Bicara tentang kata 'innocent', aku sering pakai beberapa padanan yang terasa lebih akrab di percakapan sehari-hari. Dalam bahasa Indonesia yang casual, kata yang paling sering dipakai adalah 'polos' atau 'lugu' kalau nuansanya lebih ke sikap yang sederhana dan tanpa niat jahat. Kalau konteksnya soal legal atau moral, orang biasanya bilang 'tidak bersalah' atau 'tak bersalah'. Untuk nuansa yang lebih manis atau religius, kadang muncul kata 'suci' atau 'murni', tapi itu jarang diobrolin santai.
Selain itu ada juga kata 'naif' yang mirip dengan 'polos' tapi sering membawa sedikit nada mengkritik — seperti ketika seseorang terlalu percaya orang lain. Contoh pakai sehari-hari: "Dia polos banget, percaya sama semua yang dibilang orang" versus "Dia tak bersalah dalam kasus itu". Kalau kamu mau menekankan ketidaktahuan daripada sifat moral, bisa pakai 'belum tahu' atau 'tidak berpengalaman'.
Untuk memilih kata yang tepat, aku biasanya lihat konteks: suasana hati pembicaraan, apakah membahas hukum, emosi, atau sifat pribadi. Jadi kalau ngobrol santai pakai 'polos' atau 'lugu'; kalau ngomong soal tuduhan pakai 'tidak bersalah'. Itu yang sering aku bilang ketika jelasin arti 'innocent' ke teman-teman, dan rasanya lebih alami dipakai begitu.