5 Contoh Puisi Beserta Pengarangnya Yang Populer Di Dunia?

2025-12-20 03:32:13 28

4 Answers

Ryder
Ryder
2025-12-24 00:09:22
Puisi-puisi ini selalu ada di list favoritku. 'Stopping by Woods on a Snowy Evening' Frost begitu sederhana tapi dalam. 'The Tyger' Blake dengan pertanyaannya yang menggugah tentang penciptaan.

'Remember' Christina Rossetti mengharukan, berbicara tentang cinta dan kehilangan. 'Invictus' Henley memberi kekuatan dengan kata 'I am the master of my fate'. Dan 'Ozymandias' Shelley yang powerful, mengingatkan kita pada kehancuran segala kejayaan.
Grant
Grant
2025-12-26 14:57:58
Puisi adalah salah satu bentuk seni yang paling indah dan menggugah jiwa. Salah satu contoh yang terkenal adalah 'The Raven' karya Edgar Allan Poe, yang menghantui pembaca dengan atmosfer gelap dan repetisi kata 'nevermore'.

Puisi 'Do Not Go Gentle Into That Good Night' oleh Dylan Thomas juga sangat memukau, dengan pesannya yang kuat tentang melawan kematian. Sementara itu, 'If' Rudyard Kipling memberikan nasihat bijak tentang keteguhan hati.

Emily Dickinson dengan 'Because I could not stop for Death' menunjukkan keanggunan dalam menghadapi akhir kehidupan. Terakhir, 'Ode to a Nightingale' John Keats memukau dengan deskripsi alam yang puitis dan renungan tentang keabadian.
Sophia
Sophia
2025-12-26 17:16:57
Aku selalu terpesona oleh puisi-puisi yang bisa membawa kita ke dunia lain. 'Howl' Allen Ginsberg, misalnya, dengan energi liar dan kritik sosialnya. 'Annabel Lee' Poe juga memikat, menceritakan cinta yang tak mati meski kematian memisahkan.

Puisi 'The Waste Land' Eliot mungkin rumit, tapi simbolismenya sangat kaya. 'She Walks in Beauty' Lord Byron begitu elegan, memuji kecantikan dengan kata-kata yang memesona. Dan tentu saja 'A Dream Within a Dream' Poe lagi, yang membuat kita mempertanyakan realitas.
Jade
Jade
2025-12-26 20:15:45
Kalau bicara puisi dunia, ada beberapa yang selalu membuatku merinding. 'Sonnet 18' Shakespeare, misalnya, dengan baris 'Shall I compare thee to a summer’s day?' yang begitu romantis. Lalu ada 'The Road Not Taken' Robert Frost, yang sering disalahartikan tapi tetap penuh makna.

Puisi 'Still I Rise' Maya Angelou sangat kuat, memberi semangat untuk bangkit dari keterpurukan. 'I Wandered Lonely as a Cloud' William Wordsworth juga indah, menggambarkan betapa alam bisa menghibur jiwa. Dan jangan lupa 'The Love Song of J. Alfred Prufrock' T.S. Eliot, yang penuh keraguan dan kecemasan urban.
View All Answers
Scan code to download App

