Wanita Lain Dalam Hatiku
Tuan Ardan langsung berdehem keras seolah tak suka mendengar aku menyebut namanya.
"Oh, ya sudah. Kak Ardan mau menitipkan Arti dua hari, Rum. Mama, Papa, dan Kak Ardan mau ke luar kota. Arti masih terlalu kecil untuk dibawa."
"Dengan senang hati, Mas. Saya akan merawat Arti seperti biasa."
"Terima kasih, Rum. Maaf juga atas sikap saya kamarin," ucap Tuan Ardan.
Aku tersenyum. "Lupakan saja, Tuan."
Hot Chapters