author-banner
Itha Irfansyah
Itha Irfansyah
Author

Novels by Itha Irfansyah

Awalnya Terpaksa, Akhirnya Jatuh Cinta

Awalnya Terpaksa, Akhirnya Jatuh Cinta

Mereka dipaksa bersama dalam ikatan yang tak diinginkan. Awalnya dingin, penuh penolakan, bahkan terasa seperti hukuman. Namun, perlahan keterpaksaan itu berubah jadi sesuatu yang sulit dijelaskan—hangat, membingungkan, sekaligus berbahaya. Saat cinta mulai tumbuh, rahasia masa lalu dan orang-orang yang tak rela melihat mereka bahagia datang mengguncang segalanya. Apakah cinta yang lahir dari keterpaksaan bisa bertahan? Atau justru hancur sebelum sempat mekar?
Read
Chapter: Bab 77.
Malam di dalam penjara terasa lebih sempit dari biasanya. Daniel duduk di sudut sel, napasnya tidak beraturan. Untuk pertama kalinya sejak semuanya dimulai… rencananya runtuh. Siregar. Fahrul. Reno. Tiga nama itu terus berputar di kepalanya seperti lonceng kematian. Ia tidak lagi punya orang lapangan. Tidak ada mata. Tidak ada telinga. Dan yang paling membuatnya gila, Aluna masih hidup, masih bersama keluarganya, dan belum hancur. Daniel meninju tembok besi. Darah mengalir dari buku jarinya. “Kalian pikir ini selesai?” gumamnya pelan, nyaris berdoa. “Belum… belum.” Di hari kunjungan, Daniel tidak menemui siapa pun dari lingkaran lamanya. Ia menemui satu orang saja, pria berambut perak dengan jas rapi, duduk tenang di balik kaca pembatas. Pria itu tersenyum tipis. “Aku bilang dari awal, Daniel. Kalau kau terpojok… aku hanya membantu jika kau siap membayar harga yang lebih mahal.” Daniel mendekat, tatapannya liar. “Aku tidak butuh kekacauan. Aku butuh satu hal, buat mer
Last Updated: 2025-12-19
Chapter: Bab 76.
Setibanya di Indonesia, Arga dan Dara langsung merasakan ada sesuatu yang tidak beres. Dara merengkuh Aluna yang terlihat ketakutan dan pucat. “Dara.… kamu tidak boleh melawan ini sendirian. Kamu sekarang dalam perlindungan kami.” Arga menatap Adrian dan Freddy. “Kita hentikan Daniel sekali untuk selamanya. Caranya bukan hanya mengejar kaki tangannya, tapi memutus pola komunikasi yang ia gunakan dari penjara.” Di sinilah Arga mulai memimpin investigasi, menelusuri siapa saja orang yang pernah bekerja dengan Daniel, memeriksa rekaman CCTV sekitar rumah, menghubungi teman-temannya di bidang keamanan digital, dan mencari pola dari pesan-pesan yang diterima Aluna. Dara membantu Riana yang mulai kelelahan mental. Sementara anak kedua mereka membantu Adric menjadi penahan emosi, sehingga Adric tidak ikut terpuruk. Kehadiran mereka membuat keseimbangan keluarga kembali perlahan-lahan. Di malam hari, Aluna menerima pesan suara dari nomor tak dikenal. Suara itu pelan… serak
Last Updated: 2025-12-12
Chapter: Bab 75.
Tapi senyum itu membuatnya terbangun sambil memegang dada. Ia berusaha menepis semuanya, tapi suara Daniel selalu muncul, “Kamu percaya aku… karena aku yang paling mengerti kamu.” Dan yang paling mengusik, perasaan bersalah karena ia sempat mempercayai Daniel lebih dari ibunya sendiri. Ia takut dilihat sebagai gadis bodoh. Ia takut jadi beban. Jadi ia memilih diam. Dan diamnya itu… jauh lebih menyakitkan bagi semua orang. Riana memperhatikan semua tanda, Aluna kurang tidur. Makan sedikit. Tidak fokus. Dan sering menatap kosong. Yang membuat Riana paling patah hati adalah Aluna mulai menarik diri dari pelukan. Jika Riana ingin memeluknya, Aluna tersenyum… tapi kaku. Dan Riana tahu betul bahwa itu bukan karena benci. Itu karena trauma. Namun malam-malam tertentu, saat Aluna tertidur, Riana duduk di tepi ranjang dan mengelus rambut putrinya perlahan. “Maafkan Mama… kalau Mama terlambat menyadari semuanya…” Air matanya jatuh diam-diam. Riana bukan ibu sempurna. Tapi ia
Last Updated: 2025-12-06
Chapter: Bab 74.
