Menuju Matahari
“Kata Mbokde Kempyang, dapur punya juru masak baru, saudaranya Ceki, pengurus kandang kuda Bapak. Dia pintar sekali memasak. Kemarin dijajal sama Mbokde, disuruh bikin orak-arik telur. Enak sekali, katanya. Dia pun diajak untuk ikut bantu masak buat acara sekarang ini. Kalau beres dan semua suka, bisa saja mulai besok dia kerja tetap di sini.”
“Namanya siapa?”
“Sawung. Aku sempat ketemu sebelum magrib tadi di dapur. Orangnya tinggi dan pendiam, tapi katanya bisa bikin masakan yang sangat lezat. Aku tadi mau mencicipi, tapi dilarang. Katanya nanti saja, pas makan malam. Ya sekarang ini.”
“Wah, aku jadi tak sabar menunggu masakan rahasia si Sawung. Entah kenapa aku yakin masakannya bakal tak t