LOGIN
Lexi melihat jejak darah panjang di lantai. "Baiklah, aku akan melepaskanmu."Setelah itu, dia pergi bersama Tania ke pengadilan negeri, menanggung seluruh utang sendirian, dan membiarkan Tania pergi.Itu adalah kebaikan terakhirnya. Setelah itu, hidupnya benar-benar kacau. Setiap hari dia hanya minum alkohol di rumah, sementara ibunya mulai memohon-mohon padanya setiap hari, memohon agar dia berhenti menghancurkan diri seperti itu.Namun setiap kali, Lexi hanya memandangnya dengan tenang. "Bukankah ini yang Ibu inginkan? Sosok anak baik yang selamanya bisa Ibu kendalikan.""Lihat, sekarang aku sangat patuh pada Ibu, 'kan? Menemani Ibu dipukuli sampai setengah mati."Ibu Lexi akhirnya benar-benar ketakutan. Dia mulai menangis. Di tengah isaknya, dia memohon agar Lexi melepaskannya. Namun, Lexi hanya memandangnya dengan tenang."Memangnya ada gunanya nangis? Waktu Shemy nangis, kenapa Ibu nggak terpikir untuk melepaskannya? Waktu aku nangis, kenapa Ibu juga diam saja?"Begitulah, di baw
"Hais, Shemy itu memang jahat. Kalau dulu dia nggak goda anak kami, mana mungkin Lexi dibohongi olehnya sampai sebegitunya. Untung saja dia kena kanker. Aku cuma suruh dia mikirin masa depan Lexi, terus dia benar-benar putus dengan Lexi atas kemauannya sendiri.""Kamu juga pintar. Kamu menghubungiku, jadi aku bisa segera kirim undangan pernikahan Shemy ke Lexi. Kalau nggak, gimana mungkin Lexi mau nikah denganmu? Tenang saja, Lexi itu anakku, aku paling tahu sifatnya.""Setelah dia pulang nanti, kamu tinggal limpahkan semua kesalahan padaku, lalu nangis sedikit dan ungkit anak di perutmu itu. Aku jamin dia akan hidup baik-baik denganmu.""Soal Shemy, dia juga sudah mati, jadi nggak perlu kamu pikirkan lagi. Tapi kamu memang hebat. Waktu itu aku cuma asal kasih sedikit petunjuk supaya kamu mengadu domba Shemy dan Lexi. Nggak kusangka, kamu malah langsung buat Shemy mati.""Bagus juga. Orang mati mana mungkin masih bisa rebut anakku dariku."Mendengar percakapan dari dalam rumah, Lexi me
Hanya saja, sekalipun dia bertanya, Shemy juga tidak akan mengatakannya, 'kan?Shemy memang selalu seperti itu. Di luar terlihat lembut dan penurut, tetapi selama dia sudah mengambil keputusan, dia tidak akan pernah menyesalinya.Seperti saat ujian tengah semester kelas dua SMA dulu, Shemy sampai sakit perut parah hingga tidak bisa bangun dari tempat tidur.Namun, agar Lexi tidak melewatkan ujian akhir karena dirinya, Shemy memaksakan diri terlihat baik-baik saja dan tetap pergi ke tempat ujian.Bahkan dia masih memaksakan diri mengantar Lexi sampai masuk ke ruang kelas. Barulah setelah itu dia pingsan di luar ruang ujian.Dada Levi kembali dipenuhi rasa sakit yang menusuk-nusuk. Terutama saat mengingat adegan dirinya mendorong Shemy di restoran waktu itu. Selama beberapa hari ini, dia selalu tidak berani mengingat kejadian itu.Karena pada malam setelah pulang dan bertemu Shemy, Tania pernah menangis sambil berkata kepadanya, jika Shemy masih mencintainya, dia rela melepaskannya, tida
Sampai malam sebelum pernikahan, Lexi menghubungi Shemy untuk terakhir kalinya dengan jari-jari gemetar.Tak disangka, Shemy bukan hanya memblokir nomornya, bahkan WhatsApp-nya juga sudah diblokir.Jadi, tunangan Shemy itu memang sepenting itu ya? Sampai-sampai Shemy bahkan tidak mau tetap berteman dengannya.Namun, itu juga bagus. Setidaknya dia bisa benar-benar menyerah, menikah dengan Tania, dan menjalani peran sebagai seorang ayah dengan baik.Di hari pernikahan, semuanya terasa berlalu seperti kilasan cepat. Dia terus mencari sosok Shemy di dalam aula, tetapi Shemy tidak datang, begitu juga ibu Shemy.Melihat kursi yang seharusnya disediakan untuk keluarga Shemy kini ditempati kerabat dan teman lain, dadanya kembali dipenuhi rasa sakit yang menusuk-nusuk.Sampai akhirnya, acara pernikahan selesai dan memasuki sesi bersulang. Saat dia berjalan ke meja teman-teman SMA mereka dulu dan hendak mengangkat gelas untuk bersulang, sahabat terbaik Shemy semasa sekolah tiba-tiba menatapnya s