Adrian tidak menunggu komando. Ia langsung menerobos hutan. Freddy menyusul dengan nafas berat, tapi semangatnya membara. Rasa bersalahnya pada masa lalu berubah menjadi tenaga. “Daniel harus berhenti malam ini!" Adrian berseru. Petugas berteriak, “Pak Adrian! Hati-hati, jalannya licin!” Adrian tidak peduli. Ia hanya memikirkan satu hal, Daniel tidak boleh mendekati Aluna lagi. Freddy, di sampingnya, berkata dengan suara rendah namun tegas," Kita lakukan ini bersama.” Untuk pertama kalinya, dua laki-laki yang sempat bermusuhan itu, berlari sebagai satu tim. Sementara itu, di dalam penginapan, Aluna duduk di kursi kayu sambil dipeluk Riana erat-erat. Adric berdiri di samping kakaknya, seperti penjaga kecil yang siap melawan siapa pun. “Ma… Daniel… dia bukan orang baik…" Aluna suaranya bergetar. Riana menyentuh pipinya lembut, “Iya, Kak… sekarang kamu sudah aman. Papa Adrian dan papa Freddy lagi kejar dia.” Aluna menunduk. “Aku… aku ikut dia karena aku bodoh…” Ri
Last Updated: 2025-12-03
Chapter: Bab 73.
Di dalam penginapan, Aluna mendengar pintu belakang terbuka. Daniel keluar sebentar, seolah memeriksa sesuatu di luar. Aluna langsung bangkit, mendekat ke jendela kecil. Ia melihat sesuatu, kilatan cahaya senter yanh bergerak dan banyak. Jantung Aluna berdegup. Itu bukan satpam gunung… Itu bukan petugas biasa… Itu… keluargaku? Tapi ia tidak berani bersuara. Daniel bisa masuk kapan saja. Ia menggenggam syal di lehernya, yang ternyata tadi jatuh tanpa ia sadari. “Papa… Adric… tolong cepat…” bisiknya. Saat tim semakin dekat, seorang petugas menunjuk sesuatu, ada bayangan seseorang sedang merokok di teras belakang. Freddy langsung mengenali posturnya, “Itu Daniel.” Adrian memicingkan mata, wajahnya berubah sangat dingin. Adric menahan napas kuat-kuat. Tapi Adrian memberi kode, “Belum. Kita tunggu momen yang tepat.” Riana menahan air mata, rasanya ingin langsung berlari memeluk anaknya. Daniel berdiri, melempar puntung rokok ke tanah, lalu berjalan turun sediki
Last Updated: 2025-12-02
Chapter: Bab 72.
Dan tim kecil itu pun terbentuk, Adrian, Freddy, Riana (tetap ikut karena naluri ibu tidak bisa dibendung) dan Adric. Serta beberapa petugas keamanan dan relawan. Malam itu, rombongan mereka melaju menuju pegunungan tempat Daniel membawa Aluna. Dalam perjalanan, petugas memberi kabar, bahwa mobil Daniel terekam CCTV melewati pos desa menuju kawasan hutan pegunungan. Freddy mengepalkan tangan, “Berarti dia sengaja. Dia tahu tidak banyak sinyal di atas sana.” Adric menunduk, menggigit bibirnya, merasa panikan tapi berusaha tegar. Riana meraih tangan putranya, “Kita pasti bisa menyelamatkan kakakmu." Adric mengangguk, meski seluruh tubuhnya gemetar halus. Begitu mereka sampai di kaki gunung, kabut dingin menyelimuti jalur, udara lembap membuat napas terlihat seperti asap, suara hutan sunyi, hanya terdengar angin dan gesekan daun. Adric menyalakan senter di kepalanya. Riana menatapnya khawatir, “Kamu yakin bisa, Nak?” Adric menarik napas panjang, “Kalau Kak Aluna sendi
Last Updated: 2025-12-01
Gadis Penakluk Hati CEO Dingin

Gadis Penakluk Hati CEO Dingin

Gadis yang malang itu hamil oleh seorang pria arogan, tapi dia jatuh cinta dengan pria lain. Apakah dia akan bersatu dengan pria yang di cintai nya atau kah pria yang menghamilinya?
