Dari sudut pandang seorang traveler, Tangga Are lebih seperti karya seni yang terinspirasi alam. Aku tidak yakin ada tempat yang persis seperti itu, tetapi elemen-elemennya—seperti tangga batu yang melayang dan pilar raksasa—mengingatkanku pada beberapa spot hiking di Asia. Misalnya, Tangga Langit di Gunung Tianmen atau pegunungan Wulingyuan. Keduanya memiliki vibe mistis yang mirip dengan Tangga Are. Jadi, meskipun tidak ada replika pastinya, kita bisa merasakan 'jiwa' Tangga Are di tempat-tempat seperti ini.
Membicarakan tangga are selalu membuatku terhanyut dalam nostalgia. Aku pertama kali mengenalnya dari game 'Genshin Impact', dan sejak itu, aku penasaran apakah tempat ini terinspirasi dari dunia nyata. Setelah menjelajahi berbagai forum dan artikel, aku menemukan bahwa Tangga Are memang memiliki kemiripan dengan beberapa lokasi di Tiongkok, khususnya daerah pegunungan Zhangjiajie. Pilar-pilar batunya yang menjulang tinggi dan pemandangan awan yang menyelimuti puncaknya sangat mengingatkanku pada latar belakang di game tersebut.
Namun, yang menarik adalah bagaimana miHoYo, developer 'Genshin Impact', menggabungkan elemen fantasi dengan inspirasi nyata. Tangga Are mungkin tidak persis ada, tetapi rohnya bisa ditemukan dalam keindahan alam Tiongkok yang memesona. Aku bahkan pernah melihat foto-foto Zhangjiajie dan langsung teringat pada momen-momen epik saat menjelajahi dunia Teyvat. Ini membuktikan bahwa seni sering kali mengambil bentuk dari keindahan dunia nyata, lalu memberinya sentuhan magis.
2026-02-10 07:52:11
5
Lihat Semua Jawaban
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Buku Terkait
Dibalik Pintu Rumah Tanggaku.
dyudhistira
0
906
Maya adalah seorang wanita muda yang terjebak dalam pernikahan penuh kekerasan dengan Andi, suaminya yang temperamental dan posesif. Setelah bertahun-tahun menderita dalam diam, Maya akhirnya memutuskan untuk melarikan diri dan mencari perlindungan di rumah sahabatnya, Sari. Dengan bantuan Sari dan teman barunya, Raka, Maya mulai merencanakan hidup baru yang bebas dari cengkeraman Andi.
"Di Balik Pintu Rumah Tanggaku" adalah kisah inspiratif tentang keberanian, ketahanan, dan harapan, menunjukkan bahwa meskipun menghadapi rintangan yang tampaknya tak teratasi, ada cahaya di ujung terowongan bagi mereka yang berani melawan dan mencari kebahagiaan.
Aryanaga adalah keturunan raja Naga Primadigda dan Ratu Es Angraring Asmara Dewi. Namun, akibat sebuah peristiwa besar membuatnya harus dihukum keluar dari Dunia Bawah. Asri adalah seorang anak bangsawan yang lari dari rumah. Karena tempat kosnya sudah ketahuan makanya dia pun tinggal di tempat kos yang dimiliki oleh Aryanaga. Kebersamaan mereka tiap hari akhirnya menjadikan mereka semakin dekat, hingga akhirnya diketahui kalau ada misteri tanda punggung yang dimiliki oleh Asri. Tanda punggung tersebut ternyata adalah tanda Sang Ratu yang diberikan oleh Aryanaga ketika dalam masa pelarian dikejar-kejar oleh para penyihir dan pembunuh bayaran. Aprilia datang menyelamatkan Aryanaga saat diserang oleh segerombolan pembunuh bayaran. "Aku adalah tunanganmu!" seraya menunjukkan tanda Sang Ratu kepadanya. Asri cemburu karena mendapatkan saingan.Karena nyawa Aryanaga sedang terancam, kewajiban Aprilia adalah melindunginya. Maka dari itu Aryanaga dilatih oleh Aprilia untuk menjadi kuat. Asri juga dilatih, meskipun dengan cara yang berbeda. Hingga akhirnya diketahui Asri memiliki kekuatan sebagai penyembuh. Primadigda pun mengunjungi Aryanaga, lalu mewariskan ilmu tertinggi Mata Dewa kepadanya.Secara mengejutkan Pangeran Bagar menyerang dan menculik Asri. Hal ini dilakukan untuk upayanya membalaskan dendam kepada Aryanaga.Aryanaga mau tak mau harus kembali ke Dunia Bawah, meskipun tahu bahaya apa yang akan menghadangnya nanti. Menyelamatkan Asri tidaklah akan mudah, sebab setiap makhluk yang ada di Dunia Bawah akan dengan senang hati memenggal lehernya. Apa yang akan dihadapi oleh Aryanaga? Apa rencana Pangeran Bagar sebenarnya?