Related Books

5 PEMBURU DUNIA BAWAH
5 PEMBURU DUNIA BAWAH
HUNTERIXAR, sebuah organisasi yang menampung banyak warrior serta manusia-manusia kuat untuk menghadapi makhluk-makhluk pemakan jiwa yang selalu bersembunyi di tempat-tempat gelap atau juga disebut makhluk dunia bawah. Difokuskan kepada tim bentukan baru HUNTERIXAR yang diberi nama Hurricane, berisikan 4 warrior serta satu manusia kuat yang berperan sebagai ketua tim. Hurricane dikenal karena memiliki satu anggota yang disebut-sebut sebagai penerus warrior paling langka, yaitu warrior api yang berkobar, Agnia Shiasara. Tim yang tidak memiliki pengalaman hebat dalam membasmi makhluk dunia bawah dan sudah melalui banyak kepahitan dalam setiap misi, diremehkan oleh tim lainnya serta karakter anggotanya yang sulit disatukan membuat Hurricane semakin disepelekan. "Kegagalan dalam misi yang berturut-turut ini memang mencoreng citra organisasi, tetapi jika kami diberi kesempatan sekali lagi, kalian semua akan melihat api yang berkobar di langit malam sebagai keberhasilan yang tidak akan terlupakan."
Not enough ratings
7 Chapters
Dunia yang Sempurna
Dunia yang Sempurna
kita awali dengan Rangga pemuda desa yang ingin pergi merantau ke kota demi kedua adiknya yang sedang bersekolah, dia di kota bertemu dengan temannya yaitu Beno teman semasa sekolahnya dulu yang kini berkuliah di salah satu universitas populer
Not enough ratings
18 Chapters
Tersesat Di Dunia Pendekar
Tersesat Di Dunia Pendekar
Raka Sadendra, seorang pekerja kantoran yang terlempar ke dunia para pendekar yang mengharuskan dirinya memasuki sebuah menara tinggi besar yang menjulang ke atas langit. Menara itu disebut sebagai Menara Kalpawreksa. Ia harus melakukan misi menghabisi setiap raja iblis di setiap lantai menara hingga akhirnya melawan raja iblis di lantai seratus. Sebuah sistem yang ia peroleh dari Ki Demang, administrator perkamen kuno yang telah melemparnya ke dunia antah berantah itu, berupa kekuatan meminjam turut membantunya dalam melaksanakan misi untuk membawanya kembali pulang ke dunia asalnya. Bersama Ki Joko Gendeng, Aji Pamungkas dan Dyah Lokapala, mereka mengadu nasib untuk menyelamatkan Yawadwipa dari gelombang bencana yang disebabkan oleh iblis di menara Kalpawreksa.  Apakah Raka bisa menaklukkan 100 lantai di menara tersebut? Dan bagaimana akhir dari perjalanannya? Saksikan terus hanya di "Tersesat Di Dunia Pendekar." *Jangan lupa komentar, yah... Follow IG Author : M_Titanto
10
107 Chapters
Selingkuh di Dunia Maya
Selingkuh di Dunia Maya
[Maukah kamu jadi pacarku? Aku akan membayar untuk itu.] [Aku akan membayarmu 1000$ per bulan.] Satu pesan dari sebuah aplikasi membuat Weni Anggara tercengang, pasalnya dirinya adalah wanita yang sudah menikah dan memiliki satu anak perempuan. Weni mengabaikan pesan itu karena menurutnya itu tidak pantas untuk dirinya yang masih memiliki Suami. Namun segala pikirannnya berubah karena suaminya sendiri terus menuntutnya untuk menghasilkan uang, bagimanapun caranya. Hutang yang banyak dan membengkak membuat suaminya berubah total. Weni yang tadinya sabar, berakhir menerima tawaran dari pesan aplikasi yang ada di ponselnya. Park Hajoon adalah pria asal Korea Selatan yang mengirimkan pesan tersebut. Jarak di antara mereka, nyatanya tak menjadi halangan untuk hubungan mereka. Sejak saat itu, hari-hari Weni pun berubah di penuhi oleh seorang Park Hajoon.
10
71 Chapters
Di Antara Dua Dunia
Di Antara Dua Dunia
Sinopsis "Di Antara Dua Dunia" Seo Haneul, seorang arsitek muda berbakat dari kota futuristik Seowon, menjalani hidup penuh ambisi namun tanpa arah. Ketika sebuah kecelakaan misterius membawanya ke dunia fantasi bernama Arangyeon, ia bertemu Kim Jaewon, seorang pemimpin kharismatik yang menjaga keseimbangan dunia yang indah namun rapuh itu. Di Arangyeon, Haneul menemukan kedamaian yang selama ini ia cari, tetapi juga rahasia besar yang mengancam kedua dunia. Cinta tumbuh di antara Haneul dan Jaewon, meski mereka tahu hubungan itu mustahil. Dunia modern ingin menguasai teknologi kuno Arangyeon, dan satu-satunya cara untuk menyelamatkan keduanya adalah dengan memisahkan mereka selamanya. Di tengah konflik dua dunia dan perasaan yang kian dalam, Haneul harus memilih: kembali ke hidupnya yang kosong di Seowon atau bertahan di Arangyeon dengan risiko menghancurkan segalanya. "Di Antara Dua Dunia" adalah kisah tentang cinta terlarang, pengorbanan, dan perjalanan menemukan tempat di mana hati benar-benar berada.
Not enough ratings
61 Chapters
Terjebak di Dunia Lain
Terjebak di Dunia Lain
(21+++) Kedua kakak beradik Nathan berusia 17 tahun dan Nela berusia 15 tahun, terus berlari menembus hutan belantara, hutan terlarang yang jarang dikunjungi manusia. Dengan Kaki yang berdarah akibat pukulan sebilah bambu sang ibu sambung, Nela terus mengikuti kakaknya. Kesalahan kecil menumpahkan nasi sebakul membuat Nela harus menerima kemarahan ibu. Bukan hanya sekali Nathan menyaksikan adiknya disiksa, dari kesalahan kecil, menumpahkan nasi, pulang terlambat satu menit saja dari sekolah maka adiknya itu harus mengalami cidera yang tak sedikit jumlahnya disekujur tubuh. Nathan tak tahu kenapa ibunya sangat membenci Nela, terkadang dia yang harus melindungi tubuh adiknya dari pukulan sang ibu. Hutan itu terlalu gelap namun mereka tak berhenti berlari, sampai Nela berseru. "Kakak, aku tak kuat lagi" Nathan berpaling, luka di betis adiknya membiru dengan beberapa tetes darah yang telah mengering, bisa dibayangkan bagaimana perihnya terkena sabetan bambu yang sudah dipersiapkan ibu setiap kali Nela berbuat kesalahan sekecil apapun itu. Hati Nathan tersayat, ini tak bisa dibiarkan, jika terus berlanjut maka dia akan menyaksikan adiknya itu mati didepannya, itu yang ibu sambungnya inginkan. Ayahnya yang harus mengais rezeki di rantau orang sebagai TKI, pulang setahun sekali, tak tahu sama sekali apa yang menimpa mereka berdua. Rintihan Nela membuat Nathan tersentak. "Tahan sebentar dek, sedikit lagi kita akan tiba dihutan dimana ibu tak akan menemukan kita" Namun Nathan salah, ibunya dan beberapa masyarakat mengejar mereka.....
9.5
227 Chapters

