LOVE THE LAW
Kanunu
Ia menunggu.
Dan ia tumbuh menjadi sosok seperti sekarang—dingin, keras, tapi dengan mata yang menyimpan bara. Ia belajar hukum secara diam-diam, menjadi pustakawan untuk mengakses dokumen yang tak bisa dibaca sembarang orang. Toko buku itu hanya topeng. Di bawahnya, ia menyimpan semua catatan, salinan, dan rekaman yang mengarah pada nama Aruon.