Teka-teki Sunda yang begitu khas dan menghibur itu punya akar budaya yang dalam, dan salah satu sosok legendaris yang sering dikaitkan dengan tradisi ini adalah Raden Haji Hasan Mustapa. Kalau kamu pernah dengar orang menyebut 'Tatarucingan' atau teka-teki berbahasa Sunda yang penuh permainan kata, Mustapa adalah salah satu maestro di baliknya. Dia bukan cuma
pujangga, tapi juga tokoh spiritual dan intelektual yang hidup di akhir abad ke-19 sampai awal abad ke-20. Karyanya nggak cuma lucu, tapi juga sarat makna filosofis tentang kehidupan masyarakat Sunda.
Yang bikin teka-teki ciptaannya istimewa adalah cara dia memadukan humor dengan kebijaksanaan lokal. Misalnya, teka-teki seperti 'Saha nu nyokot batok, nu ngaranna dimulai ku hurup B?' (Siapa yang mengambil batok, namanya dimulai dengan huruf B?) yang jawabannya 'Batok' sendiri—ini cuma contoh sederhana, tapi menunjukkan bagaimana permainan bunyi dan logika absurd jadi ciri khas. Mustapa sering memakai unsur alam, benda sehari-hari, atau even mitologi Sunda sebagai bahan, dan itu bikin teka-tekinya tetap relevan sampai sekarang.
Selain Mustapa, ada juga kontribusi dari tokoh-tokoh lain seperti Ki Lengser, figur simbolis dalam pertunjukan 'Longser' yang kadang menyelipkan teka-teki dalam dialognya. Tradisi lisan ini terus berkembang lewat para seniman jalanan, dalang wayang golek, atau even guru-guru di pedesaan yang melestarikan permainan bahasa ini. Uniknya, banyak teka-teki Sunda modern yang terinspirasi dari pola Mustapa, meski penciptanya sudah nggak dikenal lagi namanya.
Yang bikin aku personally jatuh cinta sama teka-teki Sunda adalah cara mereka ngejembatin generasi tua dan muda. Waktu kecil, dulu sering denger nenek ngasih teka-teki pas lagi ngumpul di hajatan, dan itu bikin suasana jadi cair. Sekarang, komunitas seperti 'Pupujian Sunda' atau grup-grup medsos masih aktif ngumpulin dan ngembangin varian baru. Jadi, meski Mustapa mungkin jadi salah satu pionir, kekayaan teka-teki Sunda itu hasil kolaborasi banyak orang—dari tokoh sejarah sampai kita yang masih mau ngajakin temen main 'Tatarucingan' di kumpul-kumpul keluarga.