My Step Brother
gerutuku,
Eder masih diam, dia kembali berjalan dengan langkah lebih manusiawi sehingga aku bisa menyamai langkahku dengannya.
"Kamu tahu arti budegkan?" Tanyaku membuatnya menoleh dengan wajah kesal, "Oh kamu tahu arti budeg, lalu kamu kenapa?"
"Oh god, An, lo tanya itu sudah berkali-kali tahu."
"Tapi kamu belum jawab." sahutku,
"Gue gak papa, cuma mau cari minum aja, gue haus."
"Tuh hidung kamu kembang kempis, pasti bohong." Sahutku menunjuk hidungnya,
Hot Chapters