author-banner
Phoenix
Author

Novels by Phoenix

KEPALANG BASAH, SEKALIAN NYEBUR AJA!

KEPALANG BASAH, SEKALIAN NYEBUR AJA!

Aku menahan lapar di ranjang yang dingin demi menjaga kesucian pernikahan kita. Tapi kau... kau malah mendesah di bawah tubuh pria bangka?!" Yohan hanyalah menantu buangan dari klan pedagang yang bangkrut. Saat istrinya, Lian, berada di puncak kejayaan di ibu kota, Yohan justru diasingkan ke Paviliun Nirwana yang bobrok. Di tempat terpencil itu, Yohan harus menahan gempuran godaan gila setiap hari. Ibu mertua tirinya yang kesepian, sepupu iparnya yang agresif, hingga bos wanita dominan yang ingin membelinya—semuanya terang-terangan menyerahkan tubuh mereka. Yohan menepis itu semua demi sebuah kata 'Setia'. Hingga sebuah batu kristal perekam dan satu panggilan telepon di tengah badai menghancurkan segalanya. Istrinya terbukti menghangatkan ranjang pejabat tua demi melancarkan bisnis! Kewarasan Yohan putus. Kesetiaannya mati malam itu juga. "Kau yang lebih dulu menghancurkan sumpah ini, Lian. Jangan salahkan aku jika saat kau pulang, semua wanita di sekitarmu sudah berlutut di bawah tubuhku."
Read
Chapter: Bab 9: Kali Ini Yohan Tidak Menolak
Wanita misterius itu memutar tubuhnya ke depan Yohan, lalu tanpa ragu langsung meraup bibir pemuda itu dengan lumatan yang sangat panas dan rakus. Jika ini terjadi kemarin, Yohan pasti akan langsung menepisnya. Tapi malam ini, hatinya sudah mati. Insting liarnya mengambil alih. "Kau pikir aku akan menolakmu malam ini?" geram Yohan di sela ciuman mereka. Dengan napas memburu, ia melingkarkan tangannya di pinggang ramping wanita tersebut, menariknya hingga jatuh ke pangkuannya. "Jangan menyesal jika aku menghancurkanmu." "Nghhh... lakukan sesukamu..." lenguh wanita itu tertahan, membiarkan tangan Yohan meremas puncak aset kembar dan pinggulnya dengan liar. Namun, di tengah kegilaan dan ciuman yang memabukkan itu, Yohan tersentak. Dari arah samping dipan, sepasang tangan yang berbeda merayap naik ke atas pahanya. Mata Yohan terbelalak. "Tunggu... tangan siapa ini? Ada dua orang di ruangan ini?!" seru Yohan syok, mencoba memundurkan tubuhnya. Tangan wanita kedua itu sama se
Last Updated: 2026-10-05
Chapter: Bab 8: Serangan Dua Orang Wanita
Hati Yohan bergetar pelan. Sentuhan dan kata-kata Hana membelai egonya yang sudah lama hancur. "Istriku punya ambisi yang jauh lebih besar dari sekadar memikirkan suaminya," balas Yohan tersenyum getir. Ia menarik tangannya perlahan. "Terima kasih atas jamuannya hari ini. Tapi hari sudah mulai sore, dan aku harus kembali ke paviliun untuk memeriksa pekerjaan pemugaran." Melihat Yohan bersiap pergi, Nyonya Han ikut berdiri. Ia justru melangkah maju hingga tubuh sintalnya menempel ringan di dada Yohan. Kedua tangannya terangkat, merapikan kerah jubah Yohan dengan gerakan yang sangat lambat. "Kau selalu berusaha lari dariku, Yohan," bisik Nyonya Han di depan bibir pemuda itu. Napas hangatnya menyapu wajah Yohan. "Tapi ingat... ranjang di paviliun itu akan terasa semakin dingin setiap malamnya. Pintuku di ibu kota selalu terbuka lebar untukmu." Yohan menahan napas saat Nyonya Han mendaratkan kecupan singkat yang basah di sudut bibirnya. "Kapan pun kau butuh pelampiasan... datangl
Last Updated: 2026-10-05
Chapter: Bab 7: Undangan dari Nyonya Han
