author-banner
Silentia
Silentia
Author

Novels by Silentia

Mantan Kakak Tiri

Mantan Kakak Tiri

Damian Morreti. Pewaris kerajaan mafia yang membangun kekuasaan dari darah dan dosa. Pria kejam, dingin, dan mematikan itu datang lagi ke kehidupan damai Elara, tidak untuk bernostalgia. Dia datang untuk menuntut yang dulu sempat hilang. Tatapan pria itu masih sama, terlalu dalam untuk disebut benci dan terlalu berbahaya untuk disebut cinta Elara miliknya dan selamanya akan terus menjadi miliknya, Damian tak peduli bagaimana pun caranya, meski harus dengan pemaksaan, Elara harus hidup dibawah kekuasaannya.
Read
Chapter: Bab 96 Aku Tidak Ingin Menjadi Pilihan Kedua
Udara malam di Firenze terasa lebih dingin ketika mereka berjalan kembali menuju toko bunga kecil itu. Langkah mereka berdampingan, tapi tidak sepenuhnya selaras. Suara sepatu menyentuh batu jalan terdengar pelan, bercampur dengan gema tawa dari kafe-kafe yang mulai tutup.Lucas tidak berbicara selama beberapa menit pertama. Elara tahu itu bukan karena dia tidak punya sesuatu untuk dikatakan. Justru sebaliknya, mungkin banyak kata yang ingin Lucas katakan tapi dia memilih diam.Lampu-lampu toko sudah padam ketika mereka tiba. Tirai tipis di jendela bergerak pelan tertiup angin. Elara berdiri di depan pintu, mengeluarkan kunci dari tasnya. “Terima kasih untuk makan malamnya,” ucapnya pelan tanpa menoleh.Lucas mengangguk. “Sama-sama.” Nada suaranya datar, tidak dingin, tapi juga tidak hangat seperti biasanya.Elara memasukkan kunci ke lubang, memutar perlahan, lalu berhenti. Ia menoleh. “Kamu marah?”Lucas tersenyum tipis, senyum yang tidak benar-benar sampai ke mata. “Tidak.”“Kamu te
Last Updated: 2026-02-24
Chapter: Bab 95 Aku Tidak Suka Kita Seperti Ini
Toko bunga kecil Elara sudah tutup sejak satu jam lalu. Kelopak mawar yang tidak terjual telah dirapikan, ember-ember air diganti, dan tirai tipis di jendela ditarik setengah.Elara berdiri sendirian di tengah ruangan yang kini lebih sunyi daripada biasanya. Ada sisa wangi bunga yang bercampur dengan aroma kayu dan sedikit jejak kopi pagi tadi. Tangannya sedang menyusun catatan pesanan, tapi pikirannya tidak benar-benar berada di sana.Damian datang pagi tadi dengan sarapan dan pergi tanpa memaksa.Lucas belum datang sejak terakhir waktu itu dan ia merasa seperti berada di antara dua garis tak terlihat yang sama-sama menuntut.Lonceng kecil di pintu berdenting pelan. Elara menoleh. Baru ia pikirkan dan sekarang Lucas berdiri di ambang pintu dengan jaket gelap dan ekspresi ragu yang jarang terlihat darinya, tidak ada senyum cerah seperti biasanya dan tidak ada nada santai.“Hai,” ucapnya pelan.“Hai,” jawab Elara.Lucas melangkah masuk, menutup pintu perlahan di belakangnya. Ia meliha
Last Updated: 2026-02-23
Chapter: Bab 94 Aku Akan Pergi Sekarang
Cahaya matahari kini sudah memenuhi hampir seluruh ruangan, menari di atas kelopak mawar dan membiaskan warna lembut di dinding kayu. Namun suasana di dalam masih terasa rapuh seperti kaca tipis yang bisa retak hanya karena satu getaran kecil.Sofia masih duduk di hadapan Elara. Ia tahu, beberapa luka tidak bisa disembuhkan dengan nasihat. Kadang hanya butuh seseorang yang tetap tinggal. “Elara,” ucapnya pelan, “kamu tidak harus memutuskan semuanya hari ini. Kamu hanya perlu memastikan satu hal.”Elara mengangkat wajahnya yang masih pucat.“Apa pun yang kamu pilih nanti, itu harus karena kamu ingin. Bukan karena takut kehilangan. Bukan karena takut disakiti.”Elara menarik napas panjang. Nafas itu terasa berat, tapi lebih stabil dibanding beberapa menit lalu. “Aku lelah,” gumamnya.“Aku tahu.”“Aku lelah merasa seperti berada di medan perang.”Sofia tersenyum tipis. “Maka berhentilah berdiri di tengah pertempuran.”Elara menatapnya, tidak sepenuhnya mengerti.“Kamu bukan wilayah yang
