Catalog
45 chapters
1. Tawuran
Author Pov"Hanna!" seru seorang cowok ganteng memanggil.Gadis berambut sebahu itu lantas menoleh. Dia menaruh toples cemilannya ke atas meja saat melihat kakak cowoknya muncul dari arah tangga."Bang Milo?""Lagi ngapain lo?" tanya Milo, cowok itu sudah meluncur ke arah sofa."Lagi gini aja. Kenapa?" tatap Hanna datar."Besok sekolah kita ditantang berantem sama sekolah tetangga. Lo mau ikut gak?" tawar Milo, tangannya sudah menjulur hendak mengambil toples di atas meja.Plok.Pukulan Hanna tepat sasaran. Milo pun mencebik karena gagal mengambil toples keripik singkong itu."Punya gue, nih...." kata Hanna mengamankan camilan favoritnya."Pelit lo!" delik Milo sebal.Hanna menjulingkan mata bertanda mencela. Tapi tidak lama, dia keburu ingat sama perkataan kakakn
Read more
2. Sidang
Hanna PovSeperti yang aku dan bang Milo takutkan, kalo berita tawuran kemarin sampai ke telinga Papa, bisa habis kita diberi ceramah. Bukan hanya itu saja, mungkin papa juga bakalan kasih hukuman yang--emm setimpal?Dan apa yang dikhawatirkan pun benar-benar terjadi siang ini. Tepatnya sepulang kami--Aku dan Bang Milo--sekolah. Bahkan sebelumnya, di sekolahan pun kami sempat dipanggil Bu Jenny untuk masuk ke ruang BK.Kalian tahu?Kami disidang habis-habisan sampai telinga berwarna merah saking lamanya jadi terdakwa. Apa yang dituduhkan tidak bisa dibantah, karena bukti nyata ada di depan mata.Luka lebam yang menghiasi mukaku dan bang Milo sukses membuat Bu Jenny puas menghakimi. Walaupun sesekali aku masih meringis perih, t
Read more
3. Murid Pemberani
Author POVHanna, gadis itu memang mudah akrab. Belum 2 jam dia menempati kelas barunya, tapi dia sudah pandai menarik perhatian teman barunya yang langsung menyapanya seolah sudah kenal lama.Kebanyakan kaum cowok yang menyapanya. Tapi cewek-ceweknya juga lumayan banyak kok yang suka sama sosok Hanna. Meskipun ada beberapa spesies perempuan yang mendelik sinis dan iri sih, tapi Hanna gak peduli.Bodo amat! Kalo kata Hanna.Layaknya di Saruna Bakti, Hanna tetap menjadi murid baik hati dan low profil. Tapi ini baru hari pertama, di hari selanjutnya entah apa yang akan terjadi?Cuman Hanna yang tahu apa yang akan dilakukannya nanti!"Kamu mau ke kantin?" tawar Bintang, teman sebangku sekaligus teman baru unt
Read more
4. Devano Abraham
Author Pov"Welcome to the my land, Mrs Devil...." Dev, cowok itu menunjukkan seringaian iblisnya. Berharap gadis di hadapannya memiliki rasa takut karena melihatnya di depan mata. Namun sepertinya, Hanna tidak gentar melihat salah satu amunisi yang Dev tunjukkan.Alih-alih takut, gadis di hadapannya justru malah mengangkat dagu berani menatap Dev sengit. Seperti apapun keadaannya, Hanna memang tidak akan pernah takut pada musuh bebuyutannya itu. Bahkan dihadapkan dengan seribu orang semacam Dev pun, Hanna akan sanggup meladeninya.Dev menarik kembali rentangan tangannya. Ia memajukan lagi langkahnya hingga kini tubuh tegapnya berada tepat di hadapan Hanna. Gadis itu harus sedikit menengadah karena tubuh Dev lebih tinggi darinya. Maklum, tubuh Hanna yang mungil hanya mampu mencapai bahu si cowok itu saja."Selamat datang di Bimantara. Gue harap, lo akan betah ya
Read more
5. Bara-Barie
Hanna Pov"HANNA HOME'S!" Aku berteriak lantang sesampainya di dalam rumah. Walaupun hanya desauan angin yang menyahut tapi tidak mengapa, itu sudah biasa. Suasana sepi yang menyambut bahkan sudah menjadi hal lumrah di rumah ini. Memang benar adanya, setiap aku pulang duluan, pasti hanya keheningan yang mendominasi.Hari ini cukup melelahkan, terlebih ketika pertama kalinya aku bertemu dengan cowok sialan itu di sekolah baruku. Devano Abraham, iblis itu sepertinya tidak pernah mau untuk sekadar tidak mengusikku."KAK HANHAN!" Wajahku yang semula menunduk lesu, seketika terangkat semangat saat mendengar suara seruan dari arah tangga. Mataku lantas berbinar tatkala mendapati dua bocah lucu nan menggemaskan kini tengah berlarian ke arahku. Mereka adalah si kembar Bara dan Barie. Karena inisial namanya dari hurup B, aku pun menjulukinya dengan sebutan Duo B.Dan se
