Apa Arti Peribahasa Minangkabau 'Takuruang Nak Di Luar'?

2025-12-12 22:16:05 204

3 คำตอบ

Jack
Jack
2025-12-13 02:18:08
Jika ditelaah lebih dalam, peribahasa ini bukan sekadar sindiran tapi juga pelajaran tentang Gratitude. Ada seorang teman dari Padang yang bercerita bagaimana ibunya selalu mengucapkan kalimat ini setiap kali dia mengeluh tentang kehidupan di rantau. Awalnya dianggap sebagai larangan, tapi ternyata lebih pada nasihat untuk mensyukuri proses.

Maknanya multi-layer: bisa tentang orang yang ingin pindah dari desa ke kota padahal potensi ada di desa, atau tentang kita yang sering menganggap solusi selalu ada 'di sana' bukan 'di sini'. Justru kadang jawabannya ada dalam kandang yang kita anggap pengap itu sendiri.
Sawyer
Sawyer
2025-12-17 00:29:46
Perspektif lain yang menarik dari peribahasa ini adalah kritik halus terhadap mentalitas 'grass is greener'. Di budaya Minangkabau yang kuat dengan nilai kearifan lokal, ungkapan ini seperti alarm untuk berhenti meromantisasi hal-hal di luar jangkauan. Aku membayangkan nenek moyang Minang dulu menyampaikannya sambil tersenyum, melihat anak muda yang gelisah ingin merantau padahal kampung sendiri menyimpan banyak peluang.

Pengalaman pribadi mengajarkan bahwa keinginan untuk 'keluar' sering datang dari rasa tidak puas yang tidak produktif. Dulu aku hampir terjebak membeli gadget baru hanya karena lihat teman punya, padahal gadget lama masih berfungsi sempurna. 'Takuruang nak di luar' mengingatkan kita untuk lebih bijak menilai kebutuhan vs keinginan.
Wesley
Wesley
2025-12-18 01:45:00
Ada sesuatu yang lucu sekaligus dalam tentang peribahasa Minang ini. Bayangkan seekor ayam di dalam kandang yang justru mati-matian ingin keluar, padahal di luar sana mungkin ada elang atau hujan badai. Itulah gambaran 'Takuruang nak di luar'—keinginan untuk meraih sesuatu yang dianggap lebih baik di tempat lain, meski belum tentu lebih baik dari yang sudah dimiliki.

Dalam konteks kehidupan, seringkali kita mengidamkan pekerjaan, hubungan, atau status sosial yang 'tampak' lebih mentereng di luar, tanpa menyadari bahwa apa yang kita miliki saat ini mungkin adalah berkah terselubung. Aku sendiri pernah terjebak dalam fase seperti ini, terus membandingkan diri dengan pencapaian orang lain sampai akhirnya menyadari: rumput tetangga memang selalu terlihat lebih hijau, tapi belum tentu lebih subur akarnya.
ดูคำตอบทั้งหมด
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

