Sang Pewaris Pemikat Wanita
Selimut tipis meluncur dari bahunya sebelum ia cepat-cepat membungkus tubuhnya kembali, seolah udara pagi mendadak lebih dingin dari biasanya.
Di bawah sana, Bellavistam City tak pernah benar-benar tidur. Lampu kendaraan bergerak tanpa henti, merah dan putih, seperti aliran darah yang memompa kehidupan ke tubuh raksasa beton dan kaca. Bunyi klakson terdengar samar dari ketinggian suite mereka—jauh, tapi konstan. Kota itu berdenyut, tak peduli pada apa pun yang terjadi di lantai puluhan.
Pagi datang terlalu cepat.