Related Questions

Bagaimana Studio Merespons Review Berjudul Gw Udah Muak?

3 Answers2025-10-18 15:37:13
Dengar judul review seperti 'gw udah muak' itu langsung seperti alarm di grup chat fandom—bikin deg-degan tapi juga ngebuka mata. Aku biasanya lihat dua hal utama: isi reviewnya substansial apa cuma clickbait, dan siapa yang menulisnya—influencer besar atau akun random. Untuk studio besar, respons umumnya cepat dan terstruktur: tim PR akan keluarkan pernyataan singkat yang tidak defensif, community manager turun tangan di kolom komentar dengan nada empati, lalu ada rencana aksi (patch, penjelasan lore, atau janji update konten) yang dirinci sedikit demi sedikit. Kadang mereka juga ngasih timeline konkret supaya komunitas nggak merasa dibohongi. Kalau review itu memang mengangkat masalah nyata—server bobol, bugs kritis, narasi bermasalah—studio sejatinya harus transparan: terima kritik, jelaskan kendala teknis, dan beri solusi nyata. Contoh yang sering kubahas adalah respons terhadap 'Cyberpunk 2077' di masa lalu; studio mengeluarkan roadmap perbaikan dan minta maaf, yang perlahan meredakan amarah fans. Di sisi lain, kalau review lebih ke emosional atau provokatif tanpa bukti, beberapa studio memilih mengabaikan untuk menghindari amplifikasi, atau secara halus mengarahkan diskusi ke channel resmi. Intinya, reaksi terbaik buatku adalah kombinasi kecepatan, empati, dan tindakan nyata—bukan semata-mata PR manis. Kalau aku di posisi penggemar yang nonton drama ini, yang paling aku hargai adalah kejujuran. Biarpun kadang jawabannya lambat, lebih baik mereka jelasin prosesnya daripada ngasih janji kosong. Itu yang bikin hubungan antara studio dan komunitas bisa pulih, step by step.