หนังสือที่เกี่ยวข้อง

Aku Ibumu, Nak!
Aku Ibumu, Nak!
Faridah, seorang ibu yang seharusnya menikmati masa tuanya bersama anak-anaknya malah diperlakukan seperti pembantu dan pengasuh oleh anak sulungnya. Weni dan Ibu mertuanya memperlakukan Faridah layaknya babu gratusan yang gampang disuruh-suruh mengerjakan pekerjaan rumah. Tak jarang, Faridah harus bekerja ekstra jika sedang ada acara di rumah besannya.
10
44 บท
Tolong ayah, Nak!
Tolong ayah, Nak!
"Tolong ayah, Nak! Tolong nikahi anak kandung ayah. Angkat derajatnya dari perempuan hina menjadi perempuan terhormat. Bentuk dia menjadi perempuan mandiri. Setelahnya kamu boleh menceraikannya." Permintaan ayah tiri Arzan yang begitu sulit untuk dipenuhi. Bagaimana tidak, dia diminta untuk menikahi seorang perempuan pekerja seks.
คะแนนไม่เพียงพอ
7 บท
ARTI SEBUAH PERBEDAAN
ARTI SEBUAH PERBEDAAN
Perbedaan status yang memisahkan mereka yang diakhiri dengan kerelaan gadis itu melihat pasangannya memiliki kehidupan yang bahagia bersama dengan keluarganya, itulah cerminan cinta sejati dari gadis lugu itu.
10
112 บท
Arti Kata Penyesalan
Arti Kata Penyesalan
Setelah terlahir kembali, hal pertama yang dilakukan Amalia Moore adalah berlutut di hadapan kedua orang tuanya. Setiap kata yang terucap dari bibirnya penuh dengan sarat ketulusan. "Ayah, Ibu, tentang perjodohan dengan Keluarga Lewis, aku memilih untuk nikah dengan Joey Lewis." Mendengar pernyataan putri mereka yang begitu tiba-tiba, orang tua Amalia tampak benar-benar terkejut. "Amalia, bukankah orang yang kamu sukai itu Hugo? Lagi pula, Joey adalah paman Hugo." Seakan teringat sesuatu, sorot mata Amalia sedikit berubah. Suaranya mengandung kepedihan yang sulit disembunyikan. "Justru karena aku tahu konsekuensi dari mencintainya, aku nggak lagi berani mencintai." "Ayah, Ibu, selama ini aku nggak pernah minta apa pun dari kalian. Sebagai nona dari keluarga terpandang yang telah nikmati kemewahan dan nama besar keluarga, aku sadar nikah bisnis adalah tanggung jawab yang harus kupikul. Aku hanya punya satu permintaan ini. Tolong, penuhi permintaanku."
10 บท
Tetanggaku Luar Biasa
Tetanggaku Luar Biasa
Ajeng memiliki tetangga baru yang memiliki sifat sangat menyebalkan. Bukan hanya sering memanfaatkan kebaikan Ajeng, sang tetangga juga sering berusaha menjatuhkan nama baik Ajeng di depan orang lain. Anehnya, suami Ajeng sering diam bahkan cenderung membela sang tetangga yang tak lain saudara sepupunya. Bagaimana sikap dan cara Ajeng menghadapi sikap tetangganya yang luar biasa itu?
10
47 บท
Anakku Disakiti Selama Aku Merantau di Luar Negeri
Anakku Disakiti Selama Aku Merantau di Luar Negeri
Dalam beberapa tahun tinggal di luar negeri dan bekerja sebagai TKW aku menitipkan anak kepada suami dan mempercayakan pengasuhannya. kukirimkan uang tiap bulan agar mereka bertahan hidup dan anak-anak bisa tetap sekolah tapi kenyataan pahit yang dihadapi saat pulang... adalah sesuatu yang tak pernah kubayangkan. anakku meringkuk kelaparan di dalam sebuah ruangan kumuh dalam keadaan sakit dan demam. saat ku tanyakan di mana ayahnya dia sendiri tidak tahu karena ternyata lelaki itu telah....
10
35 บท

คำถามที่เกี่ยวข้อง

Peribahasa 'Jauh Panggang Dari Api Artinya' Relevan Di Budaya Mana?

5 คำตอบ2025-10-21 23:28:55
Baru saja aku mengingat percakapan di warung kopi tentang pepatah 'jauh panggang dari api'—dan selalu menarik melihat betapa nyamannya ungkapan ini di lidah banyak orang. Dalam pandanganku yang agak nostalgia, pepatah ini paling relevan di budaya Indonesia dan Melayu; banyak keluarga di kampung menggunakan istilah ini untuk menertawakan janji-janji besar yang ujung-ujungnya meleset. Aku sering mendengar orang tua menasihati anaknya ketika rencana yang diemban ternyata terlalu muluk untuk kemampuan yang ada. Selain itu, di kota-kota besar pepatah ini dipakai dalam obrolan santai tentang politik, proyek kerjaan, atau kencan yang tidak sesuai harapan. Bahasa sederhana dan gambaran visualnya—panggang yang jauh dari api—membuat kritik terdengar ringan namun menyakitkan. Aku merasa ungkapan ini juga menghubungkan generasi karena anak muda pun sering mengekspresikan kekecewaan mereka dengan cara yang mirip, walau kadang diubah menjadi meme. Secara personal, aku suka pakai pepatah ini waktu menertawakan ekspektasi berlebih terhadap film atau game yang terlalu diiklankan. Intinya, budaya yang menghargai perumpamaan visual dan humor sarkastik akan merasa dekat dengan pepatah ini, dan di Nusantara pepatah itu hidup sehari-hari.

Apa Perbedaan Antara Bagaikan Pungguk Merindukan Bulan Artinya Dan Peribahasa Lain?