Lexi tidak tahu kenapa, tetapi setiap kali dia teringat tatapan terakhir Shemy padanya saat itu, tatapan yang bercampur dengan cinta mendalam, perpisahan, bahkan rasa sakit, hatinya langsung dipenuhi kepanikan.Bahkan ketika dokter memberitahunya bahwa anak di dalam kandungan Tania baik-baik saja, dia sama sekali tidak merasa senang.Setelah Tania tertidur, dia segera menelepon Shemy dengan gelisah. Bagaimanapun juga, hubungannya dengan Tania terjadi karena sebuah kecelakaan. Tania adalah adik kelasnya saat dia belajar kedokteran di luar negeri.Tania mengejarnya selama delapan tahun. Sampai pada tahun keenam, Tania sengaja membuatnya mabuk dan berdandan menyerupai Shemy, barulah mereka berhubungan intim.Setelah kejadian itu, meski mengetahui kebenarannya, dia tetap meminta maaf pada Tania dan memberitahunya bahwa dia benar-benar tidak mencintainya dan tidak mungkin akan mencintainya.Walaupun Shemy sudah tidak mencintainya lagi, bahkan sudah menjauh darinya, seumur hidupnya dia hanya
"Aku nggak bisa menahan diri, jadi menamparnya sekali. Setelah itu, dia langsung mendorongku dengan marah.""Kamu tahu sendiri, aku lagi hamil. Kondisi tubuhku juga nggak baik. Aku sama sekali nggak tahan meski hanya sedikit benturan."Mendengar perkataan Tania, seluruh tubuhku sontak terpaku di tempat. Bibirku bergetar beberapa kali sebelum akhirnya bisa mengeluarkan suara."Lexi, dengarkan aku, bukan seperti itu. A ... aku benar-benar nggak melakukannya."Siapa sangka, Lexi malah marah. "Shemy, kenapa kamu begitu jahat? Delapan tahun lalu, kamu selingkuh dengan pria lain.""Delapan tahun kemudian, saat aku hampir nikah, kamu merasa aku masih baik padamu, bahkan sampai memukul tunanganku.""Kamu berani memukul wanitaku ya? Hari ini akan kubiarkan kamu merasakan akibatnya." Sambil berkata begitu, dia berjalan mendekat, lalu menendang kursi rodaku dengan marah beberapa kali.Dia juga mendorong kursi rodaku dengan keras ke arah meja makan. Kursi roda itu menghantam meja makan. Mangkuk-ma
"Sudah sekurus ini masih ikut-ikutan diet!"Dadaku langsung dipenuhi rasa sesak dan pahit karena perhatian Lexi yang mendadak itu. Namun hanya sesaat, aku segera tersenyum dan berkata, "Herry suka aku lebih kurus."Herry adalah nama pria yang dulu dikarang ibu Lexi sebagai selingkuhanku.Sejak Lexi
Karena untuk keluar rumah kali ini, aku sudah menghabiskan terlalu banyak tenaga. Setelah hari ini, mungkin aku benar-benar tidak akan bisa keluar lagi. Untungnya, pukul satu siang aku menerima telepon dari Lexi. Dia bilang mereka sudah turun.Ibuku sangat tidak senang dan aku harus membujuknya cuku
Delapan tahun lalu, saat baru mengetahui aku mengidap kanker, harapan terbesarku hanyalah agar Lexi bisa melupakanku dan benar-benar melepaskanku.Namun sekarang, saat mendengar Lexi bisa membicarakan kejadian tujuh tahun lalu dengan begitu tenang dan membicarakanku dengan begitu tenang. Bahkan menc
Saat aku sudah tidak sanggup menjalani kemoterapi lagi, aku hanya bisa terus bertahan dengan menggenggam erat foto lama aku dan Lexi. Aku menjalani puluhan operasi besar dan kecil. Berkali-kali aku dikirim ke ruang ICU dan nyaris tidak pernah bangun lagi.Saat itu, ibuku berdiri di samping ranjang s







