Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Voltei no Tempo e Coloquei Meu Ex Traidor na Cadeia

Voltei no Tempo e Coloquei Meu Ex Traidor na Cadeia

No dia do julgamento, meu noivo, Tiago Assis, me pediu para não insistir mais na defesa da minha inocência e me pediu para assinar o acordo de confissão. — Eu sei que você é inocente, mas a Barbara está grávida de um filho meu. Eu não posso deixá-la ir para a cadeia. — Ele segurou minha mão, com lágrimas nos olhos. — Mari, eu também estou fazendo isso pelo seu próprio bem. Sem hesitar, assinei o acordo de confissão. Na vida passada, eu não aceitei assumir o crime no lugar da Barbara Lins. Como resultado, não só fui para a cadeia do mesmo jeito, como também fui torturada por ordem de Tiago até ficar estéril para o resto da vida. Agora que voltei no tempo, escolhi satisfazer o desejo dele. No dia seguinte, as notícias sobre meu suposto roubo de informações confidenciais se espalharam por todos os lugares. Barbara chegou a se apresentar como testemunha: — Sim, foi ela! Eu vi ela invadindo o Grupo Lopes com meus próprios olhos! Mas, à tarde, na audiência, o denunciante, Ricardo Lopes, retirou o processo e desistiu da ação. Sob os olhares surpresos de todos, ele tirou um anel de diamante e se ajoelhou diante de mim. — Mari, você aceita se casar comigo?
Baca
Tambahkan
My Fierce Secretary

My Fierce Secretary

R_Quella
“When Destiny brings you into a game.“ MEET ALBYAZKA STEVANO__ He's the perfect man. Muda, tampan, kaya, multitalent, hingga mendapat gelar the perfectionist boss. Membuat Alby selalu menganggap mudah segala hal termasuk wanita. Namun, tidak lagi setelah pertemuanya dengan seorang wanita galak bernama Alessia Mikhayla. Seorang yang sanggup membuat Alby tertantang dan merasa tertarik untuk pertama kali pada seorang wanita hanya karena sebuah julukan Bedebah darinya. MEET ALESSIA MIKHAYLA__ seorang 'secret agent' berparas cantik yang terkenal galak dan keras kepala. Wanita bebas dan tidak suka diatur apalagi dikekang sepertinya sangat membenci banyak hal. Termasuk, Albyazka Stevano. Sejak pertemuan pertama mereka yang tidak bisa di katakan baik juga pertemuan-pertemuan tidak terduga lainnya yang banyak meninggalkan kejadian buruk membuat ruang gerak Alessia menjadi terbatas. Alessia membencinya. Membenci kehidupannya yang bahkan terasa seperti seekor burung peliharaan karena ulah pria itu yang sesuka hati mengklaim dirinya sebagai kekasih di hadapan media. Setelah segala hal yang terjadi, mana mungkin Alessia membiarkannya? Menjadikanya mainan pria itu? Well.. Albyazka Stevano perlu tahu kalau Alessia bukan wanita yang mudah dikalahkan. Wait for the time .. Alessia akan membuktikannya. Lihat saja.. BLURB️ "Kau tidak bisa seenaknya padaku, Darling." "I can, who will stop me?" Alessia kemudian menciumnya sekali lagi, hanya kecupan singkat dan ia kembali tersenyum. "Sudah cukup." Alby menaikkan alis. "Apa maksudmu?" "Kau tidak dengar? Cukup. Artinya berhenti. Aku tidak akan melakukan hal lain selain berciuman." gumam Alessia menjelaskan. "Tinggalkan saja nomor rekeningmu." "Buka matamu, Darling. Kau perlu melihat siapa aku untuk kembali mendiskusikan tentang uang." "Tidak perlu repot-repot, aku tidak peduli kau siapa." _________ "Kau milikku, tidak ada jalan kembali untukmu pergi." -Albyazka Stevano.
Romansa
915.7K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Cinta untuk Tabitha

