Bagaimana Cara Menggunakan Babasan Sunda Dalam Percakapan Sehari-Hari?

2026-01-21 13:34:43 46

4 Jawaban

Logan
Logan
2026-01-22 13:57:54
Ketika berbicara dalam bahasa Sunda, babasan jadi senjata yang mengasyikkan! Misalnya, jika saya sedang menceritakan pengalaman lucu, saya bisa menyelipkan babasan 'siga cai di hareupeun seuneu', yang artinya seperti air di depan api. Ini mengambarkan situasi yang genting dan bisa membuat orang tertawa. Babasan ini bukan hanya menambah konteks, tapi juga memberikan nuansa yang lebih hidup pada percakapan.

Saya juga merasa bahwa menggunakan babasan bisa membuat orang lebih saling memahami, terutama dalam konteks budaya yang sama. Nah, cara yang sederhana untuk memperkenalkan babasan adalah saat berbincang santai dengan teman. Cobalah untuk sesekali mengaitkan cerita dengan ungkapan-ungkapan lokal yang relevan. Hasilnya? Susana obrolan jadi lebih dekat dan seru!
Benjamin
Benjamin
2026-01-25 18:07:08
Bagi saya, babasan Sunda itu seperti bumbu dalam masakan. Misalnya, saat berbincang tentang cuaca saat hujan, saya bisa mengatakan 'senyawa hujan jiga bener', yang artinya hujan yang sangat deras. Ini memperkaya percakapan kita dan membuatnya lebih hidup.

Ketika berkomunikasi, saya merasakan bagaimana babasan membantu kita mengungkapkan perasaan atau situasi dengan lebih tepat. Jadi, ayo gunakan babasan Sunda di dalam obrolan sehari-hari untuk menjaga kekayaan budaya kita!
Quinn
Quinn
2026-01-26 00:42:33
Menggunakan babasan dalam percakapan sehari-hari itu seru, loh! Misalnya, saat teman bercerita tentang masalahnya, saya suka bilang, 'muka kudu tetep senyum, sanajan haté ka beubeur.', yang berarti meskipun ada kesedihan, kita harus tetap menunjukkan senyum. Ini jadi cara saya untuk menyemangati mereka sekaligus menyelipkan kebijaksanaan.

Selain itu, menggunakan babasan membuat kita lebih dekat dengan budaya Sunda kita. Seru banget kalau bisa mengingat dan membagikan ungkapan-ungkapan yang kita dengar dari orang tua atau nenek kita. Kita bisa jadi penyalur nilai-nilai penting kepada generasi mendatang. Dengan melakukan ini, kita tidak hanya berbicara, tapi juga menjalin ikatan budaya yang lebih dalam. Menyipratkan babasan di tengah percakapan bisa jadi momen yang menggetarkan!
Emily
Emily
2026-01-27 15:42:28
Ada yang menarik ketika membahas babasan Sunda. Dalam keseharian, saya sering menggunakan babasan ini untuk menambahkan kekayaan pada percakapan. Misalnya, ketika berbicara tentang cuaca, saya bisa mengatakan 'cicing di imah, lembur lembur,' yang artinya lebih baik di rumah saat hujan. Dengan menggunakan babasan seperti itu, obrolan menjadi lebih hidup dan banyak maknanya. Selain itu, ini juga bikin suasana jadi lebih akrab. Itu kan salah satu kelebihan bahasa daerah, ya? Menggunakan babasan membuat kita saling terhubung dengan budaya dan tradisi kita. Dan yang paling seru, sering kali orang-orang yang mendengarnya pun tertawa atau memberi respons positif!

Di sisi lain, ada babasan lain yang bisa digunakan untuk menggambarkan situasi sulit, seperti 'sampai ka luhur' yang berarti sampai ke puncak. Misalnya, ketika seseorang berjuang dalam mencapai tujuannya. Dengan menyelipkan ungkapan lokal ini, saya merasa lebih dekat dengan identitas budaya saya. Memang, sangat penting untuk tidak hanya berbicara dalam bahasa sehari-hari, tapi juga menghargai ungkapan-ungkapan yang kaya makna.

