author-banner
Fredy_
Fredy_
Author

Nobela ni Fredy_

Ibu Susu Polos Pak Boss

Ibu Susu Polos Pak Boss

Siapa bilang cinta datang hanya dari mata turun ke hati? Bagaimana kalau lewat ASI, meresap ke hati, dan tak mau pergi? Nayla nekat ke Jakarta untuk melupakan luka setelah bayinya meninggal. Tak disangka, ia justru menjadi ibu susu bagi bayi seorang duda kaya, Leo Prakasa Utama, yang baru saja kehilangan istrinya saat persalinan. Masalah muncul ketika keluarga Leo menolak cucunya disusui oleh wanita asing. Solusinya? Nayla harus menjadi istri sah Leo. Maukah Nayla menerima pernikahan kontrak dengan Leo hanya sampai bayinya lepas ASI? atau justru hatinya malah terjebak pada pria itu? "Bayi saja tahu susu saya enak!" – Nayla
Basahin
Chapter: BAB 244
Nayla mengajak Davina—atau yang akrab dipanggil Davi—berkeliling vila. Ia mengenalkan satu per satu ruangan di dalam bangunan utama, dari ruang keluarga hingga kamar-kamar tamu, lalu berhenti di depan sebuah pintu yang tertutup rapat. “Nah, Davi... kamar ini nggak boleh dibuka sembarangan," ujar Nayla sambil tersenyum tipis. “Kamar ini khusus keluarga kami kalau menginap. Banyak barang-barang saya dan Oma Matilda." Davina mengangguk kecil, mencatat setiap informasi dalam benaknya. Tur singkat itu berakhir di bagian belakang vila. Angin sejuk menggerakkan dedaunan, menciptakan riak halus di permukaan kolam renang yang memantulkan cahaya matahari pagi. Suasananya tenang yang memancing Davina tersenyum tipis. “Bagian ini yang paling saya suka,” kata Nayla sambil berhenti di depan deretan pot bonsai. Setiap pot sudah ia beri nama—Jeger yang kokoh dan menjulang, Ratu yang ramping dengan lekuk cabang penuh cerita. “Sebagian saya bentuk sendiri,” lanjut Nayla, “sebagian lagi sudah cantik
Huling Na-update: 2026-01-11
Chapter: BAB 243 - BONUS CHAPTER
Dua tahun berlalu seperti hembusan napas, Pagi itu, keceriaan menaungi vila milik Nayla yang berdiri anggun di bawah sinar matahari. Bangunan lama yang penuh kenangan itu sudah berubah dengan sentuhan modern—jendela-jendela besar yang membiarkan cahaya masuk bebas, dan warna-warna dinding yang lembut menenangkan. Semua dirancang Nayla sendiri, sebagai bagian dari perjalanan barunya menempuh pendidikan sebagai desainer interior. Dari dapur, aroma roti panggang dan omelete menyebar. Nayla bergerak ringan, rambutnya diikat ekor kuda, wajahnya cerah. Sesekali ia melirik ke ruang tamu melalui pintu kaca yang terbuka lebar. Di ruang tamu, Matteo berlari kecil dengan tawa riang, menendang bola plastik ke sana kemari. “Adeee… liat!” serunya lantang, sengaja menendang bola pelan agar jatuh tak jauh dari kakinya sendiri. Helena yang sedang belajar berjalan, bersorak kecil. Tangannya bertepuk-tepuk, mulutnya terbuka lebar menampilkan senyum tanpa gigi yang sempurna. “Ta… ta!” serunya tak je
Huling Na-update: 2026-01-10
Chapter: BAB 242
Di ranjang pasien, Nayla berbaring dengan wajah pucat pasi. Rambutnya basah oleh keringat, menempel di pelipis dan leher. Napasnya pendek-pendek, terputus-putus, setiap tarikan terasa seperti perjuangan melawan nyeri yang datang bergelombang tanpa ampun. Tangannya terangkat gemetar, meraba udara—mencari sesuatu… seseorang. “Ti…” suaranya nyaris mencicit lemah. “Iya, Nay. Aku di sini.” Surti segera meraih tangan itu, menggenggamnya erat. Kulit Nayla dingin, jari-jarinya bergetar hebat, menahan sakit dan takut yang merundungnya. Nayla menatap Surti. Matanya berkaca-kaca, merah, dan terbuka lebar. “Ti… aku bakal baik-baik aja, kan?” tanyanya lirih. Surti mengangguk cepat, meski dadanya terasa diremas. “Pasti, Nay. Pasti,” jawabnya terbata, seakan menenangkan dirinya sendiri. “Selesai operasi, kita langsung ketemu lagi, ya. Aku tunggu di sini. Aku nggak ke mana-mana.” Nayla meringis ketika perutnya kembali menegang. Rintihannya lolos begitu saja. “Aku takut, Ti…” napasnya tersengal.
