Pembantu Rasa Nyonya
ucapnya kemudian memeriksa keadaan kakiku.
“Sakit?”
“Iya, Om,” jawabku sambil mengaduh. Dia mengetuk memerapa tempat, kemudian dia menganggung-angguk.
“Ini hanya kesleo. Bengkaknya ini akan hilang dengan sendirinya,” ucapnya sambil membebat kaki ini dengan perban kain elastis yang mengingat erat kaki ini. Sesekali aku meringis, kemudian merasa kakiku mulia nyaman.