Saat berbincang dengan teman atau keluarga, babasan bisa banget jadi pembuka pembicaraan yang seru. Ini juga bisa jadi cara kita untuk mengungkapkan perasaan atau kesan secara lebih halus. Yang paling saya nikmati, saya bisa melihat reaksi orang lain ketika mereka mengerti referensi yang saya buat!

Jadi, kapan pun ada kesempatan, yuk kita gunakan babasan dalam setiap obrolan. Selain menambah warna, itu juga bisa jadi cara untuk menjaga tradisi kita agar tidak hilang.
Lihat Semua Jawaban
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Buku Terkait

Bagaimana Mungkin?
Bagaimana Mungkin?
Shayra Anindya terpaksa harus menikah dengan Adien Raffasyah Aldebaran, demi menyelamatkan perusahaan peninggalan almarhum ayahnya yang hampir bangkrut. "Bagaimana mungkin, Mama melamar seorang pria untukku, untuk anak gadismu sendiri, Ma? Dimana-mana keluarga prialah yang melamar anak gadis bukan malah sebaliknya ...," protes Shayra tak percaya dengan keputusan ibunya. "Lalu kamu bisa menolaknya lagi dan pria itu akan makin menghancurkan perusahaan peninggalan almarhum papamu! Atau mungkin dia akan berbuat lebih dan menghancurkan yang lainnya. Tidak!! Mama takakan membiarkan hal itu terjadi. Kamu menikahlah dengannya supaya masalah selesai." Ibunya Karina melipat tangannya tegas dengan keputusan yang tak dapat digugat. "Aku sudah bilang, Aku nggak mau jadi isterinya Ma! Asal Mama tahu saja, Adien itu setengah mati membenciku! Lalu sebentar lagi aku akan menjadi isterinya, yang benar saja. Ckck, yang ada bukannya hidup bahagia malah jalan hidupku hancur ditangan suamiku sendiri ..." Shayra meringis ngeri membayangkan perkataannya sendiri Mamanya Karina menghela nafasnya kasar. "Dimana-mana tidak ada suami yang tega menghancurkan isterinya sendiri, sebab hal itu sama saja dengan menghancurkan dirinya sendiri. Yahhh! Terkecuali itu sinetron ajab, kalo itu sih, beda lagi ceritanya. Sudah-sudahlah, keputusan Mama sudah bulat! Kamu tetap harus menikah dangannya, titik enggak ada komanya lagi apalagi kata, 'tapi-tapi.' Paham?!!" Mamanya bersikeras dengan pendiriannya. "Tapi Ma, Adien membenc-" "Tidak ada tapi-tapian, Shayra! Mama gak mau tahu, pokoknya bagaimana pun caranya kamu harus tetap menikah dengan Adien!" Tegas Karina tak ingin dibantah segera memotong kalimat Shayra yang belum selesai. Copyright 2020 Written by Saiyaarasaiyaara
10
51 Bab
Bagaimana Denganku
Bagaimana Denganku
Firli menangis saat melihat perempuan yang berada di dalam pelukan suaminya adalah perempuan yang sama dengan tamu yang mendatanginya beberapa hari yang lalu untuk memberikannya dua pilihan yaitu cerai atau menerima perempuan itu sebagai istri kedua dari suaminya, Varel Memilih menepi setelah kejadian itu Firli pergi dengan membawa bayi dalam kandungannya yang baru berusia delapan Minggu Dan benar saja setelah kepergian Firli hidup Varel mulai limbung tekanan dari kedua orang tuanya dan ipar tak sanggup Varel tangani apalagi saat tahu istrinya pergi dengan bayi yang selama 2 tahun ini selalu menjadi doa utamanya Bagaimana Denganku?!
