Apa Arti Kata 'Sampun' Dalam Bahasa Jawa Inggil?

2026-06-27 01:21:12
179
Share
Kuis Kepribadian ABO
Ikuti kuis singkat untuk mengetahui apakah Anda Alpha, Beta, atau Omega.
Mulai Tes
Jawaban
Pertanyaan

3 Jawaban

Wyatt
Wyatt
Bacaan Favorit: Sepupu dari Kampung
Pemandu Baca Teknisi
Pernah dengar teman dari Jawa Tengah bilang 'sampun' saat ngobrol santai? Awalnya kupikir itu cuma basa-bali, tapi ternyata lebih dari itu. Kata ini adalah bentuk krama inggil dari 'wis' atau 'sudah' dalam bahasa Jawa, dipakai untuk menunjukkan kesopanan ekstra. Biasanya digunakan saat bicara dengan orang yang lebih tua atau dihormati. Misalnya, 'Kula sampun nedha' artinya 'Saya sudah makan' dengan nuansa sangat halus.

Yang menarik, penggunaan 'sampun' juga sering ditemukan dalam wayang kulit atau upacara adat. Kata ini seperti bumbu rahasia yang bikin percakapan terasa lebih berbudaya. Aku sendiri suka memperhatikan bagaimana penutur Jawa mengalihkan antara ngoko, krama madya, dan krama inggil dengan lancar—seperti melihat tari bahasa yang hidup.
2026-06-28 00:29:08
12
Sahabat Baca Admin
Dulu waktu sering main ke Jogja, aku penasaran kenapa beberapa orang tiba-tiba ganti gaya bicara jadi lebih formal. Ternyata mereka sedang beralih ke krama inggil, dan 'sampun' adalah salah satu kata kuncinya. Berbeda dengan 'wis' yang kasual, 'sampun' membawa aura kesantunan klasik. Contohnya, ketika seorang abdi dalem keraton berkata 'Panjenengan sampun rawuh', itu jauh lebih hormat daripada sekadar 'Kowe wis teka'.

Lucunya, generasi muda Jawa sekarang kadang mencampur 'sampun' dengan bahasa gaul untuk efek komedi. Tapi dalam konteks seremonial, kata ini tetap sakral. Aku pernah melihat guru bahasa Jawa menjelaskan bahwa memilih antara 'wis' dan 'sampun' itu seperti memilih antara sendal jepit dan beskap—sama-sama fungsional tapi beda tingkat formalitasnya.
2026-07-01 10:04:28
12
Vance
Vance
Bacaan Favorit: Jatuh dalam Kepalsuan
Pembaca Aktif Bankir
Ada kehangatan unik dalam bahasa Jawa ketika seseorang memilih menggunakan 'sampun' alih-alih kata biasa. Ini bukan sekadar pengganti 'sudah', tapi semacam penghormatan linguistik. Aku belajar dari pengalaman ngobrol dengan mbah-mbah di Solo bahwa kata ini sering dipasangkan dengan subjek 'kula' sebagai bentuk kerendahan hati. Misalnya 'Kula sampun ngertos' artinya 'Saya sudah mengerti' dengan sentuhan rasa sungkan. Bedakan dengan 'Aku wis ngerti' yang terasa lebih ceplas-ceplos. Keindahannya terletak pada bagaimana satu kata bisa membawa serta nilai sopan santun turun-temurun.
2026-07-02 20:44:04
4
Lihat Semua Jawaban
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Buku Terkait

Pertanyaan Terkait

Apa arti kata hampura dalam bahasa Sunda?

3 Jawaban2026-05-30 09:36:21
Ada satu kata dalam bahasa Sunda yang selalu bikin aku tersenyum setiap dengar orang ngomonginnya: 'hampura'. Awalnya kupikir ini cuma versi lokal dari 'maaf', tapi ternyata lebih dalam dari itu. Kata ini nggak sekadar formalitas, tapi bener-bener ngebawa beban emosional. Orang Sunda pakai 'hampura' ketika mereka merasa bersalah beneran, bukan sekadar basa-basi. Aku ingat waktu tinggal di Bandung dulu, ada tetangga yang nabrak tanaman pot-ku. Daripada cuma bilang 'permisi' atau 'sorry' ala kadarnya, doi merunduk sambil bilang 'hampura' dengan nada yang bikin aku langsung luluh. Rasanya kayak ada kerendahan hati yang tulus gitu. Yang menarik, 'hampura' juga sering dipakai dalam konteks spiritual. Pas lebaran misalnya, anak-anak muda Sunda biasanya sungkem sambil bilang 'hampura' ke orang tua. Ini beda banget sama budaya 'maaf-maafan' di Jakarta yang kadang cuma sekadar tradisi. Kata ini mengajarkanku bahwa permintaan maaf itu nggak cuma soal ucapan, tapi juga tentang sikap dan kesediaan untuk memperbaiki kesalahan.
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status