Siapa Yang Membuat Slogan Produk 'Semua Bisa' Di Gojek?

2026-07-01 18:54:03
109
Share
ABO Personality Quiz
Take a quick quiz to find out whether you‘re Alpha, Beta, or Omega.
Scent
Personality
Ideal Love Pattern
Secret Desire
Your Dark Side
Start Test

4 Answers

Quinn
Quinn
Pemandu Novel Perawat
Ada cerita menarik di balik tagline 'Semua Bisa' yang sering kita liat di iklan Gojek itu. Dari obrolan sama temen yang kerja di bidang marketing, proses kreatifnya melibatkan banyak brainstorming tim. Mereka pengen cari frase yang nangkep spirit inklusivitas sekaligus jadi penyemangat. Yang keren, konsepnya dikembangkan secara organik dari observasi perilaku pengguna. Bukan sekedar main-main kata, tapi beneran dirancang untuk jadi DNA perusahaan.
2026-07-02 18:27:42
5
Zane
Zane
Teman Baca Akuntan
Kemarin lagi iseng baca-baca artikel tentang branding, nemu cerita seru soal kampanye 'Semua Bisa' dari Gojek. Ternyata tagline iconic ini digarap barengan oleh tim internal Gojek dengan agensi kreatif ternama, tapi sayangnya namanya nggak disebutin spesifik. Yang bikin menarik, konsep ini muncul dari riset mendalam tentang semangat kolaborasi dan kemudahan yang mau diusung brand. Mereka paham banget cara ngomong ke konsumen dengan bahasa sederhana tapi powerful.

Yang bikin gw salut, tagline ini nggak cuma jadi jargon kosong. Seluruh ecosystem Gojek dari driver sampe merchant beneran ngejalanin nilai 'Semua Bisa' dalam operasional sehari-hari. Pas pertama kali diluncurin sekitar 2016-2017, campaign ini langsung ngena banget di hati masyarakat karena relevan dengan kehidupan urban yang serba praktis.
2026-07-04 21:51:53
1
Rebekah
Rebekah
Penasihat Mahasiswa
Gw selalu penasaran gimana sih proses kreatif dibalik slogan-slogan keren kayak 'Semua Bisa' ini. Setelah ngubek-ngubek beberapa wawancara eksklusif, ketauan nih bahwa pembuatannya kolaborasi antara divisi marketing Gojek dengan konsultan branding. Yang bikin memorable itu simplicity-nya - cuma dua kata tapi bisa jadi payung untuk semua layanan mereka. Konsepnya sendiri terinspirasi dari bagaimana platform ini beneran memecah batasan, bikin semuanya jadi mungkin buat berbagai kalangan.
2026-07-05 11:35:56
10
Naomi
Naomi
Pembaca Setia HRD
Pernah kepikiran nggak siapa otak dibalik tagline se-simple tapi se-powerful 'Semua Bisa'? Dari berbagai sumber yang gw temuin, karya ini hasil kolaborasi kreatif antara tim in-house Gojek dengan agency luar. Yang menarik, mereka berhasil bikin jargon yang nggak cuma catchy tapi juga punya kedalaman makna - refleksi dari transformasi digital yang mereka tawarkan. Proses penyempurnaannya pun katanya makan waktu berbulan-bulan sampe nemu formula pas.
2026-07-05 18:20:00
1
View All Answers
Scan code to download App

Related Books

Related Questions

Slogan produk apa yang paling viral di TikTok Indonesia?

4 Answers2026-07-01 09:22:42
Ada satu slogan yang beneran nempel di kepala gara-gari TikTok belakangan ini: 'Kaget Banget Rasanya!' dari produk minuman energi. Yang bikin lucu itu cara kreatornya ngejualnya—bikin sketsa di mana orang lagi lemes banget trus minum itu langsung melek kayak kesetrum. Videonya selalu dibumbui efek zoom-in dramatis pas si peminum kaget, plus backsound yang catchy banget sampe jadi meme sendiri. Fenomenanya sampai bikin warung-warung di daerah aku pada stok produk itu khusus buat anak muda yang penasaran. Uniknya, tagar #KagetBangetRasanya malah dipake buat konten-konten random yang nggak ada hubungannya sama minuman, bukti betapa slogan itu udah jadi part of culture sekarang.

Bagaimana sejarah slogan produk 'Ada Aja' dari Tokopedia?