3 คำตอบ2025-09-19 15:56:46
Dalam budaya kita, peribahasa 'bagaikan pungguk merindukan bulan' sering dipahami sebagai ungkapan rasa kerinduan yang mendalam terhadap sesuatu yang sangat jauh atau tidak terjangkau. Ketika kita mendengar ungkapan ini, biasanya langsung teringat akan cinta tak berbalas atau harapan yang tampaknya mustahil. Bayangkan pungguk, burung malam yang hanya bisa mengagumi bulan dari kejauhan, tidak pernah bisa menjangkau sang bulan. Ini menciptakan gambaran yang kuat tentang rasa putus asa dan kerinduan. Dengan cara ini, peribahasa ini bangkit dengan imajinasi, memicu rasa empati kita kepada mereka yang merasa terhalang oleh cinta atau impian yang sulit dicapai. Namun, jika kita bandingkan dengan peribahasa lain, seperti 'air yang tenang menghanyutkan', terdapat nuansa yang berbeda. 'Air yang tenang menghanyutkan' berbicara tentang kekuatan yang tersembunyi di balik kesan kalem. Ini memberi tahu kita bahwa ada situasi di mana segala sesuatunya tidak selalu terlihat seperti yang tampaknya. Sementara 'bagaikan pungguk merindukan bulan' lebih tentang kerinduan dan harapan yang tak terwujud, yang tak bisa diraih. Menarik bagaimana mereka bisa saling melengkapi dengan cara yang berbeda, bukan?

Bagaimana Contoh Penerapan Peribahasa Padi Dalam Kehidupan Sehari-Hari?

3 คำตอบ2025-12-02 22:49:26
Ada satu momen di sekolah dulu yang bikin aku tersadar tentang makna 'semakin berisi semakin merunduk'. Waktu itu ada senior yang juara olimpiade sains nasional, tapi sikapnya justru makin rendah hati. Malah sering ngebantuin adik kelas yang kesulitan belajar. Aku bandingin dengan beberapa teman yang baru dapat nilai bagus langsung sombong. Lucu ya, hidup itu kayak cermin—semakin kita berusaha jadi 'berisi', alam bawah sadar justru mengajarkan untuk lebih menghargai orang lain. Di lingkungan kerja sekarang, prinsip ini juga sering aku temuin. Bos divisi yang paling berpengalaman justru paling sering bilang 'saya juga masih belajar'. Berbeda banget sama karyawan baru yang sok tahu padahal skillnya masih cetek. Peribahasa padi ini kayak alarm alami yang ngingetin: pencapaian bukan alasan untuk jumawa, tapi justru tangga untuk lebih memahami betapa luasnya dunia ini.

Bagaimana Kisah Siti Nurbaya Menggambarkan Tradisi Minangkabau?

3 คำตอบ2025-10-31 09:40:21
Di halaman-halaman 'Siti Nurbaya' adat Minangkabau terasa hidup, seperti sedang diperdengarkan melalui percakapan di ruang tamu rumah gadang. Aku sekarang berumur tiga puluhan dan sering pulang kampung, jadi gambaran tentang rumah, aturan kekerabatan, dan tradisi turun-temurun itu mudah membangkitkan memori. Novel ini menampilkan sistem matrilineal — harta, garis keturunan, dan tempat tinggal cenderung mengikuti garis perempuan — tapi juga memperlihatkan ketegangan antara warisan budaya dan tuntutan laki-laki yang harus merantau mencari nafkah. Itu salah satu kontradiksi paling menarik: perempuan pegang harta, laki-laki jadi perantau dan pengambil keputusan publik. Selain struktur keluarga, Marah Rusli menulis tentang peranan adat dan kepala adat yang punya pengaruh besar dalam hukum adat dan urusan pernikahan. Di sana terlihat bagaimana norma-norma kolektif sering menimpa pilihan pribadi; cinta dan kehendak individu bisa tertindas oleh kehendak keluarga besar atau tekanan sosial. Kekerasan simbolis adat—bukan selalu fisik, namun berupa tekanan moral dan kewajiban—membuat konflik cerita terasa tragis dan relevan. Lebih dari sekadar penggambaran etnografis, aku merasa novel ini juga mengkritik kekakuan adat yang mengekang kebebasan anak muda. Tapi Marah Rusli tidak menggambarkan adat sebagai jahat sepenuhnya; ada sisi pelindung, kohesi sosial, dan estetika budaya yang kuat. Aku pulang dari bacaan itu dengan rasa campur aduk: kagum pada kekayaan tradisi, tapi juga sedih melihat bagaimana tradisi kadang jadi batu sandungan bagi cinta dan kehidupan pribadi.

Peribahasa Minangkabau Apa Yang Cocok Untuk Menggambarkan Kerja Keras?

