Pembalasan Terindah untuk Wanita yang Menyakiti Ibuku
Mereka berdua saling bertatapan mata.
“Dia masih ada disini, Bu,” bisik Liqa.
“Iya, betul.”
Tok! Tok!
“Assalamualaikum.” Terdengar suara orang mengucapkan salam, dan suara itu sangat Liqa kenal. Liqa tersenyum lebar, ia beranjak dari kasur.
“Intip dulu dari jendela, siapa tahu orang yang tadi,” kata Sari dengan suara yang pelan. Liqa mengangguk.