Huling Na-update: 2026-01-09
Chapter: BAB 241
Wajah Leo menegang seketika saat suara Surti terdengar di ujung sambungan. Kalimat demi kalimat yang disampaikan wanita itu menghantam dadanya. Dunia di sekelilingnya seakan meredup, menyisakan satu titik terang yang berdenyut kencang di kepalanya—Nayla.Telepon itu berakhir dengan bunyi tut yang singkat. Leo menurunkan ponsel perlahan. Rahangnya mengeras, napasnya tertahan di dada. Tanpa menoleh sedikit pun ke arah Putra, ia berbalik dan mengambil langkah ke arah berlawanan dari pintu keberangkatan.“Pak, mau ke mana?” suara Putra menyusul, terdengar panik.Leo tak berhenti. Langkahnya justru semakin cepat.“Pulang!” suaranya tegas, terburu-buru. “Kamu pergi ke Switzerland sendiri aja, Put! Saya nggak ikut. Saya pulang."“Lho? Lho? Lho?” Putra berlari mengejar, koper besarnya terguncang-guncang. “Kenapa, Pak? Ada apa? Pak?"Leo pun akhirnya berhenti. Ia menoleh—hanya sesaat—namun cukup untuk membuat Putra tercekat. Matanya sudah berkaca-kaca, seperti menahan sesuatu yang hampir tumpa
Huling Na-update: 2026-01-08
Chapter: BAB 240
Nayla kembali membuka resleting tas besar berwarna krem itu, memastikan isinya sekali lagi. Popok bayi berbagai ukuran—cek. Selimut tipis—cek. Baju bayi yang sudah disetrika dan dilipat rapi—cek. Semua tersusun persis seperti daftar yang Matilda buatkan dengan tulisan tangan tegas, lengkap dengan tanda centang merah di pinggir kertas.Dua tas besar itu disusun di dekat lemari. Satu tas khusus perlengkapan persalinan, satu lagi berisi kebutuhan bayi, dan tas terpisah berisi pompa ASI, botol susu, dan kantong pendingin siap angkut. Nayla menghela napas panjang, lalu menutup tas terakhir dengan perasaan campur aduk—tegang, berdebar, sekaligus pegal yang ia tahan.Dari arah meja, Leo masih duduk di depan laptopnya. Layar menyala menampilkan jadwal penerbangan dan dokumen persiapan grand opening apartemen pertamanya di Switzerland. Namun sejak sepuluh menit lalu, tak satu pun baris benar-benar ia baca. Pandangannya berkali-kali melirik ke arah Nayla.“Nay…” Leo akhirnya menutup laptop itu
Huling Na-update: 2026-01-07
Chapter: BAB 239
Tamu-tamu mulai berdatangan dari segala penjuru kompleks perumahan itu. Selesai dengan dekorasi, Pak Dirman langsung sigap berdiri di dekat pintu gerbang yang sengaja dibuka lebar, menyambut setiap tamu dengan senyum ramah dan arahan singkat. Derai tawa anak-anak kecil yang datang bersama orang tua mereka memenuhi halaman rumah.Nayla memang sengaja mengundang semua anak di kompleks itu. Ia ingin ulang tahun pertama Matteo dipenuhi riuh suara dan langkah-langkah kecil yang berlarian, seolah ingin mengusir keheningan yang sudah terlalu lama bertamu di rumah mereka.Di ruang keluarga, Nayla berdiri menyambut para tamu dengan senyum terbaiknya. Gaun bertema Mesir itu sungguh tak bisa menyembunyikan perut buncitnya yang ikut menjadi pusat perhatian ibu-ibu. Bahkan sesekali, bayi di rahimnya bergerak aktif, seolah ikut merasakan keramaian, apalagi ketika ada ibu-ibu tetangga dengan gemas mengusap perut Nayla.“Ya Tuhan, bumilnya cantik banget,” ujar salah satu ibu sambil menyalami Nayla. “S
Huling Na-update: 2026-01-06
BRONDONG TENGIL BU DOSEN!

BRONDONG TENGIL BU DOSEN!

