Apa Arti Lagu 'Sepatah Kata Perpisahan' Dari Sheila On 7?
2026-05-19 15:27:46
291
I-follow17
Share
TehRagu
Penjelajah Alur
Insinyur
ABO Personality Quiz
Sagutan ang maikling quiz para malaman kung ikaw ay Alpha, Beta, o Omega.
Amoy
Pagkatao
Ideal na Pattern sa Pag-ibig
Sekretong Hangarin
Ang Iyong Madilim na Pagkatao
Simulan ang Test
3 Answers
Flynn
Pemberi Saran
Mahasiswa
Sebagai seseorang yang tumbuh dengan lagu-lagu Sheila on 7, 'Sepatah Kata Perpisahan' selalu terasa seperti teman di saat galau. Liriknya itu loh, bikin kamu ngerasa nggak sendirian. Aku nangkep lagu ini sebagai cerita tentang pasangan yang sadar mereka harus berpisah, tapi masih ada rasa sayang yang tersisa. Itu yang bikin sedih—kamu nggak benci orangnya, tapi jalan hidup udah beda.
Yang menarik, lagu ini nggak menyalahkan siapa-siapa. Malah terasa ada penerimaan bahwa kadang cinta nggak cukup buat nyelamatin hubungan. Aku suaaangat relate sama line 'mungkin ini waktunya tuk melangkah pergi'... rasanya dewasa banget. Bukan marah-marahan kayak lagu breakup kebanyakan, tapi lebih seperti keputusan matang demi kebahagiaan kedua belah pihak.
2026-05-23 09:39:18
6
Micah
Penggemar Novel
Staf
Dari semua lagu Sheila on 7, 'Sepatah Kata Perpisahan' itu yang paling sering aku ulang-ulang pas lagi pengen merenung. Buatku, lagu ini nangkap betapa perpisahan itu proses yang pelan—nggak cuma sekadar bilang 'dadah' terus selesai. Lirik 'kita terjebak dalam ruang dan waktu' itu deskripsi sempurna tentang hubungan yang mentok, di mana kamu dan pasangan kayak berjalan di tempat.
Aku selalu ngebayangin lagu ini dari perspektif orang yang harus ngambil keputusan berat buat ngakhiri hubungan yang udah nggak sehat, meski masih ada cinta. Itu yang bikin lagunya timeless—karena nyentuh sisi manusiawi banget. Nggak heran sampai sekarang masih banyak yang nyanyiin lagu ini pas lagi patah hati.
2026-05-23 13:08:15
14
Xylia
Pencerah
Staf
Ada sesuatu yang sangat menggigit dari lirik 'sepatah kata Perpisahan' yang bikin aku selalu merinding setiap denger. Sheila on 7 itu jenius banget dalam bungkus perasaan rumit soal putus cinta dalam lagu yang kedengeran sederhana. Aku ngerasa lagu ini nggak cuma tentang dua orang yang pisah, tapi juga tentang betapa sakitnya ketika kamu harus ngelepas seseorang yang masih kamu sayang, tapi hubungannya udah nggak bisa diselamatkan.
Yang bikin dalem buatku adalah cara Dudi (vokalis) nyamain perpisahan dengan 'sepatah kata'—seperti sesuatu yang kecil tapi dampaknya gede banget. Itu metafora yang kuat buat nunjukin bagaimana hal-hal sederhana dalam hubungan (kata-kata, janji, bahkan diam) bisa jadi titik balik yang nggak terduga. Aku juga suka bagian 'kita terjebak dalam ruang dan waktu'... kayak hubungan itu stagnan, nggak maju, dan akhirnya harus diputus meski berat.
2026-05-24 12:33:17
9
Tingnan ang Lahat ng Sagot
I-scan ang code upang i-download ang App
Kaugnay na Mga Aklat
Di Ujung Perpisahan
Stary Dream
10
46.9K
"Jika aku diberi kesempatan untuk lahir kembali.. aku tidak ingin menjadi istrimu, mas. Aku tidak mau menjadi orang ketiga diantara hubunganmu dengannya. Kamu pantas bahagia."
