Imperfect Love
“Bulan depan aku naikin gajimu, 10 persen.”
“Hah?” Arista mengangkat wajah setelah mendengar ucapan tidak terduga dari Bira. Gaji pertama saja belum Arista terima, tetapi pria itu sudah sesumbar ingin menaikkan gaji Arista. “Emang bisa, Mas?”
“Bisalah,” jawab Bira. “Mau aku potong 50 persen juga bisa.”
“Eh, jangan!” Arista kembali mendekati Bira. “Nanti, saya bayar cicilan rumah pake apa?”