Menantu Bintang Lima
"Perasaan aku biasa saja sih, Mas. Kamunya saja kali yang berlebihan. Mana ada di dunia ini manusia yang sempurna, Mas? No body is perfect!"
Bukannya mundur atau bagaimana, Mas Arfen malah beringsut turun dari tempat tidur, berjalan mendekatiku. Saat ini mimik wajahnya terlihat seperti seseorang yang berada di bawah tekanan alias stressed. Kesedihan sangat kentara dalam sorot matanya. "Aku tahu, Sayang, tak ada kita yang sempurna. Emh, ya, sudah. Nggak perlu dibahas lagi, Sayang. Aku juga minta maaf ya, karena gagal mengendalikan Mourin tadi."
Aku mengangguk mantap. Memejamkan mata rapat-rapat, menghela napas panjang. Menghempaskan bayang-bayang Mourin yang memaksa masuk ke dalam benak. Beru
Hot Chapters