Gilang Pratama adalah mahasiswa Teknik Elektro tingkat pertama di Universitas Jayakarta—cerdas, pendiam, dan nyaris tak pernah menarik perhatian siapa pun. Hingga suatu hari, sebuah keteledoran kecil membuatnya terpergok oleh Mayang, dosen yang dikenal dingin dan ditakuti mahasiswa. Volume maksimal yang dipasang Gilang jelas mengaburkan suara apapun yang berada di sekelilingnya. Gilang yang mulai meresapi video kedua yang ditontonnya, tanpa sadar menggosok-gosok bagian bawah tubuhnya dengan santai. Wanita itu melihat dengan jelas apa yang sedang ditonton Gilang. Namun, bukannya menegur, Mayang Sari – Ibu Dosen di kampus itu malah berputar dan duduk di sebelah mahasiswanya. Gilang yang terkejut buru-buru mematikan video yang tengah di tontonnya, dan segera menjauhkan ponselnya dari pandangan Mayang. "Butuh bantuan?"
Basahin
Chapter: KAMU DI MANA?
Di tempat berbeda dalam waktu yang hampir bersamaan dengan mendaratnya pesawat yang ditumpangi Mayang, Gilang dan keluarganya tiba di sebuah komplek pemakaman elite. Gilang mendorong kursi roda ayahnya melewati deretan makam."Darius Mahendra ... Elvira Askana Mahendra." Gilang membaca lambat-lambat dua nama yang terukir di atas batu nisan yang bersebelahan."Itu kakek dan nenek kamu, Lang ..." ucap Dahlia dengan suara pelan. "Kamu udah pernah bertemu sama nenek kamu waktu itu."Gilang mengepalkan tangannya. Kejadian pengusiran itu masih terekam jelas dalam ingatannya. Hinaan yang terlontar dari mulut neneknya kala itu masih menggaung di telinganya setiap kali ia menangkap wajah sedih ibunya. Gilang menatapi tanggal kematian wanita itu di batu nisan. Belum lama, baru sekitar lima bulan yang lalu."Setelah kematian Ibu, kami langsung mencari keberadaanmu, Gilang. Bukan tanpa alasan," ujar Chandra tenang, kedua tangannya masuk ke saku celana, sikapnya terlihat santai namun sorot matanya
Huling Na-update: 2026-03-09
Chapter: MAYANG KENAPA?
Tanpa berkata apa-apa, ia buru-buru menjauh dari meja makan.Langkahnya tergesa-gesa menaiki tangga. Napasnya memburu, satu tangan menekan perutnya, tangan lain menutup mulutnya rapat-rapat."Mayang?? Mau ke mana? Makan dulu!" seru Pertiwi kaget melihat putrinya berlari begitu saja.Mayang tak menjawab.Ia mendorong pintu kamar mandi di dalam kamarnya dengan tergesa, lalu berlutut di depan kloset. Ia teringat, sebelum tertidur dengan gelisah semalam, makanan yang terakhir masuk ke perutnya hanyalah sepotong paha ayam ungkep.Dan kini dia memuntahkan semuanya ke kloset kamar mandi. Kepalanya seketika berdenyut. Sudah lama sekali dia tidak merasakan keanehan dalam tubuhnya seperti ini.BYYUURR!Mayang menekan kuat tombol flush klosetnya dengan badan yang agak sempoyongan. Tangannya memijat-mijat pelipisnya, merasakan pusing bercampur mual yang seketika mengacaukan dirinya."Nduk??! Kamu baik-baik saja, kan?!" seru Pratiwi yang mendengar suara muntah dari kamar Mayang."Mayang ngga apa-a
Huling Na-update: 2026-03-08
Chapter: MUAL!
