Waktu Adalah Obat Terbaik
Julliana
"Waktu itu, aku lihat dia nggak bereaksi apa-apa. Kupikir dia benar-benar mencintaimu sampai rela tetap tinggal walau tahu kamu nggak cinta dan punya niat tersembunyi."
"Saat itu ... aku sempat iri padamu."
"Tapi sekarang aku sadar, aku salah. Dia bukan nggak peduli. Dia cuma nunggu waktu yang paling pas untuk memberimu pukulan paling telak."
Saat kalimat terakhir keluar dari mulut Edward, Adriano sudah tidak terlihat lagi di pintu ruangan seolah-olah tidak mendengar ucapannya.