10
81 Bab
Cara Berhenti Menyukai Gebetan dalam 1 Bulan
Cara Berhenti Menyukai Gebetan dalam 1 Bulan
Dia tak punya memori ketika SMP, kadang hanya kilasan-kilasan pendek yang muncul seolah ingin mengejeknya yang tak tahu apa-apa. Dan dia tak benar-benar tertarik mencari tahu apa yang terjadi--atau, itulah yang dia perlihatkan ke orang-orang. Kesempatan untuk mencari tahu kembali muncul ketika sahabat lamanya muncul di hadapannya dengan tubuh berlumuran darah, persis seperti kilasan yang kadang muncul hanya untuk menakutinya. (Seri Kedua "Stage Play" setelah How to Befriend the So Called Classmate)
7
61 Bab
PERCAKAPAN RAHASIA KELUARGA SUAMIKU || TAMAT
PERCAKAPAN RAHASIA KELUARGA SUAMIKU || TAMAT
"Bagaimana kabar Bella, Al?" Samar, Kaluna mendengar percakapan orang-orang yang ada di sekitarnya ketika sedang dirawat di rumah sakit. Dari sana, dia tahu bahwa suaminya punya wanita lain selama dirinya tidak sadarkan diri. "Rasa sakit harus dibalaskan karena aku tidak terima dikhianati seperti ini," tegasnya dalam hati yang penuh dengan luka. Apakah Kaluna akan mempertahankan pernikahannya? Apakah justru mengakhiri semuanya?
10
41 Bab
Lupa Cara Pulang
Lupa Cara Pulang
Apa jadinya jika kamu terbangun di tempat yang asing… tapi semua orang di sana mengaku mengenalmu? Seorang pemuda bernama Rey terbangun di sebuah rumah tua di tengah desa yang tak ada di peta. Tak ada sinyal. Tak ada jalan keluar. Semua penghuni desa memanggilnya dengan nama yang tidak ia kenal. Mereka memperlakukannya seperti keluarga. Tapi setiap malam, Rey mendengar bisikan dari balik dinding, langkah kaki yang tak terlihat, dan mimpi buruk yang membuatnya semakin lupa siapa dirinya. Setiap ia mencoba meninggalkan desa, jalan yang dilaluinya selalu membawanya kembali ke titik semula—rumah tempat ia terbangun. Dan yang lebih mengerikan, setiap harinya wajah orang-orang di desa itu perlahan berubah... menjadi sosok yang tak lagi manusia. Apa yang sebenarnya terjadi? Siapa Rey sebenarnya? Dan... mengapa ia tidak bisa mengingat jalan pulang?
Belum ada penilaian
15 Bab
BAGAIMANA RASANYA TIDUR DENGAN SUAMIKU?
BAGAIMANA RASANYA TIDUR DENGAN SUAMIKU?
Area Dewasa 21+ Harap Bijak dalam memilih Bacaan ***** Namaku Tazkia Andriani. Aku adalah seorang wanita berusia 27 Tahun yang sudah menikah selama lima tahun dengan seorang lelaki bernama Regi Haidarzaim, dan belum dikaruniai seorang anak. Kehidupanku sempurna. Sesempurna sikap suamiku di hadapan orang lain. Hingga pada suatu hari, aku mendapati suamiku berselingkuh dengan sekretarisnya sendiri yang bernama Sandra. "Bagaimana rasanya tidur dengan suamiku?" Tanyaku pada Sandra ketika kami tak sengaja bertemu di sebuah kafe. Wanita berpakaian seksi bernama Sandra itu tersenyum menyeringai. Memainkan untaian rambut panjangnya dengan jari telunjuk lalu berkata setengah mendesah, "nikmat..."
10
108 Bab

Pertanyaan Terkait

Bagaimana Masyarakat Sunda Menjaga Cerita Maung Bodas Siliwangi?