Apakah Penulis Menjelaskan Inspirasi Judul Jangan Dulu Lelah?

5 Answers2025-10-20 13:01:35
Ada satu hal yang segera membuatku tersenyum saat membaca penjelasan di akhir buku: penulis memang menjelaskan asal mula judul 'jangan dulu lelah'. Di bagian catatan penulis, ia menulis bahwa frase itu muncul dari sebuah pesan singkat yang dikirim oleh sahabatnya pada masa sulit—sebuah pengingat sederhana agar tidak menyerah di tengah kelelahan. Penjelasan itu tidak panjang, tapi penuh nuansa: penulis bilang ia menyukai ambiguitas kalimat itu, yang sekaligus menguatkan dan mengizinkan jeda. Sebagai pembaca yang suka meraba makna lewat detail kecil, aku merasa penjelasan singkat ini justru memperkaya bacaan. Judul yang tadinya terasa seperti slogan berubah menjadi bisikan pribadi yang mengikat tema cerita—ketahanan, luka, dan ruang untuk istirahat. Cara penulis menjelaskannya terasa tulus dan cukup memadai untuk memberi konteks tanpa merusak pengalaman membaca, dan aku pulang dengan rasa hangat serta sedikit termotivasi untuk tak buru-buru menyerah.

Bagaimana Anda Menulis Puisi Tentang Bunga Untuk Ibu?

3 Answers2025-10-20 11:21:38
Satu cara yang sering kucoba adalah memulai dari sebuah kenangan kecil. Aku suka membayangkan sebuah momen—misalnya tangan ibu yang membengkok menata vas bunga di meja makan, atau aroma basah dari tanah setelah ibu menyiram tanaman pagi-pagi. Dari situ aku menangkap detail sensorik: warna yang nempel di pelupuk mata, suara gesekan daun, rasa hangat cangkir teh yang diteguk sambil memandangi bunga. Detail kecil seperti itu yang membuat puisiku tidak klise karena pembaca bisa ikut berada di sana, mendengar dan mencium, bukan cuma membaca kata-kata kosong. Langkah praktis yang kulakukan selanjutnya adalah memilih metafora yang sederhana tapi tepat: bunga sebagai senyuman, sebagai rahasia yang mengepak, atau sebagai waktu yang mekar. Aku cenderung memakai kalimat pendek bergantian dengan baris yang sedikit lebih panjang untuk memberi ritme, lalu menutup dengan sapaan langsung ke ibu—bukan sekadar nama, melainkan sesuatu yang intim seperti 'tanganmu' atau 'malammu'. Contoh baris yang sering kuulang dalam draf: 'Bunga pagi ini membawa kenangan kopi dan tawa,' atau 'kamu seperti lili, tenang namun berani.' Setelah itu aku baca keras-keras, merapikan kata yang terasa canggung sampai ritme dan emosi nyambung. Puisi terbaik menurutku adalah yang terasa seperti surat; sederhana, hangat, dan mudah dilafalkan di depan ibu. Itu yang selalu membuat mataku berkaca-kaca tiap kali kubacakan untuknya.

Bagaimana Penyair Modern Menggubah Puisi Tentang Bunga?