3 คำตอบ2025-12-12 20:34:38
Ada satu peribahasa Minangkabau yang selalu membuatku merenung: 'Alah bakarih sakali bakilek, habih bakilek sakali bakarih.' Kalau diterjemahkan secara bebas, artinya 'Sudah berusaha sekali melihat, habis melihat sekali berusaha.' Ini menggambarkan betapa kerja keras itu seperti siklus—kita harus terus mengamati, belajar, lalu beraksi, dan proses itu berulang tanpa henti. Aku ingat pertama kali mendengar peribahasa ini dari seorang teman yang berasal dari Sumatra Barat. Dia bercerita bagaimana neneknya selalu mengulang kalimat ini setiap kali melihatnya belajar sampai larut malam. Maknanya dalam menurutku bukan sekadar tentang fisik yang lelah, tapi juga tentang ketekunan mental. Kita harus 'melihat' (memahami) dulu sebelum 'berusaha' (bertindak), dan setelah bertindak, kita kembali 'melihat' hasilnya untuk memperbaiki langkah berikutnya. Sungguh filosofi yang dalam!

Siapa Pencipta Peribahasa Latin 'In Vino Veritas'?

4 คำตอบ2025-12-18 04:05:43
Pernah dengar orang bilang 'in vino veritas' dan penasaran siapa yang pertama kali ngomong itu? Frasa ini sering dikaitkan sama Pliny the Elder, tapi sebenarnya udah muncul lebih awal dalam karya Alcaeus, penyair Yunani kuno. Lucu juga sih, frasa tentang 'kebenaran dalam anggur' ini umurnya lebih tua dari sebagian besar peradaban modern! Yang bikin menarik, meski sering dianggap berasal dari Latin, konsepnya udah ada dalam budaya Yunani dulu. Erasmus juga mempopulerkan frasa ini di zaman Renaissance. Keren banget ya, bagaimana sebuah ungkapan bisa bertahan ribuan tahun dan tetap relevan sampai sekarang, apalagi buat kita yang suka ngobrol sambil minum wine.

Bagaimana Cara Menggunakan Peribahasa Mandarin Dalam Percakapan Sehari-Hari?

2 คำตอบ2026-01-03 07:30:57
Ada sesuatu yang memukau tentang peribahasa Mandarin—bagaimana mereka bisa menyampaikan kebijaksanaan berabad-abad dalam beberapa kata saja. Dulu, aku sering bingung bagaimana memasukkan ungkapan seperti '千里之行,始于足下' (perjalanan ribuan mil dimulai dari satu langkah) ke dalam obrolan biasa sampai aku menyadari konteks adalah kuncinya. Misalnya, ketika teman mengeluh tentang proyek besar yang menakutkan, mengutip peribahasa itu bisa memberi semangat tanpa terkesan menggurui. Yang kusukai adalah fleksibilitasnya. '塞翁失马,焉知非福' (kuda tua kehilangan kuda, siapa tahu itu bukan keberuntungan) bisa dipakai untuk segala situasi yang tampaknya buruk—dari kehilangan pekerjaan sampai hubungan yang putus. Aku bahkan pernah menggunakannya untuk menghibur adik yang gagal ujian, dan itu membuatnya tersenyum karena menyadari setiap kemunduran bisa membawa hikmah. Kuncinya adalah memilih ungkapan yang resonan dengan emosi saat itu, bukan sekadar menjejalkan kutipan bijak secara acak.

Peribahasa Mandarin Apa Yang Cocok Untuk Motivasi Kerja?

2 คำตอบ2026-01-03 06:43:31
Ada satu peribahasa Mandarin yang selalu menggema di kepalaku setiap kali rasanya semangat kerja mulai luntur: '千里之行,始于足下' (Perjalanan seribu mil dimulai dari satu langkah). Bayangkan—setiap proyek besar, setiap target karier, bahkan mimpi paling gila sekalipun, harus dimulai dari tindakan kecil hari ini. Dulu aku sering terjebak overthinking, takut gagal sebelum mencoba, sampai akhirnya menyadari bahwa kemacetan terbesar justru ada di pikiran sendiri. Peribahasa ini mengajarkanku untuk memecah tujuan besar menjadi langkah-langkah konkret. Ketika sedang mengerjakan desain game indie, misalnya, alih-alih panik melihat daftar fitur panjang, aku fokus pada satu mekanik dasar dulu. Filosofi ini juga terasa mirip dengan konsep 'kaizen' dari Jepang—perbaikan terus-menerus melalui aksi kecil konsisten. Justru ketika berhenti menunggu 'waktu yang tepat' dan mulai melangkah, momentum itu muncul dengan sendirinya.
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status