Read
Chapter: Chapter 52.
"Ehm...Aku faham dengan kebimbanganmu Ulfa, aku serahkan semua keputusan kepadamu, kakak pasrah dengan apapun keputusanmu, semoga apapun keputusanmu, itulah yang terbaik buatmu" Ucap Shinta sedih sembari menarik napas dalam - dalam.Tiba - tiba mertua Sinta mengetuk.pintu dan membuka pintu kamar Sinta."Sinta, mama dan papa pulang dulu ya, soalnya keluarga mama dari kampung tadi ada nelepon, katanya mau ke rumah, jadi mama harus menunggu mereka di rumah" Ucap sang mertua."Ooh iya ma, nanti ajak mereka ke sini juga ya ma" Sahut Sinta."Iya...Ulfa tante pulang ya" Ucap mertua Sinta."Ya Tante, hati - hati di jalan" Sahut Ulfa.Mertua Sinta pun menjawab dengan anggukan dan senyuman.Sinta dan Ulfa keluar kamar untuk mengantar mertuanya sampai teras rumah. Dan masuk kembali ke rumah, setelah mobil yang di kendarai mertuanya tak terlihat lagi.*******"Sayang...sayang...aku punya kabar yang pastinya akan membuatmu dan Usama bahagia" Ucap Alex dengan tergesa - gesa masuk ke dalam kamarnya,
Last Updated: 2025-12-31
Chapter: Chapter 51
"Kak Usama...aku kangen..." Ucap Ulfa yang tak sadar bahwa banyak mata yang menatap ke arahnya.Beberapa orang yang menatap Ulfa bingung apa yang terjadi dengan Ulfa, mereka menatap Ulfa dengan rasa kebingungan dan rasa penasaran."Ulfa Kamu kenapa? Ulfa?" tanya Sinta yang menyadarkannya dari tatapan matanya ke layar TV yang ada di ruang perawatan Sinta pasca melahirkan."Eh...kak...ehm...itu di televisi ada kak Usama, kakak kandungku" Ujar Ulfa menatap Sinta sembari menunjuk ke arah televisi."Lho...mama fikir, Ulfa ini adik kandungmu Sinta, ternyata bukan ya?" Tanya mertua Sinta."Iya, bukan ma...tapi Ulfa sudah aku anggap seperti adik kandungku sendiri" Sahut Sinta."Ooh...begitu" Ucap mertua Sinta singkat."Ulfa, di sana apa benar ada kakakmu? Kamu nggak salah lihat kan?" Tanya Sinta."Iya, beneran kak, akh nggak salah lihat karena kamera dengan sangat jelas menyorot ke wajahnya" Jawab Ulfa."Itu siapa sih yang lagi acara?" Tanya Sinta yang memang sedari tadi tak terlalu memperhat
Last Updated: 2025-12-31
Chapter: Chapter 50.
Dito pun mulai membuka pakaian Sinta, dan mata Dito lagi - lagi terbelalak melihat dua gundukan daging yang bulat dan kenyal itu di depan matanya. Buah d"d" Sinta begitu sempurna, kulit tubuh Sinta yang mulus dan putih, serta wangi tubuh Sinta membuat gairah Dito semakin memuncak.Dito pun mulai dengan mencium bibir Sinta dengan nafsu, kemudian turun ke bu"h dada Shinta dan melahapnya dengan rakus, setelah itu barulah dia memasukkan rudalnya ke dalam liang Sinta,.karena dia sudah tak sabar lagi dan juga rudalnya sudah mengeras dan tak bisa kompromi lagi.Dito benar - benar mengeluarkan segala hasratnya yang belum terpenuhi itu dan akhirnya kini bisa terpenuhi karena dia bisa membujuk Sinta untuk melayaninya, dan itu memang salah satu keinginannya sejak pertam kali bertemu dengan Shinta. Tapi, selalu saja gagal karena orang lain lebih dulu membooking Shinta di bandingkan dirinya.Dito menghentakkan junior itu ke dalam.liang Shinta dan Shinta hanya bisa pasrah, demi untuk ketenangan hid
Last Updated: 2025-12-31
Chapter: Chapter 49.
