Catalog
33 Chapters
1. Mr. Annoying
Bandar Udara Ngurah Rai Bali Indonesia. "Ya Dad, aku tahu. Oke heem jaga diri Daddy baik-baik. Aku akan segera kembali. Love you, Dad." Rihana mematikan sambungan telepon selularnya dari sang Daddy yang selalu memaksanya untuk segera kembali ke resort milik keluarganya di LA Amerika Serikat. Dengan mengenakan kaos santai berwarna putih di padu padankan bawahan celana jeans sobek-sobek di area lututnya, Rihana terlihat santai dengan beralaskan kaki sandal jepit dan memakai topi cowboy favoritnya. Penampilan Rihana selalu terlihat nyentrik dan unik berbeda dengan kebanyakan gadis seumurannya yang ingin terlihat anggun dan feminim. Rihana ialah seorang youtuber yang terkenal dengan subscriber yang lumayan banyak bahkan bisa di sejajarkan dengan artis-artis hollywood. Konten yang diunggah cukup menarik dari tempat-tempat wisata dan petualangan yang dikunjunginya di tunjang wajah dan tubuhnya yang photogenic itu merupakan salah satu faktor penarik para subscriber. Setelah menyelesaikan
Read more
2. Kamu Lagi.
"Kenapa terus mengikutiku?" "Hei nona Dawson yang cantik, aku hanya menuju jalan keluar. "Ashton menunjuk papan yang bertuliskan EXIT yang berada di atas pintu keluar bandar udara di LA Amerika. Merasa terpatahkan dugaannya, Rihana melangkah secepat mungkin untuk menghindar dari Ashton. "Kamu kenapa berdiri di sini?" "Oh Godddd, tentu sedang menunggu jemputan nona. Memangnya kau pikir aku sedang apa disini?" Ashton tertawa geli. "Terserah kau saja." Tak berapa lama muncul George asisten Daddynya Rihana, melambaikan tangan dari arah pintu masuk. Seketika mata Rihana melotot, melihat papan yang bertuliskan ASHTON GARNER, di pegang oleh George. George mengedarkan pandanganya mencari-cari seseorang. "George George haiiiii, aku disini." Rihana berteriak sambil melambai-lambaikan tanganya. George mendekat ke arah Rihana." Maaf nona, tuan besar juga menyuruh saya untuk menjemput seseorang bernama Ashton Garner. "Untuk apa?" Tanya Rihana." "Tuan tidak memberitahukan alasanya nona, s
Read more
3. Daddy Little Girl.
   Pagi ini Rihana sedang melakukan joging di tepi pantai. Sebenarnya bentuk tubuhnya bisa di bilang kurus karena mirip dengan para model papan atas yang melakukan diet ekstrim.   Rihana bersyukur karena gen Momynya menurun, sehingga sebanyak apapun porsi makanan yang di makannya tidak akan membuatnya gemuk. Rihana melakukan olahraga rutin karena ingin menjaga staminya yang sudah terbiasa melakukan traveling dari negara satu ke negara lainya.   "Kita memang berjodoh." Ashton sudah muncul tiba-tiba, dan berhasil menghancurkan mood Rihana pagi ini.   "Kamu lagi." Rihana memutar bola matanya ke atas.   "Hei tunggu." Ashton berlari mengejar Rihana yang menghindarinya. Sedangkan banyak mata lapar para wanita pengunjung pantai menatap Ashton yang topless menampakan otot-otot di perutnya yang terlihat lebih sexi oleh tetesan aliran keringat.   "Kalau hanya mau pamer otot di perut kamu, nggak
Read more
4. Mr Dj.
   Sudah satu minggu ini Rihana bekerja di kantor resort milik Daddynya. Tidak ada kendala yang berarti dalam pekerjaanya. Selain karena Rihana lulusan dari jurusan bisnis managemen, ia juga sering menjadi brand ambassador dari beberapa produk kecantikan yang menjadikannya punya sedikit pengalaman dari pemasaran suatu produk. Bahkan ia sering di tawari untuk menjadi seorang model profesional beberapa merek pakaian. Ia selalu menolak tawaran tersebut karena tidak mau terikat dengan kontrak yang bisa membelenggunya dari kebebasan.    Lain halnya soal pekerjaan yang berjalan lancar, soal calon suami yang belum ia temukan untuk di kenalkan kepada Daddynya membuat ia frustasi.   "Aaaaaaa." Rihana meremas rambutnya, Ia menelungkupkan wajahnya di meja kerjanya.   "Ting." Notif dari akun jodoh onlinenya berbunyi tanda ada sebuah pesan masuk. Ia ragu untuk membukanya karena selama ini yang ingin mengajak kencan semuanya tidak ada y
Read more
5. Insiden Kencan.
   "Ana kau terlihat lebih cantik  di bandingkan dengan photo di medsosmu."   "Hah kau merayuku, Ben."      "Sungguh aku, tidak sedang menggombal. Eh tunggu dulu, sepertinyaaa aku pernah melihatmu.Dimana yaaa."Benedict mengerutkan keningnya.   "Mungkin wajahku pasaran." Rihana menggidikan bahunya.   "Ahaaa, kau adalah seorang youtuber yang terkenal itu'kan."   "Jeli juga pengamatanmu Ben." Rihana mengangkat satu ibu jarinya.    "Wah sungguh beruntungnya aku bisa berkencan dengan seseorang yang terkenal."   "Jangan lebay Ben, Sepertinya kau juga bukan orang biasa." Rihana mengangkat ponselnya yang menampilkan photo dan bio Benedict Garner di sebuah laman situs internet.    "A ha ha ha selain cantik dan terkenal, ternyata kau juga sangat cerdas Ana. Aku semakin tertarik." Ben meraih tangan Ana dan mencium punggung tangannya.
