WOLF (Indonesia)
sangkal Happy yang masih diiringi oleh tawanya.
“Wes, gue kasih tahu, ya. Wolf itu manusia. Gue yakin kalau Wolf pakai kontak lensa supaya nggak ada orang yang bisa mengenalinya. Lo tahu, kan? Kalau dia itu sangat cerdik plus licik sampai-sampai dia bisa memikirkan hal-hal kecil kayak gitu,” terang Arvin berharap Awes tak lagi berpikir macam-macam terhadap Wolf.
Awes tersenyum kecut. Ah, sepertinya Awes sudah benar-benar merasa dipermalukan oleh dirinya sendiri. Bagaimana bisa seorang Awes ikut hanyut terbawa gosip murahan seperti itu.
Bab Populer