Last Updated: 2026-02-22
Chapter: Bab 93 Masalahnya Hatiku Merasa Tak Nyaman
Cahaya matahari menelusup melalui celah-celah jendela kaca toko bunga Elara, jatuh lembut di lantai kayu dan rak-rak penuh warna.Aroma bunga segar sudah mulai memenuhi udara. Mawar, lavender, anyelir, semuanya masih basah oleh embun pagi. Namun ada satu hal yang tidak biasa hari ini.Toko belum benar-benar hidup. Pintu depan masih tertutup setengah. Tirai belum sepenuhnya dibuka dan tidak ada musik lembut yang biasanya diputar Elara setiap pagi.Ketika lonceng kecil di atas pintu berdenting pelan, seorang wanita masuk dengan langkah ringan namun pasti.Sofia datang seperti biasa, tepat waktu dan penuh ceria. Namun langkahnya langsung terhenti begitu matanya menangkap pemandangan di dalam.“Elara?”Suara itu pelan, tapi cukup untuk memecah keheningan.Sofia melihat Elara tidur sambil duduk dan bersandar pada dinding dekat meja kasir. Dia tertidur tidak seperti seseorang yang beristirahat tapi seperti seseorang yang kelelahan, kehilangan tenaga untuk bangkit.Sofia mengerutkan kening.
Last Updated: 2026-02-21
Chapter: Bab 92 Dan Aku Tidak Pernah Setengah-setengah
Tengah malam, Damian tiba di rumah barunya di Firenze. Rumah itu berdiri di kawasan yang tenang, jauh dari pusat keramaian, bangunan tua yang telah direnovasi dengan sentuhan modern.Dinding batu krem yang kokoh, jendela tinggi dengan tirai tipis, dan halaman kecil yang menghadap taman sunyi. Ia membelinya tanpa banyak pertimbangan. Bukan karena ia jatuh cinta pada arsitekturnya, tetapi karena lokasinya cukup dekat dengan toko bunga Elara. Cukup dekat untuk dijangkau dalam hitungan menit.Pintu terbuka dengan bunyi klik pelan. Rumah itu gelap. Hanya lampu taman yang menyisakan cahaya samar melalui kaca.Damian masuk tanpa menyalakan lampu utama.Ia tidak membutuhkan terang untuk berjalan di ruang yang sudah ia hafal. Jasnya dilepas perlahan, digantung rapi di sandaran kursi. Tangannya bergerak tenang, kebiasaan seorang pria yang selalu mengendalikan diri.Namun malam ini, ketenangan itu terasa tipis. Bayangan Elara masih melekat di benaknya. Wajahnya yang pucat tapi tegas. Tatapannya
Last Updated: 2026-02-20
Chapter: Bab 91 Jangan Biarkan Aku Menunggu
Malam masih membungkus Firenze dengan sunyi ketika mobil hitam Damian berhenti di ujung jalan kecil tempat toko bunga Elara berada. Lampu jalan memantulkan cahaya kekuningan di kaca depan, membelah wajahnya menjadi dua bayangan, satu terlihat tenang dan satu gelap.Pertemuannya dengan Lucas barusan tidak membuatnya marah tapi justru sebaliknya. Lucas berdiri di depannya tanpa takut, dia tidak gemetar, tidak memohon, dan tidak mundur sama sekali. Berarti Elara benar-benar penting baginya.Damian mematikan mesin mobil. Tangannya tetap berada di setir selama beberapa detik. Ia tidak terbiasa merasa tertantang oleh seseorang yang tidak memiliki kekuasaan, tidak memiliki jaringan, tidak memiliki pengaruh meski dia sama dengannya. Dia seorang pewaris mafia meski kekuatan klannya berada di bawahnya. Namun keberanian sering kali lebih berbahaya daripada kekuatan.Ia keluar dari mobil dan berjalan menuju toko. Lampu di bagian belakang masih menyala redup. Elara belum tidur. Elara pasti sedang
Last Updated: 2026-02-19
Belenggu Cinta Sang Don Juan