4 Answers2026-07-01 23:35:42
Melihat slogan 'Ada Aja' dari Tokopedia selalu bikin aku tersenyum karena rasanya begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari. Awalnya, tagline ini muncul sekitar 2015 sebagai bagian dari rebranding besar mereka. Ide dasarnya sederhana: ingin menunjukkan bahwa platform ini bisa memenuhi segala kebutuhan, dari yang biasa sampai yang tidak terduga. Yang bikin menarik, kampanye ini nggak cuma lewat iklan biasa, tapi juga membanjiri media sosial dengan konten kreatif. Mereka pake pendekatan 'slice of life' yang relate banget sama anak muda sampai ibu-ibu. Efeknya, slogan ini melekat kuat di benak konsumen karena bahasa yang casual tapi powerful. Sekarang setiap dengar 'Ada Aja', otomatis yang keinget ya Tokopedia.

Siapa yang menciptakan slogan iklan terpopuler?

5 Answers2026-06-06 00:36:41
Pernah kepikiran nggak, slogan iklan yang nempel di kepala kita itu siapa sih pencetusnya? Misalnya 'Just Do It' dari Nike atau 'I'm Lovin' It' dari McDonald's. Kebanyakan berasal dari tim kreatif di agensi periklanan yang kerjaannya bikin konsep gila-gilaan buat brand. Tapi yang bikin menarik, seringkali ide sederhana dari satu orang bisa jadi legenda. Contohnya Dan Wieden dari Wieden+Kennedy yang nemuin 'Just Do It' setelah terinspirasi kata-kata terakhir seorang pembunuh. Keren kan bagaimana momen random bisa jadi sejarah marketing? Yang lucu, kadang client malah nolak ide slogan yang akhirnya jadi iconic. Kayak 'Got Milk?' yang awalnya dianggap terlalu sederhana sama tim marketing. Untungnya mereka nekat pakai, dan sekarang jadi salah satu slogan paling dikenang di Amerika. Jadi sebenernya di balik tagline keren itu ada proses trial-error yang panjang, plus keberanian buat nyeleneh.

Siapa pemilik Gojek sekarang setelah akuisisi?

4 Answers2026-06-07 10:38:43
Kebetulan baru saja membaca beberapa artikel tentang perkembangan Gojek! Setelah merger dengan Tokopedia dan membentuk GoTo Group, kepemilikan sahamnya jadi lebih kompleks. Alibaba Group melalui Ant Financial masih memegang porsi signifikan, sementara para pendiri seperti Nadiem Makarim tetap terlibat meski sudah masuk pemerintahan. Uniknya, struktur kepemilikannya kini lebih tersebar karena GoTo sudah go public, jadi banyak investor retail juga bisa memiliki 'sedikit' Gojek lewat saham. Menarik melihat bagaimana startup lokal bisa berkembang menjadi raksasa teknologi dengan pemegang saham dari berbagai belahan dunia. Tapi nuansa 'anak negeri'-nya masih kuat, terutama lewat branding dan operasional sehari-hari yang sangat memahami pasar Indonesia.

Apa contoh slogan iklan kreatif untuk promosi produk?

3 Answers2026-06-14 00:12:48
Ada satu iklan minuman energi yang bikin aku selalu ingat sampai sekarang: 'Tidur adalah musuh terakhir, minumlah dan menanglah!' Slogan ini jenius karena langsung nyerang pain point anak muda yang sering begadang buat ngerjain deadline atau main game. Mereka pakai personifikasi lucu dengan tidur sebagai 'musuh', tapi juga kasih solusi simpel. Yang keren lagi, nada iklannya upbeat dan mirip battle cry. Pas banget buat target pasar yang suka tantangan. Aku pernah liat versi videonya di platform pendek, ada animasi karakter tidur dikalahin sama si peminum energi. Kreatif banget karena visualnya langsung nyambung sama slogannya. Ini contoh bagaimana sebuah tagline bisa jadi memorable dengan kombinasi bahasa provokatif plus konsep visual yang strong.

Siapa yang menciptakan frasa 'aku bisa aku pasti bisa' dalam novel?