3 Answers2025-10-20 14:52:29
Lukisan bunga di kepalaku sering dimulai dari hal sepele: sisa kopi di gelas, bau hujan yang menempel pada pot tanah liat, atau notifikasi yang muncul di layar ponsel. Aku suka mencoba menangkap itu semua menjadi baris—bukan baris yang rapi seperti katalog botani, melainkan potongan-potongan yang ditumpuk, dipotong, dan kadang ditempel dari teks lain. Misalnya, aku pernah menulis puisi yang mengambil kata-kata dari daftar harga bibit online dan menyusunnya ulang jadi soneta modern; hasilnya aneh tapi terasa jujur, seperti bunga yang tumbuh di retakan trotoar. Di halaman struktur, aku bermain dengan teknik: enjambment panjang untuk meniru akar yang merayap, baris pendek seperti serbuk sari, dan putih halaman sebagai ruang kosong yang sama pentingnya dengan teks. Visual juga penting—apa jadinya bunga tanpa gambar? Aku sering menggabungkan tipografi tebal, spasi, bahkan potongan foto untuk memberi tekstur. Tema ekologis masuk dengan mudah; bunga bukan cuma keindahan, tapi juga korban pembangunan dan perubahan iklim. Menulis tentang itu bikin puisiku terasa mendesak, bukan hanya dekoratif. Yang paling menyenangkan adalah reaksi—ketika pembaca mengirim pesan bilang mereka mencium bau melati padahal aku hanya menulis tentang lampu jalan dan aspal. Itu tanda puisi berhasil memancing indera. Jadi, bagiku, menggubah puisi tentang bunga hari ini berarti merangkul kebisingan modern tanpa mengabaikan kelembutan yang sebenarnya membuat bunga menarik: kebetulan, kerentanan, dan cara kita tetap berharap meski musim berubah.

Di Mana Anda Bisa Menemukan Antologi Puisi Tentang Bunga Lama?

4 Answers2025-10-20 15:34:25
Aku senang sekali menelusuri rak-rak pudar di toko buku bekas ketika mencari antologi puisi bertema 'bunga lama'. Mulai dari toko-toko kecil di sudut kota sampai pasar buku Minggu pagi, tempat-tempat itu sering menyimpan koleksi tak terduga: antologi lokal, cetakan tua, bahkan buletin komunitas yang memuat puisi bertema flora. Coba cari di perpustakaan daerah atau Perpustakaan Nasional (Perpusnas) dengan kata kunci seperti 'bunga', 'puisi', 'antologi', atau nama-nama penyair yang memang suka memakai citra bunga—misalnya kamu bisa menemukan karya-karya Sapardi Djoko Damono dalam kumpulan seperti 'Hujan Bulan Juni' yang penuh metafora alam. Selain itu, jangan remehkan toko buku indie, zine kecil, dan penerbit lokal; mereka suka menerbitkan antologi tematik yang tidak dipasarkan luas. Kalau aku menemukan buku seperti itu, rasanya seperti menemukan surat cinta lama—penuh bau kertas dan memori. Selamat berburu, semoga kamu dapat sampul pudar dengan puisi yang membuat hati bergetar.

Apa Ciri Utama Puisi Elegi Adalah Penggunaan Bahasa Bagaimana?

4 Answers2025-10-20 12:09:05
Ada hal yang langsung kusadari setiap kali membaca elegi: bahasanya cenderung melankolis namun terkontrol. Aku sering tertarik pada bagaimana penyair memilih kata-kata yang sederhana tapi bermuatan—bukan melulu runtuhan metafora yang rumit, melainkan pilihan kata yang menimbulkan keheningan. Dalam elegi, kata sering dipadatkan sehingga tiap frasa membawa beban emosi; ada ritme lirikal yang mengalun perlahan, di mana jeda dan pengulangan berfungsi seperti napas yang menahan duka. Gaya bahasa juga sering bersifat personal dan langsung, meski bisa memakai citraan universal—langit, malam, sungai—sebagai cermin kehilangan. Aku merasakan penggunaan apostrof (panggilan pada yang tiada) dan pertanyaan retoris yang membuat pembaca diajak berduka bersama. Intinya, elegi memadukan kesedihan personal dengan estetika bahasa yang membuat rasa kehilangan terasa indah sekaligus mengena, dan itu selalu membuat aku berhenti sejenak saat membaca.