3 Jawaban2025-10-19 20:47:36
Pernah terpaku mendengar cerita tentang maung bodas Siliwangi waktu orang-orang tua kampung mulai berkisah di teras? Aku masih ingat betul bagaimana suaranya merendah, seolah tak ingin mengganggu angin yang lewat. Di desaku cerita itu hidup lewat mulut ke mulut: versi yang menakutkan untuk membuat anak-anak patuh, versi yang melindungi sebagai legenda penjaga hutan, dan versi yang penuh simbol tentang kebesaran 'Prabu Siliwangi'. Tradisi bercerita semacam ini sering terjadi malam hari, sambil menunggu hujan atau setelah panen, dan banyak detailnya bergantung pada si pencerita. Selain sekadar mendongeng, masyarakat Sunda menjaga kisah maung bodas lewat pertunjukan seni. Kadang muncul dalam lakon wayang golek, tembang Sunda, atau tarian-tarian lokal yang menggambarkan sosok macan putih itu sebagai penengah antara manusia dan alam. Ada pula upacara kecil di tempat-tempat yang dianggap sakral—bukan selalu yang besar, tetapi ritual sederhana seperti menghaturkan nasi dan daun salam sebagai rasa hormat. Itu cara tradisional mereka mengikat cerita ke lanskap: bukit, pohon tua, mata air, semuanya punya cerita yang membuat legenda tetap hidup. Di era sekarang aku sering merekam cerita-cerita itu dan menyimpannya di ponsel, bukan untuk menyebar tanpa tahu aturan, tapi supaya generasi muda masih punya jejak asli saat versi komersial masuk. Kadang aku ikut nongkrong saat para sesepuh berkumpul, mencatat istilah khas, nada bicara, dan bagaimana pesan moral disisipkan. Yang paling bikin aku hangat adalah melihat anak-anak mendengarkan dengan mata melebar—itu tanda legenda masih punya daya. Legenda seperti maung bodas akan terus ada selama orang-orang sadar menjaga konteks dan rasa hormatnya.

Bagaimana Sajak Sunda Alam Menggambarkan Musim Hujan?

4 Jawaban2025-10-18 10:58:05
Angin pagi membawa aromanya sendiri, dan dalam sajak Sunda itulah musim hujan mulai bersuara. Aku selalu merasa sajak-sajak Sunda memotret hujan dengan lembut namun tegas: bukan sekadar tetesan air, melainkan percakapan antara langit dan tanah. Pilihan katanya sering sederhana—embun, padi, genting—tapi cara merangkainya membuat suasana jadi hidup. Ada onomatope yang meniru ritme hujan, ada personifikasi awan yang 'ngagurat' seperti peluk rindu kepada sawah. Semua itu membuat pembaca bukan cuma melihat hujan, tapi ikut merasakan dinginnya, aroma tanah basah, bahkan suara daun yang disapu aliran air. Hal lain yang kusuka adalah bagaimana sajak Sunda sering menggabungkan unsur religius dan kultural tanpa menggurui. Hujan digambarkan sebagai berkah sekaligus panggilan untuk berkumpul: anak-anak yang berlari ke sawah, ibu menyiapkan wedang, orang berteduh sambil berbagi cerita. Itu memberi rasa komunitas. Di akhir bait, kadang ada kesunyian yang bukan melankolis semata, melainkan ruang untuk berharap. Sajak-sajak begitu membuat musim hujan terasa seperti napas bersama, bukan sekadar pergantian cuaca. Aku selalu pulang ke baris-baris seperti itu ketika butuh pengingat bahwa hujan itu juga bahasa hidup.

Siapa Penyair Terkenal Yang Menulis Sajak Sunda Alam?

