REFLECTION
“Nah, kalau bisa, tunjukan! Aku ingin melihat bagaimana kau membantuku.
Cermin itu memancarkan cahaya yang menyilaukan. Seledri menutup matanya. Ia lalu melihat ke arah kertas tugasnya. Masih kosong.
“Omong kosong, apa yang aku harapkan dari benda itu.” Ia melemparkan cermin itu ke kasur. Matanya lalu kembali terarah ke kertas itu yang perlahan terisi degan tulisan yang bermunculan. “Waow … aku suka ini. Oh iya, ini hanya sebuah mimpi, begitu aku bangun maka semuanya akan hilang. Good job cermin, kau mempermainkanku dalam mimpiku.”