3 Answers2025-10-29 15:10:03
Ada momen kecil waktu kecil yang selalu bikin aku kepikiran soal frasa itu: seorang lokomotif kecil yang terus mengulang kalimat peneguhan sampai ia bisa lewat bukit. Aku percaya kalau ungkapan 'aku bisa aku pasti bisa' dalam bentuk paling ikoniknya sebenarnya berakar dari cerita anak berbahasa Inggris 'The Little Engine That Could'. Dulu, ketika aku dibacakan versi terjemahan, mantra si lokomotif sering muncul sebagai kalimat sederhana yang menguatkan — dalam terjemahan bebas seringkali jadi variasi seperti 'Aku bisa, aku yakin bisa' atau 'Aku bisa, aku pasti bisa'. Itu bukan frasa orisinal dari novel dewasa atau satu penulis terkenal, melainkan transformasi bahasa dari frasa berulang 'I think I can' yang merupakan inti dari cerita tersebut. Cerita itu sendiri muncul sebagai dongeng populer yang terus dicetak ulang sejak awal abad ke-20, sehingga masuk akal kalau versi Indonesia mengambil bentuk lain yang terasa lebih tegas seperti 'aku pasti bisa'. Bagiku, melihat penyebaran ungkapan ini adalah pelajaran kecil tentang bagaimana terjemahan dan budaya lokal mengubah nada: dari ragu-ragu 'I think I can' jadi deklarasi penuh keyakinan 'aku bisa aku pasti bisa'. Itu membuat frasa terasa sangat familiar dan mudah dipinjam pengarang lain, pemotivator, atau bahkan pembuat konten, sampai akhirnya terasa seperti kalimat yang selalu ada dalam sastra berbahasa Indonesia. Menyenangkan melihat bagaimana satu kalimat sederhana dari cerita anak bisa berubah jadi semacam semboyan yang menginspirasi banyak orang.

Bagaimana sejarah kepemilikan Gojek dari awal?

4 Answers2026-06-07 12:56:15
Melihat Gojek dari awal itu seperti menyaksikan startup lokal tumbuh jadi raksasa. Awalnya cuma layanan call center ojek tradisional di 2010, ide sederhana Nadiem Makarim untuk mempermudah cari ojek. Tahun 2015 aplikasinya lahir, dan disitulah revolusi dimulai. Mereka mulai dengan motor, lalu merambah ke makanan, belanja, bahkan pembayaran digital. Yang bikin menarik, ekspansinya bukan sekadar tambah fitur, tapi benar-benar mengubah cara orang Indonesia bergerak. GoPay muncul di 2016, mengubah game menjadi superapp. Mereka juga pintar banget memanfaatkan kebutuhan lokal - seperti GoFood yang langsung jadi primadona karena cocok dengan budaya kuliner kita. Kalo dipikir-pikir, dari ojek panggilan sampai jadi decacorn, itu cerita yang inspiring banget buat startup lain.

Apakah pemilik Gojek juga memiliki perusahaan lain?

4 Answers2026-06-07 18:03:12
Pertanyaan ini menarik karena Gojek memang salah satu unicorn Indonesia yang dikenal luas. Pendirinya, Nadiem Makarim, ternyata juga terlibat dalam beberapa bisnis lain sebelum akhirnya masuk ke pemerintahan. Selain Gojek, dia pernah mendirikan perusahaan rintisan di bidang pendidikan dan teknologi. Yang menarik, setelah Gojek sukses, banyak orang penasaran dengan jejaring bisnisnya yang ternyata cukup luas. Nadiem juga dikenal sebagai angel investor untuk beberapa startup lokal. Jadi, meskipun tidak memiliki perusahaan besar lain yang setara Gojek, dia aktif dalam ekosistem bisnis digital. Ini menunjukkan bagaimana seorang entrepreneur sukses seringkali tidak hanya fokus pada satu bidang saja.

Apa contoh slogan iklan produk makanan yang menarik?

2 Answers2026-06-08 13:06:24
Gue pernah nemuin slogan produk mi instan yang bikin ketawa sekaligus ngena banget: 'Dari kampus sampai kantor, rasa nagihnya nggak berhenti di perut.' Sederhana tapi relate sama kehidupan anak muda yang super sibuk. Kekuatannya ada di cara nyelipin budaya populer—kayak stereotype mahasiswa kos atau kerja lembur—dalam kalimat singkat. Bahkan packaging-nya pake ilustrasi karakter kartun lagi bawa laptop sambil makan mi, bener-bener nangkep vibe generasi digital. Contoh lain yang memorable itu dari brand kopi lokal: 'Bukan sekadar biji, tapi cerita setiap pagimu.' Di sini, mereka main di dimensi emosional. Kopi nggak cuma dijual sebagai komoditas, tapi jadi bagian dari ritual personal. Gue suka cara mereka mengangkat nilai budaya ngopi ala Indonesia yang akrab dengan obrolan ringan atau me-time. Slogan macam gini biasanya lebih gampang nempel di memori karena bikin konsumen merasa produk itu 'milik mereka'. Bonus point buat pilihan kata yang puitis tapi nggak norak.
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status