4 Jawaban2025-10-18 02:16:28
Ada satu nama yang selalu muncul di benakku tiap kali topik puisi Sunda dan alam dibicarakan: Ajip Rosidi. Aku tumbuh mendengar karyanya disebut-sebut sebagai tonggak penting sastra Sunda modern—bukan karena satu sajak tunggal berjudul persis 'Sajak Sunda Alam', melainkan karena kumpulan puisinya sering menyorot lanskap, adat, dan relasi manusia dengan alam di tatar Sunda. Ajip menulis dalam rentang bahasa Sunda dan Indonesia, sering memasukkan nuansa kampung, sawah, dan pegunungan yang membuat pembaca merasa ikut berdiri di tepi kebun. Kalau yang kamu maksud adalah puisi bertema alam dalam tradisi Sunda secara umum, maka namanya pantas disebut; namun kalau ada teks yang benar-benar berjudul 'Sajak Sunda Alam', itu kurang familiar di korpus utama—mungkin judul itu dipakai secara populer atau sebagai penamaan koleksi lokal. Aku selalu menyarankan mengecek penerbitan lokal, arsip Balai Bahasa, atau antologi sastra Sunda untuk kepastian, karena banyak karya daerah yang beredar dalam bentuk cetak terbatas atau koleksi kampung.

Mengapa Sajak Sunda Alam Penting Bagi Pelestarian Budaya?

4 Jawaban2025-10-18 21:23:23
Ada rasa lembut yang selalu mencubit hatiku setiap kali mendengar baris-baris puisi berbahasa Sunda tentang tanah, sungai, dan gunung. Aku masih ingat duduk di teras rumah nenek sambil mendengarkan sajak yang mengalir seperti aliran sungai: sederhana, melankolis, dan penuh makna. Sajak Sunda alam itu bukan sekadar kata-kata indah — ia menyimpan kearifan lokal, nama tumbuhan dan satwa, serta cara hidup yang selaras dengan musim. Di kampung, sajak dipakai sebagai pengingat: kapan menanam padi, bagian mana hutan yang harus dilindungi, atau ritual yang menghormati alam. Karena dipadatkan dalam bahasa sehari-hari yang puitis, pesan-pesan itu melekat kuat di ingatan generasi muda. Selain itu, sajak juga memperkuat identitas budaya; ketika sebuah komunitas bisa melantunkan puisinya sendiri, mereka merasakan keterikatan yang nyata dengan leluhur dan tempatnya. Kalau dipelihara dan dibawa ke sekolah, radio komunitas, atau platform digital, sajak-sajak ini bisa jadi jembatan antara tradisi dan dunia modern. Menurutku, pelestarian budaya tak cuma soal menyimpan teks — melainkan menjaga cara kita hidup bersama alam melalui nada dan kata yang diwariskan. Itu yang membuat sajak Sunda alam begitu penting bagi masa depan komunitas kami.

Apa Perbedaan Sajak Sunda Alam Dan Sajak Jawa Alam?

5 Jawaban2025-10-18 21:12:31
Aku suka memperhatikan bagaimana alam dipakai sebagai bahasa perasaan dalam puisi daerah, dan perbedaan antara sajak Sunda dan sajak Jawa terasa begitu nyata tiap kali aku mendengarkan atau membacanya. Dalam hal bahasa, sajak Sunda biasanya memakai diksi yang lebih langsung dan bersahaja; kata-kata tentang sawah, leuweung (hutan), cai (air), dan gunung muncul dengan cara yang hangat dan akrab. Irama bahasanya cenderung melengking lembut karena vokal-vokal terbuka, jadi terasa seperti nyanyian rakyat yang mudah dinyanyikan bersama kacapi suling. Bentuk-bentuk tradisional seperti sisindiran dan pupuh sering dipakai untuk mengekspresikan rasa pada alam, kadang bercampur gurauan atau nasihat sehari-hari. Sementara itu, sajak Jawa sering menanamkan alam sebagai simbol dan metafora yang lebih berlapis. 'Tembang macapat' misalnya punya aturan metrum yang ketat sehingga setiap pupuh membawa nuansa tertentu—ada yang meditatif, ada pula yang romantis atau sakral. Bahasa Jawa juga membawa lapisan tingkat tutur (yang memengaruhi pilihan kata), sehingga puisi tentang alam bisa terasa sangat halus, elegan, atau penuh hormat. Pengiring gamelan dan sinden menambah suasana contemplative, membuat alam jadi ruang filosofis. Secara ringkas, Sunda terasa lebih hangat dan sehari-hari; Jawa lebih berlapis, simbolik, dan musikal dengan aturan tradisi yang kuat. Aku suka mendengar keduanya—dua cara berbeda mencintai alam lewat kata.

