Terjerat Obsesi Gila Duda Anak Dua
Mengabaikan si pemicu sakit gigi, aku lebih tertarik mengambil secarik kertas yang ada di sana, dan segera membacanya.
"Semalam Oma baru pulang dari Holand. Bawain Tita coklat banyak banget. Nih, Tita bagi sama Tante. Di makan, ya?"
Ah, anak itu memang baik sekali. Tapi kalau boleh request, aku mending di bawain kincir anginnya Holland aja deh, daripada coklat lagi. Udah gumoh aku liatnya doang.
"Oh, ya. Tita baru bikin I*, loh. Udah Follow Tante juga. Nanti Follback, ya? Nama akunnya. Thieta_C4tiek_imoet_luchupakebingit."
Hot Chapters