A Bracelet of Love
ucap Naura sembari berjalan, ketika mereka sampai di lorong menuju taman.
"Ya Tuhan! Semoga perhiasan itu tidak hilang lagi," sahut Sarah. "Entah kenapa, gelang itu seolah seperti belut yang licin. Dia seolah melupakan pemiliknya dan tidak mau kembali."
Naura tertawa mendengar perumpamaan yang dikatakan Sarah. Dengan sedikit menyesal, dia meningkahi, "Maaf, maaf, yang terakhir ini murni keteledoranku. Aku tadi harus mengangkat telepon dari temanku, dan alhasil melupakannya."
Sikat na Kabanata