Read more
6. Hero.
   "Three some." Rihana menelungkupkan wajahnya di meja kerjanya, sudah satu minggu sejak kejadian insiden kencan itu terjadi namun ia masih merasa malu bila mengingatnya. Bahkan ia mengabaikan pesan-pesan  dari Benedict yang setiap hari masuk ke akun sosmednya yang ingin mengajaknya untuk kembali bertemu.   "Hah sungguh memalukan." Rihana masih saja bergumam sambil malas-malasan duduk di kursi kebesarannya.    Suara ketukan pintu menyadarkan Rihana untuk merapikan rambutnya yang acak-acakan karena ulahnya sendiri.   "Masuk." George muncul dari balik pintu.   "Nona kita dalam masalah besar." George mengatakan dengan wajah yang sedikit pucat.   "Masalah apa George?"    "Salah satu tamu pesta mengatakan bahwa cheese cake yang ada di list menu dessert tidak memenuhi standar."   "Tidak memenuhi standar apanya George?" Rihana terkejut dengan keluhan tamu k
Read more
7. Babysitting Ashton.
   "Berkencan denganku." Ashton mengedipkan sebelah matanya sambil meremas pantat Rihana.   "Kamuuuuuu."   "Brukkkk Aduhhhh." Ashton mengaduh kesakitan setelah Rihana secara reflek mendorong tubuhnya dengan kuat sehingga terjungkal kesamping.    "Maaf maaf. Kamu sih sedang sakit juga masih bisa berperilaku kurang ajar." Rihana meringis ngilu setelah melihat pelipis Ashton yang mengeluarkan darah akibat terantuk sudut meja yang berada di samping Ashton.    "Sebaiknya kita ke rumah sakit saja. Aku takut lukamu tambah parah." Rihana kembali memapah Ashton.   "Jangan, aku nggak suka. Baru saja kemarin malam aku keluar dari sana. Aku benci bau obat-obatan yang membuat perutku mual." Ashton menggeleng.    "Oke-oke, kita ke rumah sakit hanya untuk mengobati luka di kepalamu setelah itu kita langsung pulang ke apartemenmu." Rihana merasa kesal dengan sikap manja Ashton.&nbs
Read more
8. Rival.
   "Pagi Ri." Ashton tersenyum lebar saat ia melihat Rihana turun dari mobilnya di area parkir resort.   "Pagi juga Ash." Rihana pura-pura cuek.   "Kamu-----" Ucap mereka bersamaan.   "Ehmmmm kamu dulu."    "Kamu sudah sembuh Ash?" Rihana memperhatikan wajah Ashton yang masih kelihatan sedikit pucat.   "Sedikit." Ashton melirik Rihana yang terkesan menghindarinya.   "Mmmm."   "Jangan kau gigit bibirmu, Ri. Nanti berdarah.   "Ahhh." Rihana tergagap saat Ashton meraba bibir Rihana.   "Pandangan mata mereka bertemu, bola mata berwarna biru milik Ashton serasa menembus manik coklat Rihana. Rihana hampir pingsan ketika embusan napas Ashton yang terasa panas menyapu wajahnya. Hatinya mengatakan harus menjauh, namun tubuhnya masih tetap mematung tak bergerak, bertolak belakang menghianati keinginan hatinya.&
Read more
9. Meg Ryan.
"Minggir, minggir, permisi, awas nonaaaaa------" "Awwwww." Seorang gadis cantik menutup mukanya sambil berteriak. Ashton yang berlari mengejar kertas perjanjian yang terbawa oleh embusan angin, berhasil menghindari gadis yang ada di depannya. Namun naas, ia harus basah kuyup karena tercebur kedalam air mancur yang berada di depan hotel, jangan tanyakan bagaimana nasib kertas yang ia kejar tadi, sudah berubah menjadi bubur. "Ah síal, Ben bisa ngomel seharian, nih." Ashton negegakkan tubuhnya sambil mengibaskan jasnya yang telah basah. "Kamu nggak pa pa?" Seorang gadis cantik berambut pirang tersenyum manis sambil mengulurkan tangannya kepada Ashton untuk membantunya keluar dari air mancur. "Oh tidak apa apa, terimakasih nona." "Maaf, pasti gara-gara aku, kamu jadi tercebur." Gadis itu menunduk meremas ujung gaunnya. "Eh tidak-tidak. Semua adalah salahku nona. Nggak ada hubungannya denganmu." Ashton terperangah ketika melihat wajah gadis itu yang terlihat sangat cantik apalagi sik
Read more
10. Bertunangan.
  "Ash, hari minggu kamu tidak sibuk bukan?" Meg bergelayut manja di lengan Ashton yang sedang menyetir mobilnya.  "Kenapa?" Ashton tersenyum sangat cerah karena bisa menjadikan Meg Ryan sebagai kekasihnya, gadis manis yang sudah menjadi tambatan hati semenjak mereka bertemu untuk pertama kalinya.  "Ih nggak peka." Meg memukul lengan Ashton.  Ashton menepikan mobilnya. "Kenapa manis?" Dengan kedua belah tangannya, Ashton menangkup wajah Meg yang sedang cemberut dan terlihat sangat lucu.  "Aku ada kegiatan, aku ingin kau menemaniku untuk menghadiri pameran lukisan. Dan aku mengikuti salah satu lomba yang diadakan disana."  "Oh cuma itu. Aku kira kenapa?"  "Itu penting buat aku." Mata Meg mulai berkaca.    "Oke sayang, penting buatmu,pasti penting juga buatku."  Ashton membelai pipi mulus Meg lalu melumat bibir merah kekasihnya dengan lembut.  "Ashhhh." Pipi Meg meron
Read more
DMCA.com Protection Status