Berdasarkan kepercayaan, bunga teratai identik dengan reinkarnasi atau terlahirnya kembali manusia dari masa lampau. Tujuh anak manusia yang memiliki kemampuan mistik dan ajaib dibentuk dalam sebuah tim demi mengamankan dunia supranatural yang kala itu sedang kalang kabut. Dilatih oleh Sagara Widyatama sebagai guru, kemampuan mereka ditingkatkan untuk menjalani misi yang membuat mereka bertarung nyawa. Di sisi lain, kehadiran Sagara juga membangkitkan relasi antara kehidupan mereka sebelumnya.
Liang Feng hidup tenang di Lembah Awan Abadi, sebuah tempat yang tersembunyi di balik pegunungan berkabut. Ia adalah pemuda sederhana yang terbiasa dengan irama bambu yang bergoyang diterpa angin dan gemercik air sungai yang tak pernah berhenti. Namun, nasib berubah ketika ia menemukan sebuah gua tersembunyi di balik air terjun. Dalam gua itu, ia menemukan gulungan kuno yang memancarkan aura dingin. Gulungan tersebut menyebutkan nama legendaris, "Jejak Pedang di Langit," yang konon mampu memecah cakrawala.
Lare Angon seorang anak yatim piatu yang bekerja menjadi penggembala. Tak sengaja mendapat kekuatan Kitab Mustika Jagad. Memungkinkan dia memiliki tenaga dalam tingkat tinggi.
Namun karena kekuatan itu pula ia diburu oleh para pendekar yang ingin mengambil alih kekuatan tersebut. Di mana membutuhkan seratus hari sebelum kekuatan itu benar-benar menyatu sempurna dengan raga Lare Angon.
Di bawah perlindungan pendekar golongan putih ia berhasil melarikan diri.
Dalam pelarian ia bertemu dengan seorang gadis yang menyelamatkannya. Saat di masa depan mereka kembali bertemu, keadaan berbalik. Lare Angon harus membalas budi menyelamatkan gadis tersebut dari para prajurit kerajaan. Ia pun diburu sebagai penjahat. Bahkan harus berseberangan dengan para pendekar golongan putih yang dulu sempat menjadi pelindungnya.
Nata Digjaya merupakan salah satu penyihir berbakat pada masanya di era Avaritia, orang-orang menjulukinya Sang Dewa Angin.
Meskipun masih seorang remaja belasan tahun, namun Nata sudah diakui sebagai salah datu dari 5 penyihir hebat di era Avaritia yang dikenal sebagai Pentagram.
Berkat Pentagram itulah era Avaritia menjadi era paling damai di dunia ini. Kedamaian itu di dapat setelah Nata serta anggota Pentagram lainnya berhasil mengalahkan Lotus Sang Raja Ketamakan serta mengambil alih kerajaannya.
Namun pada suatu malam tepat satu tahun setelah kekalahan Lotus. Nata tiba-tiba terbangun di tempat yang sangat asing baginya, semua tempat yang dilihatnya begitu berbeda dengan era Avaritia.
Ternyata setelah mencari informasi dia saat ini berada di era Superbia yang memiliki rentang waktu 700 tahun setelah berakhirnya era Avaritia, Nata benar-benar bingung dengan keadaannya.
Akan tetapi di tengah kebingungannya yang memuncak, Nata tiba-tiba melihat seorang gadis yang hendak di eksekusi oleh seorang keturunan bangsawan.