Cinta untuk Tabitha

AYA RAYA
Tabitha tersenyum sinis ke arah Rino. “Kenapa? Lo kaget lihat gue, Rin? Nggak menyangka ya kalo ternyata gue ada di sini juga? Dan gue sudah dengar semuanya! Semua obrolan kalian berdua! Gue baru tahu kalau ternyata ada ya cowok yang sejahat lo, Rin! Jadi begitu rupanya? Lo anggap gue itu cuma sebatas cewek taruhan buat lo? Nggak ada artinya lagi kah gue selain itu, Rin? Menurut lo ... gue cewek kampungan? Culun? Kutu buku? Nggak cukup menarik ya buat lo? Nggak bisa bikin lo ‘naik’? Sorry ya, Rin! Sebelum lo menganggap diri lo itu cowok paling hebat yang bisa menaklukkan hati semua cewek, asal lo tahu aja ... lo nggak sehebat itu! Andai lo itu barang, dikasih gratis aja gue nggak mau terima, apalagi disuruh bayar! Karena buat gue, lo itu cuma cowok brengsek, jahat, nggak punya otak, yang pantasnya dibawa ke tukang loak terus ditukar sama piring! Tahu lo? Piring aja lebih berharga dan lebih berguna buat gue, daripada cowok kayak lo! Gue menyesaal ... banget pernah dekat sama lo, Rin! Cowok brengsek! Cowok nggak punya otak! Otak lo yang lo pikir cerdas bisa ngebodohin gue itu ternyata nggak lebih besar dari biji kwaci tahu nggak!” maki Tabitha, sebelum melangkah keluar dari warung kopi dan berlari menjauh. Rino melongo. Pemilik warung kopi bengong. Pemuda yang duduk di sebelah Rino bangkit berdiri sambil menahan tawa. “Kasihan lo, Rin! Udah otak lo cuma segede kwaci, lo mau dibawa ke tukang loak lagi! Ditukar sama piring!” Pemuda itu tertawa tergelak. "Diam lo!" bentak Rino. Malu. Pemuda itu semakin tertawa tergelak.
Romansa
103.7K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Om Duda!

Om Duda!

"Mommy!" seorang bocah laki-laki menghampiri Disya yang sedang duduk menikmati es krim bersama dengan ketiga sahabatnya di salah satu caffe. Disya tentu saja membelalakkan matanya, yang benar saja bocah laki-laki di depannya memanggil Disya dengan sebutan 'Mommy' padahal Disya masih duduk di bangku kuliah semester tujuh, dan lagipula Disya belum menikah, bagaimana mungkin dia sudah mempunyai anak? Kailash, nama bocah laki-laki itu. Rupanya dia salah mengira Disya Mommynya. Hingga akhirnya seorang lelaki menghampiri meja mereka. Disya sampai membelalakkan matanya, mulutnya menganga ketika melihat lelaki tampan itu. Devan, lelaki yang dipanggil 'Daddy' oleh Kai. Baru pertama kali bertemu saja, rasanya Disya langsung jatuh cinta. Memejamkan kedua matanya, sedikit membenarkan posisi duduknya, lalu menengadahkan kedua tangannya di depan dada. "Ya Tuhan... jodohkanlah hamba dengan Pak Devan, kalo Pak Devan masih ada istri, ambil saja istrinya!" "Astaga, Disya omogan kamu ih!" pekik ketiga sahabatnya berbarengan. Mereka tentu saja syok mendengar ucapan sembarangan yang diucapkan Disya beberapa detik yang lalu. "Sejak kapan kamu suka sama om-om hah?!" "Sejak hari ini!" Berbeda dengan Disya yang langsung terpikat, Devan malah melihat Disya dengan tatapan tidak suka. Namun, Disya akan tetap bertekad, dia harus mendapatkan hati Devan. Setelah menjadi detektif dadakan untuk mengamati Devan. Sebuah fakta yang berhasil membuat Disya merasa sangat senang. Devan hanya tinggal berdua dengan Kai, yang artinya Devan adalah seorang duda bukan? Benar! Tentunya itu adalah kesempatan besar untuk Disya mendapatkan hati Devan. Tidak perlu mengambil hati Kai—bocah itu sudah menyukai Disya sejak pertemuan pertamanya. Tugas Disya hanya mencari cara untuk mengambil hati Devan. Akankah Disya berhasil? "Otw jadi Mommy Kai." — Nadisya Queensa Fatyavia. "Ck! Gadis kecil!" — Devano Zayn Ganendra. ***
Romansa
9.871.7K DibacaTamat
Tampilkan Ulasan (27)
Baca
Tambahkan
Anaa
Hai temen-temen^^ Sebelumnya aku mau ngucapin makasih banyak buat yang selalu nunggu novel ini. Aku ngerasa bersalah udah bilang mau update tiap Kamis dan Sabtu, padahal kadang suka engga di tepatin, sorry ..., aku usahain update di hari itu, tpi kalau engga ya mngkin di up di hari berikutnya yaa ...
Michael Sanjaya
sumpah deh...baru x ini baca novel tentang keluarga dan perceraian tp ujung"nya ttp hrs berpisah jg. hahahaha.... uda gt kasian keluarga si cowok yg boleh di blg hancur, si cowok mo rujuk berujung ggal sedangkan adik tnpa pengetahuan kluarga atau si kakaknya hdupnya jg hancur. mantap, ceritanya unik
Baca Semua Ulasan
Você Deveria Aprender a Amar Alguém