"Lalu kenapa aku harus jatuh cinta padamu diujung perpisahan kita?"
***
Indah sudah putus asa akan hubungannya dengan suaminya. Ia pasrah ketika Biru memberikan talak tiga dan mengakhiri kisah rumah tangga mereka.
Tapi kenapa cinta malah terbit di hati Biru ketika perpisahan mereka diujung mata?
Sedangkan mereka sudah tak memiliki jalan untuk kembali bersama..
Pacar yang dulu hatinya kuhancurkan, akhirnya pulang membawa pacar barunya untuk dikenalkan kepada keluarga pada tahun kedelapan setelah dia pergi kuliah ke luar negeri.
Di saat yang sama, aku juga akhirnya divonis rumah sakit bahwa perjuanganku melawan kanker selama delapan tahun telah gagal. Aku sudah boleh pulang untuk menunggu kematian.
Saat melihatku duduk di kursi roda sambil dituntun ibuku, sudut bibir Lexi menampakkan senyum mengejek. "Wah, delapan tahun nggak ketemu, kenapa hidupmu jadi separah ini? Jalan saja sudah nggak bisa."
Mendengar nada bicaranya yang penuh jijik, aku hanya menarik lengan jaket buluku dengan tenang, menutupi bekas tusukan jarum yang memenuhi punggung tanganku.
"Nggak apa-apa, cuma jatuh waktu jalan, patah tulang saja."
Lexi kembali tertawa sinis. "Kalau begitu, aku sebentar lagi mau nikah. Jadi pendamping pengantin buat tunanganku, ya."
Aku tetap hanya tersenyum tenang. "Nggak usah. Aku sebentar lagi mau pergi ke tempat yang sangat jauh."
Setelah mengatakan itu, aku menepuk punggung tangan ibuku pelan, memberi isyarat agar dia segera mendorong kursi rodaku pulang.
Aku dan Andrew, pacarku yang seorang dokter bedah sudah berpacaran selama tujuh tahun. Kami bahkan pernah mengadakan 66 kali pernikahan, tapi setiap kali Andrew selalu membatalkannya karena Selena.
Pertama kali, Selena salah menyuntikkan obat ke pasien. Andrew menyuruhku menunggunya dan aku pun menunggunya seharian penuh.
Kedua kalinya, Selena terpeleset saat mandi. Saat itu kami sudah siap bertukar cincin, tapi Andrew langsung pergi tanpa berpikir panjang, meninggalkanku begitu saja di depan para tamu yang menertawakanku.
Begitulah seterusnya. Aku terus mengadakan 65 kali pernikahan dan setiap kali Selena selalu punya alasan untuk memanggil Andrew pergi.
Di pernikahan ke-65, Selena bilang anjingnya sakit parah dan dia juga ingin bunuh diri dengan melompat dari gedung. Penyakit jantung ibuku sampai kambuh sangking marahnya, tapi tetap saja kami tak bisa menahan Andrew.
Setelah itu, Andrew berlutut memohon agar keluargaku memaafkannya. Dia bilang dirinya hanya merasa kasihan pada Selena yang seorang yatim piatu dan akulah satu-satunya orang yang paling dia cintai.
Aku memberinya kesempatan terakhir, tapi dia kembali mengecewakanku.
Akhirnya, aku benar-benar menyerah. Aku memilih berpisah dengan Andrew dan bergabung dengan tim dokter lintas batas internasional.
Mulai sekarang, kami pun tidak perlu bertemu lagi.
Pada hari jadi pernikahanku yang ketujuh dengan Ivan, aku menunggu di depan satu meja penuh makanan yang sudah dingin hingga fajar.