Kenapa Nata bisa sampai di era Superbia? Siapakah dalang di balik itu semua dan apa tujuannya? Nata berniat mencari jawabannya.
Pernah denger soal Tangga Are yang jadi spot populer di kalangan traveler? Aku pertama kali tahu tentang tempat ini dari teman yang suka banget eksplorasi wisata unik. Tangga Are paling terkenal itu ada di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, tepatnya di Desa Karangduwur. Lokasinya dekat dengan Pantai Logending yang juga cukup hits. Yang bikin tangga ini istimewa adalah pemandangannya—deretan anak tangga yang langsung menghadap ke laut lepas, dikelilingi tebing-tebing karst yang dramatis. Pas sunrise atau sunset, cahaya keemasan yang nyempil di antara bebatuan itu bikin pemandangan kayak di film fantasy!
Aku sendiri sempet berkunjung tahun lalu dan langsung paham kenapa spot ini rame banget di medsos. Sensasi naik tangganya unik karena gradasinya cukup curam, tapi setiap beberapa anak tangga ada spot berhenti buat ngambil foto. Yang keren lagi, sekitar tangga ada jalur tracking kecil yang bisa mengantarmu ke titik pandang lebih tinggi. Kalau mau yang lebih sepi, coba dateng weekday pagi—jarang ada orang dan suasana alamnya lebih terasa 'pristine'.
Cerita Tangga Are ini selalu bikin merinding setiap kali kubaca ulang di forum-forum horror. Konon, tangga ini berada di suatu kompleks apartemen tua di Jakarta, dan muncul secara misterius di lantai tertentu—biasanya lantai 13 yang sengaja dihilangkan angka romannya. Aku pernah ngobrol sama teman yang tinggal dekat sana, dan dia bilang tangga itu hanya terlihat oleh orang-orang 'terpilih', seringnya mereka yang sedang dalam tekanan emosi berat. Yang bikin ngeri, ada yang mengaku setelah naik tangga itu, mereka menemukan diri mereka di dimensi paralel yang persis sama dengan dunia nyata, tapi semua orang di sekitarnya sudah menjadi 'versi lain' yang menyeramkan.
Ada juga versi cerita yang menyebut tangga ini sebagai portal ke tahun 1998, di mana korban kerusuhan Mei tiba-tiba muncul sebagai hantu di anak tangga. Beberapa urban explorer mencoba merekam fenomena ini, tapi kamera mereka selalu mati tiba-tiba. Aku sendiri penasaran apakah ini cuma efek psikologis dari arsitektur apartemen yang memang confusing, atau ada sesuatu yang lebih… supernatural.
Kutukan Tangga Are adalah salah satu mitos urban yang cukup terkenal di kalangan penggemar horor, terutama setelah muncul di beberapa cerita pendek dan forum online. Aku pertama kali mendengarnya dari teman yang suka menjelajahi tempat-tempat angker, dan sejak itu, aku penasaran bagaimana cara menghindarinya. Menurut beberapa sumber, kutukan ini dikaitkan dengan tangga tertentu yang konstan membawa nasib buruk bagi siapa saja yang melewatinya. Beberapa orang percaya bahwa menghindari kontak langsung dengan tangga tersebut adalah kuncinya—misalnya, mengambil jalan memutar atau menggunakan tangga alternatif jika ada.
Selain itu, ada juga yang menyarankan untuk membawa benda-benda tertentu sebagai 'pelindung', seperti garam atau liontin khusus, meskipun ini lebih bersifat simbolis. Aku sendiri lebih suka pendekatan pragmatis: jika sebuah tempat memiliki reputasi buruk karena cerita semacam ini, mungkin lebih baik dihindari saja. Toh, dunia ini penuh dengan tangga lain yang tidak dikelilingi oleh mitos menyeramkan. Tapi, kalau kamu penasaran dan ingin mencoba, pastikan untuk tetap waspada dan tidak menganggapnya terlalu serius—kadang-kadang, ketakutan kita sendiri yang justru membuat sesuatu terasa lebih mengerikan daripada sebenarnya.