author-banner
Appachan
Author

Novel-novel oleh Appachan

Secret Agent Or Teacher

Secret Agent Or Teacher

Azena Stefanie Hailey, agen rahasia elit, ditugaskan menyamar sebagai guru di Silvergate Academy—sekolah unggulan yang ternyata menjadi tempat eksperimen pencucian otak oleh jaringan mafia internasional. Dalam penyamarannya, Azena harus menghadapi konflik batin, ancaman identitas terbongkar, dan hubungan emosional dengan murid-murid yang mulai percaya padanya. Misinya menjadi ujian antara loyalitas pada negara atau menyelamatkan generasi muda dari manipulasi gelap. Di tengah penyergapan, kehilangan, dan pengkhianatan, Azena dipaksa menentukan siapa dirinya sebenarnya seorang agen, guru, atau penyelamat. Mampukah Azena menyelamatkan mereka? Baca Kisah Azena sang Agen Rahasia ---
Baca
Chapter: 50. Perampokan?
'Bagaimana bisa?''Yang mengetahui rekaman itu hanya aku, Angel, dan… Jonathan. Tidak mungkin, bukan?'“Sekarang kamu di mana?” tanya Azena dengan suara tertahan.“Aku di rumah sakit, bersama Angel. Aku tadi meminta pertolongan padanya.”“Di mana dia? Aku ingin bicara dengannya,” ujar Azena. Ia perlu mengetahui detail kejadian ini agar tidak salah mengambil kesimpulan.“Sebentar, dia sedang berbicara dengan dokter.”Tak lama setelah itu, suara Jonathan memanggil Angel terdengar samar di telinga Azena. Pikiran-pikiran buruk mulai bermunculan, tak terbendung. Tidak mungkin pihak luar mengetahui tentang rekaman itu. Pasalnya, hanya mereka bertiga yang tahu.Mungkinkah salah satu dari mereka berkhianat?Tidak mungkin, bukan?Azena sudah memeriksa latar belakang mereka dengan teliti. Data mereka bersih, bahkan terlalu bersih. Tidak ada satu pun kejanggalan. Ataukah… ada sesuatu yang luput dari pengamatannya?Suara seorang wanita memecah lamunannya. “Ada apa, Ze?”“Bagaimana bisa kejadian s
Terakhir Diperbarui: 2026-05-18
Chapter: 49. Rekaman Yang Hilang
Pintu kayu itu terbuka lebar, dengan langkah gontai Azena memasuki rumahnya. Wajah lelah terpancar di wajah cantiknya, Azena langsung menghempaskan tubuhnya di sofa ruang tamu. Matanya melirik sekilas kearah jendela samping yang masih bersinar akibat sinar matahari senja yang menerobos lewat jendelanya. Waktu sore Azena baru saja pulang dari sekolah tempatnya bekerja. Rasanya sangat melelahkan sekali bagi Azena. Lebih melelahkan daripada ia menjalankan misi sebagai agen. "Astaga ... Lelah sekali," keluh Azena. Matanya terpejam erat, guna mengurangi rasa lelah yang dirasakannya. Pikirannya tiba-tiba mengingat ucapan Edward tadi telepon. Rasanya, ada yang aneh dengan sekolah tempatnya bekerja. Jika hanya sekolah biasa, tidak mungkin 'kan, sekolah itu sampai mengirim mata-mata hanya untuk mengintainya? "Pantas saja, kakek mencurigai sekolah itu," gumam Azena. Decakan kesal terdengar nyaring dirumah itu, mengingat mata-mata yang mengintainya sungguh membuatnya kesal, yang artinya ia
Terakhir Diperbarui: 2026-01-06
Chapter: 48. Kesialan Edward
Di ruang dengan minim pencahayaan dan beberapa komputer yang menyala menampilkan data-data rumit, Edward begitu fokus dengan kegiatannya. Tangannya begitu sibuk menari diatas keyboard, sesekali sorot matanya akan fokus ke layar komputer."Tiga bayangan dan empat drone," gumam Edward.Edward bersandar pada kursi dengan tangan menyilang di dadanya. "Semua sesuai dugaan kakek Jeremy. Aku tidak menyangka sekolah itu hanya kamuflase dari sebuah rahasia besar," ucap Edward lirih.Edward langsung mengambil ponselnya yang berada tak jauh dari keyboard dan menghubungi Azena. Beberapa kali hanya terdengar suara operator saja. Edward mencoba menghubungi sekali lagi, beruntung panggilan terakhir ini Azena mengangkatnya."Katakan apa tujuanmu sekarang! Berani sekali kamu mengganggu ku."Belum juga Edward menyapa, begitu panggilan tersambung Edward lebih dulu mendengar suara dingin dari sepupunya itu., tanpa sadar Edward meneguk ludahnya kasar."Tenang Ze, a-aku hanya ingin memberitahu mu sesuatu.
