Impian Keluarga Bahagia
Pada kecepatan yang terlihat dengan mata yang telanjang, retakan padat yang tak terhitung jumlahnya menyebar ke segala arah, menciptakan pola seperti sarang laba-laba.
Beberapa saat kemudian, permukaan dinding tebing mulai runtuh berkeping-keping dan terjatuh ke bawah. Sebuah lubang terungkap di tengah tebing. Itu hanya seukuran telapak tangan, dan terlihat sangat mencolok.
"Lubang?" Tyr menatapnya dengan mata yang tidak berkedip, merasakan keanehan yang mendalam. “Kakek, mengapa lubang seperti itu muncul di tebing? Apakah itu lubang ular?”
Hot Chapters