Kereta api berkecepatan tinggi melesat, membelah malam dengan raungan logam yang memekakkan telinga. Angin kencangnya menerjang hebat, menghantam tubuh Gilang dan motor yang masih ia duduki. Hanya sepersekian detik. Sepersekian detik yang memisahkan hidup dan maut.Sebuah dorongan kasar menghantam bahunya.Tubuh Gilang terseret ke tepi, motornya terjungkal. Dua pria yang tadi berteriak berhasil menariknya menjauh tepat ketika palang pintu nyaris menutup dan rangkaian gerbong kereta melintas.Bunyi berisik roda kereta di atas rel perlahan menjauh. Dan Gilang terduduk, napasnya terputus-putus, jantungnya menghantam kencang tulang rusuknya sendiri. "Kamu mau ke mana tengah malam begini? Bahaya, Dek!" seru pria berjanggut yang masih memegangi tubuh Gilang.Gilang menyebutkan nama kota yang menjadi tujuannya. Ternyata, masih ada setitik keberuntungan memihak Gilang. Pria yang menyelamatkannya seorang pengemudi truk tanpa muatan dan sedang menuju kota yang sama dengan Gilang. Melihat kondi
Huling Na-update: 2026-03-07
Chapter: PULANG
Gilang menyeret langkahnya menuju kostan dengan perasaan gamang yang bercampur aduk. Dua jam lamanya dia berjongkok di tepi jalan seusai mengabari Mayang tentang keadaannya. Mayang tak dapat menyembunyikan keterkejutannya mendengar penuturan Gilang. Suaranya bergetar saat mencoba menenangkan pemuda itu.Meski belum pasti Gilang akan terlibat dalam kasus yang tengah menimpa Sarah dan suaminya, tetapi sepertinya menjauh dari kota di mana dia berada saat ini adalah pilihan yang terbaik. Mayang menyetujui saran tersebut. Untuk masalah ujian, dia akan coba membicarakannya dengan Pak Dekan agar Gilang masih bisa mengikuti ujian susulan.Gilang tiba di depan kostan Raka bersamaan dengan kedatangan pemuda itu. Kepanikan yang hampir serupa tergambar di wajah keduanya. Gilang tak mampu menjelaskan apapun kepada Raka.Dia hanya sanggup berkata, "Kalau nanti ada yang nyariin gue-siapa pun itu-tolong jangan kasih tahu gue di mana."Angin malam berembus tipis.Untuk pertama kalinya, Raka melihat ke
Huling Na-update: 2026-03-06
Chapter: TANDA BAHAYA
Gilang sedang mencari udara segar di luar kostan Raka, saat pemuda sunda itu pergi berkencan dengan Olivia. Gilang menyusuri jalan setapak menuju mini market tak jauh dari kostan. Dia membeli dua botol minuman dingin untuk menemaninya belajar. Masih ada dua mata kuliah terakhir yang harus ia selesaikan besok."Tante Sarah? Mau apa lagi sih dia?" Gilang mengerutkan kening menatap layar ponselnya saat mengantri di kasir mini market. "Cuekin dulu saja lah. Kalau emang ada yang penting, paling entar kirim chat."TRING!Benar saja, sebuah pesan singkat masuk tak lama setelah panggilan telepon berakhir. Gilang membayar belanjaannya terlebih dulu sebelum membuka pesan dari Sarah. Kemudian menenggak separuh botol minuman dinginnya dan menggulir layar ponselnya.[Aku di apartement] - SarahTenggorokan Gilang tersekat. Selama ia mengenal Sarah, ada dua hal yang menjadi ciri khas wanita itu ketika dirundung masalah berat.Pertama, Sarah akan menggubah warna rambutnya. Kedua, kalau Sarah mengatak
Huling Na-update: 2026-03-04
Chapter: SITUASI GENTING
"Raka lama dehh ..." bisik Olivia. Membuat Raka semakin gugup. Bagaimana kalau sampai ketahuan kalau dirinya belum ada pengalaman berciuman? Aduuhh ... bisa jatuh harga diri kelelakiannya.Karena sudah tidak sabar, Olivia menarik kerah baju Raka dan menyatukan bibir mereka. Untuk pertama kalinya Raka merasakan bibir kenyal dan lembut Olivia. Perlahan dia menghisap bibir gadis itu dengan lembut hingga Olivia mendesahkan namanya lagi dan lagi.Tangan Raka mulai menjelajah sesuai instingnya, meremas kedua bukit kembar Olivia. Raka melakukannya dengan keyakinan dan kepercayaan diri tinggi bahwa Olivia tidak akan menolak kalau dia melakukan lebih dari pada itu. Dan kini tangannya mulai menyusup ke balik kaos tipis Olivia, memainkan pucuk dada gadis itu yang membuat dada Raka berdebar hebat.Hingga sebuah suara dari interkom rumah Olivia mengejutkan mereka."Selamat malam! Kami dari kepolisan membawa surat penangkapan ...""Naon?? Pulisi? Kunaon aya pulisi, Livi? Kamu mau ngejebak Raka? Dem
Huling Na-update: 2026-03-02
Maaari mong magustuhan
Two Sides Of The Same Coin
Two Sides Of The Same Coin
Romansa · Mika Senpai
2.7K views
DIOFANO
DIOFANO
Romansa · Nawujungid
2.7K views
Ibu untuk Anakku
Ibu untuk Anakku
Romansa · Lady MerMaD
2.7K views
Love Me Please, My Husband
Love Me Please, My Husband
Romansa · Cintya Devi
2.7K views
Never Cease
Never Cease
Romansa · ayspcy
2.7K views
Stray Cat
Stray Cat
Romansa · callesy
2.7K views
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status