Terakhir Diperbarui: 2025-09-23
Chapter: 47. Menjadi Berbeda Demi Misi
"Maaf tuan, saya ingin memberikan informasi tentang Nona,"Suara itu menghentikan kegiatan sang pria yang masih fokus pada berkas-berkas didepannya. Tangan kekar itu masih memegang pena ditangan dan mata tajam itu masih menatap berkas yang dikerjakan olehnya, namun pikiran pria itu langsung tertuju pada sosok gadis cantik yang selalu ia awasi keberadaannya."Katakan," jawab sang pria yang masih fokus pada pekerjaannya."Nona, sekarang sedang melakukan misi disebuah sekolah elit tuan," ucap pria yang menjabat sebagai sekertaris sekaligus tangan kanannya.Pria itu mendengarkan secara seksama apa yang sekertaris nya itu ucapkan.Sang sekertaris terdiam sejenak, dirinya bimbang antara memberitahu kepada bos nya itu atau tidak. Jika ia memberitahu disekolah mana sang Nona melakukan misi, bisa saja atasannya itu langsung mengeluarkan aura mengerikan.Sedangkan pria itu menyerngit saat tidak mendengar kelanjutan informasi dari sekertaris nya. Pria itu langsung mendongak menatap wajah sang se
Terakhir Diperbarui: 2025-09-10
Chapter: 46. Charles
Azena melangkah masuk ke dalam kelas. Udara di ruangan itu terasa dingin, dipenuhi bisik-bisik dan tatapan penasaran. Sebagai agen rahasia, Azena sudah terbiasa dengan berbagai misi berbahaya, tapi menyamar sebagai guru seni di sekolah yang mencurigakan ini adalah hal baru baginya.Ia melihat sekeliling. Beberapa pasang mata memperhatikannya dengan saksama, sementara yang lain tampak acuh tak acuh, tenggelam dalam obrolan mereka sendiri. Namun, Azena tidak memedulikan mereka. Matanya menyapu ruangan, mengamati setiap detail, mencari seseorang yang ia yakini ada di sekolah ini."Selamat pagi, semuanya," sapa Azena, suaranya terdengar lembut namun tegas. "Nama saya Eliana Juliette, dan mulai hari ini, saya adalah guru seni baru kalian. Panggil saja Miss Ana."Ia lalu mulai menjelaskan apa itu seni. "Seni, pada dasarnya, adalah cerminan dari jiwa kita," kata Azena. "Tapi, itu hanya definisi yang umum. Aku ingin tahu, menurut kalian, apa itu seni?"Azena menunjuk seorang siswi yang duduk
Terakhir Diperbarui: 2025-09-08
Chapter: 45. Maudie
"Perkenalan nama saya Maudie, selamat atas di terimanya anda mengajar di sekolah ini," "Terima kasih Miss Maudie, saya Eliana Juliette.""Anda sangat beruntung bisa diterima disini, karena jarang sekali ada yang diterima. Disini pemilihan guru baru sangat ketat," jelas Maudie.Azena menatap Maudie, "benarkah?"Maudie mengangguk mantap, "iya, bahkan ada beberapa dari orang yang melamar saat penyerahan CV, langsung ditolak oleh kepala sekolah.""Ini .... Kenapa terlihat sepi?" tanya Azena menunjuk koridor yang sangat sepi tidak ada siswa maupun siswi yang lewat lorong koridor itu.Maudie menoleh kearah yang ditunjukkan Azena. "Oh itu, menuju perpustakaan lama dan laboratorium lama yang sekarang tidak di pakai," jelas Maudie."Dan arah timur sana, ruang perpustakaan dan laboratorium baru," tunjuk Maudie pada lorong koridor yang berlawanan arah dengan laboratorium lama, dan tentu saja terlihat banyak siswa dan siswi yang berlalu lalang disekitar tempat itu.Mereka terus berjalan yang dis
Terakhir Diperbarui: 2025-08-28
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status