Você Deveria Aprender a Amar Alguém

— Chefe, sobre o projeto de construção do pátio da fazenda na base do Cazaquistão, eu gostaria de participar. Do outro lado da linha, o chefe demonstrou certa surpresa: — Antes, por mais que eu insistisse, você não queria ir, dizia que queria ficar ao lado do seu namorado. Por que mudou de ideia de repente? Laura Vieira baixou as pálpebras avermelhadas e sorriu, tentando soar despreocupada: — Eu tentei, mas não adiantou. Já sabia que era hora de voltar atrás antes que fosse tarde demais. Ao ouvir isso, o chefe suspirou e falou com seriedade: — Esta é uma operação secreta. Você vai entrar no projeto com uma identidade completamente nova e, até o término, não poderá entrar em contato com o mundo exterior. Laura, você tem certeza de que pensou bem? — Sim, só quero sair daqui o quanto antes. Houve um breve silêncio do outro lado da linha, mas a resposta veio em seguida: — Certo. Mais tarde vou te enviar o acordo de confidencialidade. Os trâmites devem sair em cerca de um mês. Aproveite esse tempo para se despedir da sua família. Assim que a ligação foi encerrada, um arquivo apareceu em sua caixa de entrada. Laura leu todas as cláusulas e, determinada, assinou o acordo eletrônico de confidencialidade, confirmando o envio. Ao mesmo tempo, a televisão reprisava o lançamento do novo produto do Grupo Próspero. Ricardo Barros, vestindo um terno branco de corte impecável, conduzia Vanessa Souza lentamente pela passarela.
Cerita Pendek · Romance
14.6K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Um Dia Fui Seu Erro, Agora Sou Seu Arrependimento

Um Dia Fui Seu Erro, Agora Sou Seu Arrependimento

O maior erro que já cometi na vida foi me apaixonar pelo meu meio-irmão Alfa, Cayden Gates. Eu tinha 12 anos quando minha mãe se casou de novo, e ele foi o único na nova alcateia que me tratou com gentileza. Me apaixonei por ele à primeira vista. Quando eu tinha 16 anos, fui atacada por lobos selvagens, e ele enfrentou dez deles sozinho para me proteger. Aos 18, ele foi envenenado por prata. Quase morreu. Foi quando minha loba me disse que ele era meu companheiro destinado. Sem hesitar, doei minha medula óssea para salvá-lo. Naquela noite, olhando para ele dormindo com o rosto pálido, não resisti e beijei o canto dos seus lábios. Ele abriu os olhos naquele exato momento, o rosto corado. — Tessa, somos irmãos. Você não deveria ultrapassar esse limite. A partir daquele dia, ele começou a me evitar, como se eu fosse um erro que ele não podia se permitir cometer. Sua noiva, Rosie Lloyd, tinha sido diagnosticada com uma doença sanguínea rara, e eu era a única doadora compatível. Pela primeira vez, ele me implorou. — Se você aceitar salvá-la, eu concordo com qualquer coisa. Mas eu já estava fraca por causa do transplante de medula. Doar sangue de novo poderia me matar. Eu disse não, e no final Rosie morreu. Ele não derramou uma única lágrima, como se nada tivesse acontecido. Mas no funeral dela, ele destruiu o retrato que eu tinha pintado dele na frente de todos e disse friamente: — Que nojo você ter a audácia de sonhar em ficar com seu próprio irmão. Depois disso, me tornei uma vergonha, motivo de piada por onde passava. A humilhação e o desespero me consumiram por completo, e em um momento de confusão, caí no lago e me afoguei. Quando abro os olhos de novo, estou de volta ao momento em que ele me implora por sangue. Eu digo sim, calmamente. Considero isso a última dívida que tenho com a família Gates. Cayden, a partir de agora, acabou entre nós. Não existe mais nenhum laço nos unindo.
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
171819202122
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status