Once then Forever
Kemeja Dimitri semakin dipeluk.
"Kok Kakak tega main sama suami saya? Kita ini mantan teman sejawat."
Pikir Dimitri dirinya akan sanggup melihat tangis perempuan itu. Ternyata tidak. Pria itu beranjak, menarik Sera dalam pelukan. Tak lupa menciumi rambut dan keningnya.
"Kami juga lagi usaha buat punya anak, Kak. Nanti, kalau saya hamil, saya harus cerita apa sama anak kami? Masa harus bilang kalau papanya pernah main gila?"