Keesokan harinya, justru kulihat dia yang seharusnya sedang menghadiri jamuan, muncul di berita utama sambil menggandeng cinta lamanya, Isabella.
Aku pun membalik meja, membakar ruang kerjanya, dan dengan mata memerah menghancurkan pesta penyambutan Isabella.
"Kembali. Jangan temui dia."
"Kalau nggak, kita cerai."
Namun dia bahkan tidak bereaksi sedikit pun.
Sampai Isabella begitu ketakutan sehingga pergelangan kakinya terkilir.
Untuk pertama kalinya, kekhawatiran muncul di mata Ivan, dan dia memarahiku,
"Sudah cukup belum kamu membuat keributan?"
Aku tertegun lama, lalu akhirnya melemparkan selembar perjanjian cerai ke wajahnya.
"Kita cerai."
Ivan menandatangani dengan asal-asalan, lalu membungkuk memijat pergelangan kaki Isabella.
Aku berbalik dan pergi. Ada yang menebak, apakah kali ini aku benar-benar serius.
Ivan mencibir dingin.
"Bagus kalau benar pergi. Tujuh tahun pakai cara yang sama, dia nggak bosan, aku pun sudah muak."
Angin dingin menerpa dada, aku menggenggam erat tiket pesawat.
Sesuai keinginannya ... kali ini aku benar-benar melepaskannya.
SINOPSIS MASIH TENTANGMU
Hati Deandra hancur lebur setelah tahu kenyataan kalau mantan suaminya menjalin hubungan dengan rekan sekantornya. Bahkan mereka sudah mau menikah.
Jujur saja, dia masih mencintai laki-laki itu. Gama, yang menjadi cinta pertamanya.
Besar harapan Deandra untuk bisa kembali rujuk dengan Gama. Masih menunggu agar Gama memperjuangkannya lagi. Namun kehadiran Alita telah menghempaskan harapannya.
Masih pantaskah dia cemburu, menangis, dan marah. Sedangkan Gama bukan siapa-siapa lagi baginya, selain sebagai seorang ayah dari putri kecilnya. Padahal belakangan ini hubungan mereka kembali dekat dan membaik. Sering jalan bertiga seperti keluarga utuh pada umumnya.
Apa Gama melakukan itu hanya demi anaknya saja? Tidakkah dia peka dengan perasaan wanita yang telah dikenalnya semenjak remaja?
Haruskah Deandra memperjuangkan cintanya lagi? Atau menerima nahkoda baru yang bisa membawanya berlayar ke destinasi impian?
*****
Cerbung ini sekuel dari cerbung WAKTU YANG HILANG. Di mana GAMA adalah sepupu dari SAGA (tokoh utama di cerbung tersebut).
Yuk, ikuti kisahnya. Menarik loh ....
Tiga tahun setelah aku menjalani pernikahan yang diatur dengan pewaris Keluarga Wiranegara, orang yang pernah pergi, kembali lagi.
Sudah delapan kali dia meninggalkanku demi Julisa.
Kali ke-sembilan, dia meninggalkanku bersimbah darah di pinggir jalan akibat tembakan, hanya untuk lari menemui Julisa yang meneleponnya karena merasa sedikit pusing.
"Dia membutuhkanku. Kamu mengerti, 'kan, Kirana?"
Kali ini, aku tidak berjuang untuknya.
Dia tidak tahu tentang taruhan yang kubuat dengan Julisa. Kali ke-sembilan dia meninggalkanku, aku yang akan pergi untuk selamanya.
Jadi, pada hari ulang tahunnya, aku meletakkan selembar akta cerai yang sudah ditandatangani di mejanya, lalu naik pesawat meninggalkannya.
Mendengar 'Perpisahan Terindah' selalu bikin aku merinding. Liriknya bercerita tentang perpisahan yang terasa pahit tapi juga indah, seperti dua sisi mata uang. Aku merasa lagu ini menggambarkan momen ketika seseorang harus melepaskan orang yang dicintai, bukan karena benci, tapi karena mengerti bahwa itu yang terbaik. Kata-kata seperti 'kita harus berpisah untuk menemukan arti yang lebih dalam' bikin aku berpikir tentang pengorbanan dalam hubungan.