Read more
6. Insiden kantin
Hanna PovSendi lututku terasa hampir copot. Upacara baru saja selesai. Akhirnya, rutinitas di senin pagi yang membosankan itu berhasil kulewati juga.Aku mendaratkan bokong di bangku kelas. Lega banget rasanya, setelah berdiri kurang lebih satu jam di bawah sengatan sinar mentari pagi yang membuat keringat mengguyur di sekujur tubuh, akhirnya selesai juga.Bintang, teman baruku itu mencolek bahuku hingga aku menoleh."Kenapa, Bin?""Temenin ke kantin yuk, Han! Aku haus nih...."Duh, Bintang mengajakku ke kantin di tengah rasa mager yang melanda. Ya ampun! Kalo gue nolak dia kecewa gak ya?"Ayo dong, Han! Tenggorokan aku kering nih, masa kamu tega biarin aku kehausan kayak gini sih...." lanjutnya membujuk, tangannya kini sibuk mengguncang bahuku."Duh, Bin, gue--""Aku traktir deh," selanya cepat,
Read more
7. Teman Baru
Author PovHari libur yang membosankan. Hanna menguap untuk ke sekian kalinya. Dia sedang rebahan santai di sofa malas yang ada di ruangan tengah. Sambil menonton kartun favoritnya yang tayang di tanggal merah selain hari minggu, dia lantas mencomot keripik kentang di dalam toples yang dipangkunya."Hanna, lo leha-leha mulu dari tadi pagi, gak joging lo?" Kepala gadis itu lantas menoleh ke asal suara. Milo, kakaknya kini berjalan menghampiri Hanna dan lekas duduk di sofa sebelah sofa malas yang ditempati Hanna."Mau ke mana lo, Bang?" alih-alih menjawab pertanyaan Milo, Hanna justru malah bertanya balik sambil meneliti penampilan sang kakak yang mengenakan pakaian casual dengan ransel kecil tersampir
Read more
8. Tragedi di Siang Bolong
Hanna Pov "Iblis sialan...."Cowok itu, si iblis Devano menuruni motornya. Dan sekarang dia melangkah ke arahku yang juga udah melompat turun dari ninja milik Juna. "Lo kenal sama dia?" tanya Juna berbisik, teman baruku ini ikut turun juga dari motornya."Dia musuh gue," balasku tanpa mengalihkan tatapan yang aku sorotkan ke arah iblis itu.Langkah cowok itu udah semakin dekat, dan di saat Juna yang siap menghalangi agar Dev tidak mendekatiku. Aku pun meliriknya lantas menggeleng, "Gue bisa handle dia kok," ucapku mantap."Tapi, Han--""Lo gak percaya sama gue?" potongku menatapnya serius.Akh
Read more
9. Terperangkap di sarang iblis
Author PovTerdampar di sarang iblis. Di luar hujan deras. Berniat pulang pun tidak diizinkan. Alhasil? Hanna terdampar di kasur Queensize Zola yang berseprai motif cewek banget. Berbaring tengkurap dengan wajah dibenamkan ke bantal. Drrt drrt drrt,Hanna terperenyak, ponselnya bergetar. Mungkin ada telepon masuk atau bisa saja cuman pesan dari aplikasi Whatsaap dan BBM-nya. Tangan Hanna pun lekas merogoh ke saku celana belakang. Setelah benda tipis itu Hanna genggam, ia pun menjauhkan wajah dari bantal putih empuk milik Zola yang harum aroma mawar kesukaan gadis yang menyukai kakaknya itu. Hanna mengerutkan dahi, rupanya ada BBM masuk, dan saat dibuka nama Arjuna Baratayudha pun muncul beri
Read more
10. Pembalasan Hanna
Dev Pov Gue berjalan menelusuri lorong sekolah. Kayak biasa, banyak cewek genit yang mencoba menyapa gue. Tapi, gue abaikan sapaan gak penting mereka. Pagi ini mood gue bener-bener lagi berantakan gara-gara setan kecil bernama Hanna. "KYAAAAAAA ... LO APAIN BIBIR GUE IBLIS SIALAAN??"Dia menjerit histeris disusul dengan aksi anarkisnya yang menghujani tubuh gue dengan pukulan-pukulan penuh emosinya. Demi Tuhan! Apa yang ada di pikiran Hanna? Sampai dia mengira kalau gue abis apa-apain bibirnya lantas langsung gebukin gue begitu saja. Padahal, untuk menyentuh bibirnya saja gue belum sempat karena keburu ada yang menyalakan lampu. Parahnya, bokap sama nyokap berikut adik gue datang bersamaan seolah mereka
Read more
DMCA.com Protection Status