Mag-log inGilang Pratama adalah mahasiswa tahun pertama Teknik Elektro di Universitas Jayakarta. Ia dikenal cerdas dan pendiam, nyaris tak pernah menarik perhatian siapa pun. Sampai suatu hari, sebuah keteledoran membuatnya tertangkap oleh Mayang Sari, dosen yang terkenal dingin dan disegani mahasiswa. Gilang terlalu asyik menonton video di ponselnya dengan volume tinggi hingga tak menyadari kehadiran orang-orang di sekitarnya. Saat Mayang melihat apa yang sedang ditontonnya, wanita itu justru menghampiri dan duduk di sebelahnya.
view more“Brother aink!!” suara khas Raka memanggil Gilang yang baru tiba di Indonesia. “Raka kangen ... huuu ... lama banget ngga ketemu sampai kamu sudah punya anak tiga biji begini.”“Aku juga kangen sama kamu, ka. Istiri aku ngga disapa, ka?”“Ehh ... Bu Mayang ... tambah geulis wae ... apa kabar ibu?” Raka mengulurkan tangannya dan mencium tangan mantan dosennya itu.“Katanya kamu mau jemput pakai mobil, ka? Mana mobilnya?”“Ehh iyaa ... hayu atuh kita berangkat. Kesian bayi-bayi kayaknya udah pada lelah.”“Aku yang udah lelah, ka. Tangan keram gendong tiga bayi, ayahnya sih enak tidur.” Mayang menyenggol lengan Gilang.Sebuah Vellfire hitam telah menunggu tak jauh dari pintu lobby bandara. Gilang berdecak saat Raka mendekati mobil itu dan membukakan pintu untuk mereka.“Wuuiihhh ... keren banget brother aink sekarang! Mobil baru?” tanya Gilang seakan mencurigai perbuatan pemuda itu selama dua tahun ditinggal olehnya.“Tinggal naik saja bawel banget sih? Tinggal duduk saja yang nyaman, la
Suatu hal yang wajar jika seorang istri posesif terhadap suaminya. Itu berarti rasa cintanya begitu besar dan dia menginginkan suaminya itu hanya menjadi milik satu-satunya. Bahkan kalau bisa nyamuk betina juga tidak boleh nemplok seenaknya dan menggigit anggota tubuh manapun dari suaminya itu.Wanita juga ahli sejarah yang paling hebat di dunia. Dia bisa mengingat segala kesalahan yang pernah dilakukan suaminya mulai dari saat pacaran hingga sudah punya anak banyak. Dan Mayang tidak mau menambah rentetan kesalahan untuk diingat. Dia harus melakukan sesuatu untuk mempertahankan apa yang menjadi miliknya kini.Mayang melenggang anggun sambil mendorong stroller, memasuki area taman kampus terkenal di kota itu. Dia dan Tina berjalan menuju fakultas tempat Gilang menuntut ilmu. Berdasarkan jadwal yang Mayang intip diam-diam dari ponsel suaminya itu, seharusnya Gilang sudah selesai kelas pagi.Pucuk dicinta ulam pun tiba, ayah muda yang tengah dicari keberadaannya itu terlihat sedang mengo
Tiba-tiba Mayang seperti merasa cemas dengan lingkungan kampus Gilang. Apa mungkin mahasiswa di sana tidak mengetahui status Gilang yang sudah menjadi seorang ayah? Atau gadis-gadis di sana sudah terbiasa bersikap mesra terhadap lawan jenis?“Ehh? Grace?” tanya Gilang seketika terdiam.Suara pintu apartement yang terbuka mengejutkan mereka, sebelum Gilang sempat memuaskan Mayang dengan jawabannya. Tina sudah pulang berbelanja. Dengan dibantu supir, wanita itu mengangkut kantong-kantong belanja yang seperti tidak ada habisnya. Lekas Mayang mengalihkan perasaan anehnya dengan membantu Tina mengeluarkan barang belanjaan.“Are you okay? Bayi-bayi handsome masih tidur? Apa mereka sempat rewel?” tanya Tina yang melihat ketidakberesan di wajah Mayang.“Tidak, Tina. Mereka aman dan aku juga sudah sempat mandi. Tina aku boleh minta bantuan kamu?” bisik Mayang sembari meremas jemarinya.“Silahkan. Bilang saja. Kamu butuh bantuan apa?”“Besok aku mau kita membawa bayi-bayi ini ke suatu tempat.”
Hari itu terasa sangat panjang dan melelahkan bagi Gilang. Selama seminggu terakhir, ia harus membagi waktu antara kuliah, virtual meeting dengan Chandra dan jajaran manajemen perusahaan di Swedia, serta bolak-balik menemani Mayang di rumah sakit. Hingga akhirnya, hari ini mereka bisa kembali ke apartemen.Dengan bantuan Tina, masing-masing dari mereka menggendong satu bayi. Sementara itu, dua tas besar dibawa oleh sopir. Tepat pukul sepuluh pagi, mereka tiba di apartemen. Tanpa menunda, Gilang segera merebahkan tubuhnya di ranjang setelah memastikan ketiga bayinya terlelap di boks baru mereka."Gilang, Mayang... aku harus ke supermarket sebentar. Beli bahan makanan sehat untuk ibu hamil. Keluarga dari Indonesia jadi datang tiga hari lagi, kan? Sekalian aku beli bahan untuk bikin kue," ujar Tina sambil menggenggam dompet yang setiap hari diisi Mayang untuk kebutuhan belanja."Om Chandra bilang jadi datang. Dia juga bawa ayah dan ibuku. Oh iya... tolong belikan buah yang banyak, ya. Ay












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Rebyu