Di bagian reff, ada nuansa optimis yang tersembunyi. Meski berpisah, mereka berharap satu sama lain bahagia. Aku suka bagaimana Sheila on 7 bisa memasukkan filosofi hidup ke dalam lirik sederhana. Bagiku, lagu ini bukan cuma soal cinta romantis, tapi juga tentang persahabatan atau bahkan hubungan keluarga yang harus berakhir demi kebaikan bersama.
Ada sesuatu yang magis dari cara Sheila on 7 merangkai kata dalam 'Berceraylah'. Lirik ini bagi ku seperti percakapan dengan diri sendiri di tengah malam yang sunyi, tentang keraguan dan harapan yang berkelindan. Kata 'berceraylah' sendiri mengingatkan ku pada cahaya yang tersebar tak beraturan, mungkin metafora untuk perasaan atau mimpi yang terfragmentasi.
Dari pengalaman mendengarkan lagu ini bertahun-tahun, aku merasa ini adalah ajakan untuk menerima ketidakpastian. 'Berceraylah' seolah memberi izin untuk tidak harus selalu terkumpul rapi, baik itu emosi, rencana hidup, atau bahkan hubungan. Ada keindahan dalam kekacauan yang diusung oleh lagu ini, dan itu yang membuatnya timeless buat ku.
Ada bait terakhir di 'Sephia' yang selalu membuat moodku berubah—dari hangat jadi sendu dalam hitungan detik.
Bait penutup itu terasa seperti pengakuan yang sudah lama ditahan; bukan hanya tentang kehilangan orang, tapi tentang kehilangan waktu yang tak bisa kembali. Dalam cara liriknya disusun, ada pengulangan kesan rindu yang tak kunjung selesai namun dibungkus tenang, seolah pelantun sedang merelakan sesuatu tanpa amukan. Gaya bahasa Sheila on 7 yang sederhana malah memperkuat emosi itu: kata-kata sehari-hari yang jadi sangat personal di telinga pendengar. Untukku, arti bait terakhirnya bukan semata akhir dari cerita cinta, melainkan momen pasrah di mana kenangan tetap manis walau menyakitkan.
Secara pribadi, aku suka membayangkan adegan di mana lampu jalan redup dan si tokoh berjalan sendiri, menatap masa lalu dengan senyum kecil. Bait penutup itu memberi ruang bagi pendengar untuk mengisi cerita sendiri—makanya ia terasa akrab dan tak lekang. Ditutup dengan nada melankolis yang tidak berlebihan, ia meninggalkan rasa lega sekaligus kangen, dan itu selalu membuatku replay lagu itu lagi sebelum tidur.
Mendengar 'Masih Ada' dari Sheila On 7 selalu bikin aku merinding. Lagu ini bukan sekadar tentang rindu, tapi lebih dalam lagi—seperti percakapan antara seseorang dengan bayangannya sendiri. Aku merasa lagu ini bicara tentang usaha mempertahankan harapan meski yang dicintai sudah pergi. Lirik 'ingin memeluk, tapi kau di mana?' menggambarkan kesenjangan antara keinginan dan kenyataan, dan itu bikin aku mikir: jangan-jangan kita semua pernah ngerasain ini—ingin meraih sesuatu yang udah nggak mungkin.
Yang bikin menarik, lagu ini juga punya nuansa optimis. Judulnya aja 'Masih Ada', seolah bilang, 'hey, meski sakit, hidup terus berjalan.' Aku suka cara Sheila On 7 bisa bikin lagu sedih tapi nggak bikin depressi. Musiknya yang upbeat kontras banget sama liriknya, dan itu menurutku simbol bahwa kadang kita harus tertawa di tengah tangis.