Dito pun mengemudikan mobilnya menuju cafe langganannya, dia akan makan siang disana sembari mencari cara bagaiman agar Sinta mau melayani naf"u bejatnya.Setelah menghabiskan makan siangnya, dia pun menuju rumah Sinta.Beberapa menit kemudian dia sampai ke rumah Sinta dan mendapati sebuah mobil terparkir di halaman rumah Sinta, padahal sewaktu dia mengantarkan Ulfa pulang, mobil itu belum ada disana."Apakah itu mobil suaminya? Kalau benar, bagaimana aku bisa masuk kesana?" Gumam Dito."Aku akan menunggu beberapa saat dulu disini, siapa tau ada celah untuk aku bisa masuk ke sana" Gumam Dito lagi.Satu jam kemudian, dia melihat dua orang pria keluar dari rumah itu sembari bergandengan tangan dan terlihat mesra, kemudian mereka masuk ke dalam mobil, dan mobil yang tadinya terparkir itu keluar dari halaman rumah Sinta."Mereka itu siapa? Apakah salah satu di antara mereka adalah suaminya Sinta? Tapi kok seperti itu ya?" Gumam Dito bingung."Aku harus ke dalam atau aku mengikuti mereka d
Last Updated: 2025-12-31
Chapter: Chapter 48.
"Oke, aku akan menjaga rahasiamu, tapi itu nggak gratis, kamu harus membayarnya," Ucap Dito. "Bayar? Apa maksud anda?" Tanya Sinta. "Aku menjaga rahasiamu harus ada imbalannya, dan aku mau minta pelayanan darimu seperti yang kamu lakukan di "Kampung Cinta," Ujar Dito. "Nggak... aku nggak mau, aku sudah menikah, aku nggak akan melakukannya dengan pria lain selain dengan suamiku," Sahut Sinta. "Oke, kalau gitu aku akan keluar dan mengatakan kepada Ulfa bahwa kakaknya adalah seorang pelac"r" Ujar Dito. "Anda jangan mengancam saya seperti itu ya, saya juga bisa mengatakan kepada putri dan istri anda kalau anda sering datang ke tempat pelac"ran," Tukas Sinta. "Hei... berani - beraninya ya kamu mengancamku?" Ujar Dito geram. "Makanya, anda jangan coba - coba mengancam saya seperti itu," Ujar Sinta. Dito pun langsung keluar dari kamar Sinta dengan wajah yang penuh emosi. "Cilla... ayo kita pergi dari sini, papi ada urusan," Ajak Dito tanpa berpamitan dengan Ulfa maupun Sinta. Hanya
Last Updated: 2025-12-23
Chapter: Chapter 47.
Ulfa yang kembali ke kamar Cilla tak dapat tidur lagi karena memikirkan apa yang sudah terjadi tadi di kamar Dito. Ulfa memutar lagi ingatannya dengan apa yang sudah terjadi, tapi dia hanya mengingat sampai kepalanya yang sangat pusing dan saat berdiri ingin menuju kamar Cilla, dia pun terduduk kembali di sofa, karena tak tahan dengan sakit di kepalanya. Hanya sampai itu saja ingatannya. Akhirnya, hingga pagi Ulfa tak bisa memejamkan matanya lagi. Keesokan harinya, "Ulfa... gimana semalam? Enak nggak tidurnya di rumah aku?" Tanya Cilla. Ulfa tak langsung menjawab, dia masih terdiam, karena fikirannya masih menerawang kejadian semalam. "Hei Ulfa...melamun aja sih?" Panggilan Cilla itu mengangetkan Ulfa yang fikirannya masih kemana - mana. "Eh...i iya Cilla, enak tidur di sini, tidurku nyenyak banget lho Cilla," Sahut Ulfa yang sengaja berbohong untuk menutupi keadaannya yang saat ini sedang galau. "Baguslah kalau begitu, besok - besok nginap di sini lagi ya," Ujar Cilla dan Ulfa
Last Updated: 2025-12-23
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status