Apakah Terdapat Terjemahan Kitab Tentang Pernikahan Ke Bahasa Sunda?

2 Jawaban2025-10-19 17:03:30
Susah dipercaya, tapi aku pernah menemukan beberapa kitab dan risalah tentang pernikahan yang memang diterjemahkan ke dalam bahasa Sunda — biasanya bukan dalam bentuk buku tebal akademis, melainkan buku panduan, brosur KUA, atau terjemahan ringkas dari teks agama yang relevan. Di lapangan, yang paling gampang ditemui adalah terjemahan bagian-bagian dari 'Al-Qur'an' ke dalam bahasa Sunda yang membahas ayat-ayat terkait nikah, serta kumpulan hadits atau penjelasan fikih nikah yang dibuat ulang oleh pesantren atau lembaga keislaman daerah. Banyak pesantren di Jawa Barat punya percetakan lokal yang menerbitkan kitab-kitab kecil berjudul semacam 'Risalah Nikah' atau 'Pituduh Ngeuyeub Nikah' (panduan menikah) yang bahas tata cara, rukun nikah, dan nasihat kehidupan rumah tangga dalam bahasa sehari-hari Sunda. Ini biasanya beredar di lingkungan pesantren, toko buku agama lokal, dan acara pengajian. Selain itu ada juga terjemahan lengkap 'Al-Qur'an' berbahasa Sunda yang bisa dibaca jika mau memahami ketentuan pernikahan dari sumber utama. Untuk hal-hal hukum negara, terjemahan resmi 'Undang-Undang Perkawinan' ke dalam bahasa Sunda jarang ditemukan sebagai cetakan resmi, tapi kadang ada ringkasan atau brosur informasi yang disiapkan oleh dinas sosial/kantor KUA setempat dalam bahasa Sunda supaya warga lebih mudah paham. Kalau kamu cari secara online, coba kata kunci seperti "kitab nikah bahasa Sunda", "risalah nikah Basa Sunda", atau langsung telusuri perpustakaan digital pesantren dan Perpustakaan Nasional; sering ada koleksi yang di-scan. Kalau mau yang praktis: tanya ke KUA di daerahmu, mampir ke perpustakaan kabupaten, atau kontak pesantren dan pengurus masjid — mereka biasanya punya atau bisa merekomendasikan cetakan lokal. Di marketplace besar kadang juga muncul terbitan indie atau cetak ulang yang pakai bahasa Sunda. Intinya, bukan selalu dalam bentuk buku tebal klasik, tapi banyak materi yang relevan sudah diterjemahkan dan didistribusikan secara lokal, jadi peluang besar kamu bisa menemukan sumber yang pas. Semoga membantu dan semoga menemukan yang cocok buat referensimu.

Siapa Tokoh Yang Sering Menggunakan Babasan Sunda Dalam Karyanya?