Struktur Puisi Elegi Adalah Seperti Apa Dalam Analisis Sastra?

4 Answers2025-10-20 15:53:18
Ada sesuatu yang selalu menarik perhatianku tentang elegi: ia seperti percakapan yang berbisik antara penyair dan ketiadaan. Dalam pengamatan aku, struktur elegi klasik biasanya bergerak melalui tiga tahap dasar—ratapan, pujian, dan penghiburan—namun bukanlah pola kaku. Pada bagian awal penyair sering membuka dengan ekspresi kehilangan yang intens, menggunakan citraan kuat dan pertanyaan retoris untuk menyoroti kekosongan. Di bagian tengah, nada bisa beralih menjadi reflektif atau dokumenter: kenangan tentang almarhum, pencatatan sifat-sifat mereka, atau pengakuan dosa dan penyesalan. Akhirnya ada upaya mencari penghiburan, entah lewat nasihat moral, pemaknaan ulang kematian, atau pengakuan tentang kelangsungan hidup dalam ingatan. Secara formal aku perhatikan bahwa elegi dapat memanfaatkan bentuk metrum tradisional—seperti pasangan elegiak pada tradisi klasik—atau justru memilih bentuk bebas dengan repetisi, enjambment, dan refrains untuk menekankan kehilangan. Yang membuat elegi berkesan bagi aku adalah pergeseran tonal: dari kepedihan ke penerimaan, walau penerimaan itu sering terasa pahit dan ambigu. Itu selalu meninggalkan rasa intim, seperti menerima surat dari teman yang sedang meratapi dunia, dan aku suka sekali merasakannya.

Sejarah Puisi Elegi Adalah Mulai Kapan Dalam Sastra Indonesia?

4 Answers2025-10-20 03:11:49
Bayangkan sebuah nyanyian duka yang menempel di bibir masyarakat nusantara jauh sebelum kata 'puisi elegi' dipakai — itulah akar yang sering kulacak saat membahas sejarah elegi dalam sastra Indonesia. Dari sudut pandang tradisional, bentuk-bentuk ratapan dan lagu duka sudah ada sejak lama dalam budaya lisan: tangis pengantar pemakaman, kidung-kidung Jawa, nyanyian para pelayat di Sumatera, atau syair dan pantun yang memuat unsur kehilangan. Itu berarti nuansa elegis hidup berabad-abad dalam praktik budaya; ia bukan sesuatu yang tiba-tiba muncul bersamaan dengan buku cetak. Namun, istilah elegi dan bentuk puitik modernnya lebih jelas muncul ketika tradisi lisan bertemu sastra bertulis dan pengaruh luar. Dalam periode modernisasi sastra Melayu-Indonesia, terutama sejak akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 ketika karya-karya mulai dicetak dan ide-ide romantisme Eropa meresap, nuansa elegi mulai terstruktur sebagai genre puitik: puisi yang secara sadar meratapi kematian, kerinduan, atau kehancuran. Nama-nama modern seperti Amir Hamzah, Chairil Anwar, lalu generasi sesudahnya seringkali menulis puisi berbahasa Indonesia yang memuat rona elegis secara eksplisit. Jadi, kalau ditanya mulai kapan—akarnya kuno dan oral, tapi sebagai bentuk sastra yang dikenali secara modern, ia menguat pada awal abad ke-20. Aku selalu merasa menarik bagaimana tradisi lama itu kemudian menyatu dengan ekspresi personal modern, menciptakan elegi yang kita baca sekarang.
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status