Bukannya merapikan posisi duduknya yang berantakan, wanita itu justru sengaja mengubah posisinya.Rin merebahkan tubuhnya sedikit ke belakang, lalu dengan gerakan pelan yang sangat memancing, ia melebarkan kedua pahanya.Celana sutra pendek yang ketat itu semakin tertarik ke atas, nyaris mengekspos pangkal lembah rahasia-nya secara terang-terangan."Masih belum puas menatapku di ruang kitab tadi?" goda Rin sambil menggigit bibir bawahnya. "Kemarilah. Aula ini sedang sepi. Kau bisa melanjutkannya di sini."Melihat paha mulus yang terbuka lebar menantang di depannya, jakun Yohan bergerak naik turun.Hawa panas kembali menjalari aliran darahnya, memancing pusaka pribadi-nya yang baru saja tenang untuk kembali berdenyut keras.Namun, luka di hatinya akibat pesan berdarah tadi jauh lebih kuat menguasai perasaannya saat ini."Tutup kakimu, Rin. Dan pakai pakaian yang pantas jika kau sedang berada di aula utama," balas Yohan dengan nada suara yang sangat dingin dan datar, nyaris terdengar se
Last Updated: 2026-09-09
Chapter: Bab 6: Sayang Sekali, Rin Gagal.
Akal sehat Yohan benar-benar berada di ujung tanduk. Hawa panas meledak di kepalanya. Pusaka pribadi miliknya di balik celana langsung menegang keras dan berdenyut menyakitkan.Naluri lelakinya mendesaknya untuk merobek celana sutra tipis itu. Namun, tepat saat hidungnya hampir menyentuh kehangatan tersebut, isi surat semalam menyambar benaknya."Tunggu," geram Yohan, menahan napasnya. "Apa kau yang mengirim pesan panah semalam, Rin?""Panah? Panah apa maksudmu?" Rin membuka matanya, menatap bingung."Pesan untuk menemuiku di ruang kitab siang ini. Apa ini semua hanya jebakanmu untuk menggodaku?!" tuntut Yohan."Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan, Yohan! Aku benar-benar jatuh!"Mendengar itu, darah Yohan mendidih. Jika Rin tidak berbohong, berarti pengirim aslinya mungkin sedang mengawasi mereka sekarang! Jika ia menyerah pada godaan ini, ia tak lebih dari pria rendahan yang gampang dipermainkan.Dengan rahang mengeras, Yohan mencengkeram lantai kayu, lalu dengan satu sentakan kuat
Last Updated: 2026-09-09
Chapter: Bab 5: Rin Yang Menggoda
Insting lelakinya berteriak menyuruhnya menerkam tubuh sintal itu, merobek sisa jubahnya, dan menghajarnya habis-habisan di ranjang ini sebagai balasan atas rasa sakit hatinya pada Lian.Namun, bayangan lukisan Lian yang buram itu tiba-tiba lewat di kepalanya.Lukisan itu tidak jelas. Semuanya baru desas-desus. Dia belum melihat sendiri bukti nyata kalau istrinya benar-benar berselingkuh.'Sialan! Kalau aku tidur dengan mertuaku sendiri malam ini tanpa bukti yang jelas soal Lian, aku tidak ada bedanya dengan binatang bajingan!' batin Yohan keras-keras.Dengan rahang mengeras, Yohan mencengkeram tangan Nyonya Mei dan menyingkirkannya dengan paksa dari atas celananya.Yohan menarik napas panjang, lalu mengambil jubah sutra itu dan memakaikannya kembali menutupi dada Nyonya Mei."Cukup! Hentikan, Nyonya Mei," ucap Yohan dengan napas ngos-ngosan, menatap tajam wanita di depannya. "Jangan mengujiku lebih jauh lagi. Selama aku belum melihat sendiri bukti istriku selingkuh... aku tidak akan
Last Updated: 2026-08-06
Chapter: Bab 4: Godaan Nyonya Mei
Tangan Yohan yang gemetar akhirnya menyerah. Ia mencengkeram pinggang sintal Nyonya Han dengan kuat, menarik tubuh basah wanita itu merapat tanpa jarak. Yohan menundukkan wajahnya, bersiap melumat bibir merah yang terus mendesah itu.Namun, tepat saat bibir mereka nyaris bersentuhan...Wuuunggg!Sebuah cahaya merah darah berkedip terang dari arah pinggang Nyonya Han, disusul dengungan spiritual yang nyaring."Sialan!" umpat Nyonya Han. Gerakannya terhenti seketika. Gairahnya pudar digantikan wajah pucat."Ada apa?" tanya Yohan dengan napas terengah-engah, pusaka-nya masih menegang maksimal di balik celana.Nyonya Han menarik slip giok darurat itu dan membacanya cepat. "Waktunya sungguh tidak tepat! Ada pengkhianatan di gudang pusatku di ibu kota!"Wanita itu menatap Yohan dengan wajah frustrasi. "Urusan kita terpaksa berhenti di sini, Yohan."Nyonya Han memajukan wajahnya, menggigit pelan cuping telinga Yohan sebelum mundur. "Tapi ingat... aku akan kembali untuk menagih jawabanmu, da
Last Updated: 2026-08-06
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status