com Protection Status