3 Jawaban2025-09-17 01:33:43
Membahas tentang tokoh yang sering menggunakan babasan Sunda, enggak mungkin kita lewatin seseorang yang begitu terkenal yaitu Seno Gumira Ajidarma. Dia adalah seorang sastrawan dan jurnalis yang karyanya banyak mengangkat budaya serta bahasa Sunda. Dalam novel-novelnya, seperti 'Gema Tanpa Suara', sering kali kita bisa menemukan penggunaan babasan yang menyentuh serta relatable. Seno memiliki cara unik untuk merangkum pengalaman hidup dan perasaan masyarakat Sunda melalui bahasa yang dia pilih. Ini membuat karya-karyanya terasa sangat autentik dan hidup, apalagi bagi mereka yang memiliki kedekatan dengan budaya Sunda. Selanjutnya, siapa yang bisa lupa dengan O. Henry? Meskipun dia bukan penulis Sunda, tapi sering kali saya menemukan karyanya yang diadaptasi atau diinterpretasikan ke dalam konteks budaya lokal di mana babasan Sunda turut disertakan. Penggunaan babasan ini tidak hanya menambah warna, tetapi juga memberikan kedalaman yang lebih pada cerita. Ini menunjukkan seberapa penting fungsi bahasa daerah dalam memperkaya narasi suatu cerita. Atau kalau kita menyoroti penulis kekinian, ada pun penulis muda seperti Rintik Sedu yang sering menyuntikkan elemen lokal ke dalam tulisannya. Dia menggunakan bahasa sehari-hari yang mudah dipahami dengan sesekali mengungkapkan pepatah atau babasan yang sering kita dengar. Ini membuat karyanya terasa dekat dan seolah-olah bicara langsung dengan pembacanya. Ketiga tokoh ini, masing-masing dengan gaya dan konteksnya, menunjukkan keindahan bahasa dan budaya dalam dunia sastra, dan pasti membuat kita semakin mencintai kebudayaan kita sendiri.

Apa Kontribusi Ajip Rosidi Pada Perkembangan Sastra Sunda?

2 Jawaban2025-09-05 22:29:59
Setiap kali aku membuka naskah-naskah berbahasa Sunda, aku selalu teringat bagaimana satu orang bisa mengubah lanskap literatur daerah dengan kerja keras yang konsisten. Ajip Rosidi bagi aku bukan cuma penulis produktif; dia seperti jembatan antara tradisi lisan yang mulai pudar dan dunia tulis yang lebih modern. Dia merekam cerita rakyat, menyimpan naskah-naskah lama, dan memberi ruang bagi bahasa Sunda agar tetap hidup bukan cuma di mulut orang tua tapi juga di lembaran buku dan koridor akademik. Pengaruhnya juga terasa dalam hal pembentukan wacana: lewat esai, kritik, dan terbitan yang dia dukung, muncul pemahaman bahwa kesusastraan daerah itu punya nilai universal, bukan sekadar dokumen nostalgia. Aku terutama menghargai cara dia merawat kedua dunia—tradisi dan modernitas—tanpa meminggirkan salah satunya. Karena itu banyak penulis muda yang jadi berani menulis dalam bahasa daerah, eksperimen bentuk, atau menerjemahkan karya-karya penting supaya bisa diakses pembaca luas. Yang paling mengena buatku adalah konsistensi dan kepedulian organisasinya: dia membangun ruang-ruang pertemuan, mengumpulkan bahan referensi, dan melatih generasi penerus dengan cara yang praktis—bukan sekadar teori. Dampaknya terasa sampai sekarang; perpustakaan, arsip, dan jaringan komunitas yang ia bantu bentuk masih jadi rujukan. Secara personal, karya dan kegigihannya membuat aku percaya bahwa pelestarian bahasa tidak harus romantis pasif, melainkan bisa aktif dan produktif—mendorong karya-karya baru tanpa kehilangan akar. Aku sering membayangkan betapa banyak cerita lokal yang mungkin hilang kalau bukan karena orang-orang seperti dia, dan itu membuatku makin termotivasi untuk membaca, mengoleksi, dan membagikan karya-karya sastra Sunda di lingkunganku.
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status