LOGIN"Apa dia menyakitimu?" Pertanyaan itu berputar terus seperti kaset rusak di benakku. Aku tau dia buaya, buaya kelas atas. Sebagian diriku tertarik padanya, sebagian tidak. Dia selalu tepat sasaran, entah itu karena dia memang tulus atau terlalu berpengalaman. "Saya janji tidak akan melakukannya." Raffa apa yang harus aku lakukan padamu? Setelah kata itu terucap, kau menghilang tanpa kabar yang pasti. Kau hanya angin yang lewat atau hujan yang harus kusimpan? Karena aku tau saat aku berkata iya maka kepalsuan datang menghampiri ku lagi.
View MoreAngin bertiup selalu menandakan akan turunnya hujan, musim penghujan sudah mulai sejak bulan lalu. Oktober, tepat setahun yang lalu aku bertemu dengannya, Raffa. Laki-laki yang membuatku tertarik dalam sekejap dan menghilang begitu saja, ternyata dia hanya angin lewat. Setelah kejadian tertangkap basah Pak Chandra, tidak ada lagi kabar darinya. Bahkan pesan yang hampir satu semester lalu aku kirimkan. Jangankan dibalas, dibaca pun belum pesan itu. Kesal, sangat kesal!Jika aku bisa bertemu dengannya aku ingin meluapkannya. Tidak perduli dengan perbedaan usia dan tata krama terhadap yang lebih tua, aku akan memarahinya. “Aila!” Panggilan menyebalkan, kenapa di bulan-bulan terakhir koas-ku dia datang bergabung bersama kami. Namanya Dimas, laki-laki berjas putih yang sedang berjalan kearahku dengan melambai-lambaikan tangannya. Laki-laki yang selalu menimbulkan kesalahpahaman sejak bangku menengah atas. “Baby, kita makan siang di kantin yuk,” ajaknya dengan meran
Sebulan, dua bulan, tiga bulan, dan bulan-bulan berikutnya, aku menunggu seperti orang yang patah hati. Aku tak ingin mengakuinya, Raffa orang yang membuatku tertarik dan aku merindukannya. Kami memang hanya bertemu beberapa kali atau bisa dikatakan hanya tiga kali. Tapi dia mengetuk rasa penasaran milikku, sungguh tak biasa berbeda rasanya dibandingkan bang Dika. Eh, aku tak ingin terburu-buru. “Ai sedang memikirkan apa?” tanya Kayla yang baru datang ke ruang dokter. “Raffa,” jawabku singkat. Lebih baik jujur daripada dia bersikeras mengorekku nanti. Kayla menatapku penuh curiga “Laki-laki yang ngasih hadiah itu kan?” Aku mengangguk sebagai jawaban kali ini. “Bukannya kau masih mendapatkannya?” Aku mengangguk lagi “Seminggu dua kali seperti jadwal jaga malam kita.” “Terus apa masalahnya?” “Biasanya dia masih menghubungiku tapi kali ini tidak, hanya ada notes di setiap bingkisan”, terangku menunjukkan beberapa notes yan
Aku keluar dari kamar dengan sedikit panik. Bagaimana tidak, sebelum jam 7 malam sudah dijemput. Salah juga aku yang tak mengecek kotak pipih berlabel smartphone itu. Alia ceroboh. Aku tak tau apakah penampilanku rapi ataupun tidak, sekiranya rapi terakhir mengeceknya di depan cermin sebelum keluar. Huft. “Akhirnya tuan putri selesai dandannya,” ejek kak Tama setelah melihatku sekilas “ayo berangkat,” ajaknya menarik Chandra keluar dari rumah. Raffa? Dia berdiri ditempatnya, jadi patung. Patung yang sangat tampan dengan pakaian yang lebih santai. Seperti patung manequin di mall, yang tingginya tidak realistis. Aku jadi penasaran berapa sebenarnya tinggi si Pak Raffa ini. Dia terus memandangiku, apa ada yang salah? Apa hijabku berantakan? Apa aku terlihat sangat jelek? Ya Tuhan, Alia! “Pak Raffa, kita jadi berangkat?” tanyaku mencoba menyadarkannya. Raffa terlihat terkejut ditempatnya, sungguh ingin aku tertawa t
Pak Raffa Siang Alia, sudah makan hari ini? Saya mengirimkan sesuatu di loby rumah sakit, ambil ya. Pesan itu lagi, sejak ajakan makan malam tempo hari Pak Raffa seakan menerorku. Setiap harinya dia akan menanyakan jawaban perihal makan malam. Belum lagi pesan-pesan penuh perhatian yang sangat menganggu. Aku tidak selalu memegang ponsel dan sekalinya memegang ponsel spam pesan darinya membuatku sakit kepala. Materi dan praktek ko-as saja sudah membuat kepalaku sakit ditambah pesan-pesan menyebalkan darinya. Aku sedikit menghela nafas, dia bertanya soal makan maka, hari ini dia pasti mengirimkan bingkisan makanan yang akan sampai di lobi rumah sakit. Soal bingkisan, itu dimulai dari minggu lalu. Saat aku total mengabaikan pesan-pesan darinya. Pertama sekali bingkisan-bingkisan seperti ini datang ke rumah. Namun, setelah dia ‘tahu’ jika rumah jarang dihuni, dia mengirimkannya ke rumah sakit. Pri






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.