Belenggu Cinta Sang Don Juan

Alessia Ardelia tak pernah menyangka, hidup yang sederhana dan penuh luka justru membawanya ke dalam dunia yang paling ditakutinya, dunia mafia. Hanya dalam satu malam, ia dipaksa mengenakan gaun pengantin, dinikahkan dengan pria asing yang bahkan namanya baru ia dengar. Pria itu adalah Drazhan Alvaro. Don muda yang namanya digemakan dengan rasa gentar, pewaris kerajaan mafia yang dingin, kejam, dan tak pernah gagal menundukkan lawan. Namun pernikahan itu bukanlah tentang cinta. Bagi Drazhan, itu hanyalah formalitas, sekadar jalan untuk mengamankan kekuasaan dan mempertahankan posisinya. Sementara di balik semua itu, ada seorang wanita lain, Seraphine Morelli yang menjadi alasan sesungguhnya mengapa ia rela menyeret Alessia ke dalam ikatan pernikahan tanpa hati. Bagi Alessia, pernikahan itu adalah belenggu. Sebuah penjara tanpa jeruji, di mana setiap tatapan tajam sang Don adalah ancaman sekaligus misteri. Ia ingin bebas, tapi semakin ia berusaha menjauh, semakin kuat ikatan takdir menariknya kembali pada pria itu. Dalam pusaran pengkhianatan, darah, dan cinta yang terlarang, bisakah Alessia menemukan jalannya? Ataukah ia akan selamanya terperangkap dalam belenggu cinta sang Don Juan? cinta yang bisa menghancurkan, atau justru menyelamatkan?
Read
Chapter: Bab 158 Mereka Akan Kembali
Drazhan merasakan getaran rendah yang merambat dari lantai baja, naik ke meja. Ia langsung menoleh ke arah pintu. Detik berikutnya, ledakan menghantam sisi barat markas.Dinding bergetar keras. Lampu tunggal di langit-langit bergoyang liar. Layar-layar di meja berkedip sesaat sebelum beberapa mati total. Debu tipis jatuh dari sela-sela plafon.Alessia refleks mundur satu langkah. Sedangkan Alexei sudah bergerak lebih dulu, berdiri di sisi kiri ruangan, insting tempurnya mengambil alih sepenuhnya.Sirene internal meraung keras dan lampu darurat menyala merah.“Serangan?” tanya Alessia, tapi jawabannya sudah jelas.Interkom menyala tanpa dipanggil.“Tuan!” suara Rafael terdengar tegang. “Sayap barat ditembus! Mereka langsung masuk ke dalam!”“Berapa jumlahnya?” tanya Drazhan tenang, terlalu tenang.“Tidak terlihat jelas. Mereka menyebar cepat dan....”Suara tembakan otomatis terdengar di latar belakang. Lalu sambungan terputus.Alexei menoleh ke Drazhan. “Klan lama.”“Tanpa peringatan,”
Last Updated: 2026-02-24
Chapter: Bab 157 Mereka Saling Merespon
“Kita berbicara tentang sesuatu yang jauh lebih besar.”Drazhan berdiri tegak di balik meja baja hitamnya, sementara Alexei masih memegang liontin hijau di dadanya, seolah benda kecil itu tiba-tiba memiliki berat yang jauh lebih besar dari sebelumnya.Sunyi di antara mereka bukan lagi sunyi permusuhan tapi sunyi perhitungan.Drazhan menoleh ke interkom di sisi meja. “Rafael.” Suara itu rendah, stabil.Beberapa detik kemudian suara Rafael terdengar dari speaker kecil di dinding. “Ya, Tuan.”“Panggil Alessia ke ruang kerjaku. Sekarang!”Ada jeda singkat, hampir tak terasa. “Baik.”Drazhan mematikan sambungan tanpa tambahan penjelasan.Alexei mengangkat satu alis tipis. “Kamu yakin?”“Aku tidak pernah memanggil seseorang tanpa alasan.”“Kamu akan memberitahunya?”“Aku akan melihat reaksinya.”Alexei menghembuskan napas pelan. “Dia bukan pion.”“Aku tahu.”Jawaban itu terlalu cepat dan Alexei menangkapnya.Beberapa menit kemudian, ketukan terdengar di pintu. Rafael tidak masuk. Ia hanya
Last Updated: 2026-02-23
Chapter: Bab 156 Aku Hampir Yakin
Alexei berjalan tanpa tergesa, tapi juga tanpa ragu. Bahunya tegak, tatapannya lurus ke depan. Ia sudah kembali ke ritme lamanya, dingin, terukur, tidak menunjukkan apa pun yang berlebihan.Namun di balik ketenangan itu, pikirannya tidak berhenti bergerak. Informasi yang ia dapat semalam bukan hal kecil.Sisa jaringan lama yang pernah digerakkan oleh Seraphine mulai menunjukkan pola aktivitas kecil, meski tidak cukup untuk memicu alarm bahaya tapi cukup bagi seseorang seperti Alexei untuk menyadari semua itu bukan kebetulan.Klan itu dulu bergerak senyap. Bukan organisasi besar seperti milik Drazhan. Mereka lebih seperti bayangan yang lebih suka mengawasi, mengumpulkan kekuatan, dan menunggu. Sekarang, bayangan itu kembali bergerak secara tiba-tiba.Alexei berhenti di depan pintu ruang kerja Drazhan. Ia langsung membuka pintu dan masuk.Ruangan itu masih redup seperti biasa, lampu tunggal menggantung rendah, menciptakan garis cahaya tajam di atas meja baja hitam. Layar-layar menyala,
Last Updated: 2026-02-22
Chapter: Bab 155 Apa yang Kamu Sembunyikan
Langkah Alessia bergema pelan di lantai marmer yang dingin, setiap suara seolah memantul lebih keras dari yang seharusnya. Ia berhenti sejenak di ujung koridor, matanya mengarah ke pintu besar di sisi kanan, ruang kerja Drazhan.Pintu itu tertutup. Selalu tertutup akhir-akhir ini.Ia menyandarkan bahunya ke dinding, menatap ke arah pintu dengan tatapan yang sulit diartikan. Bukan sekadar penasaran, lebih dalam dari itu. Ada sesuatu yang mengganggu nalurinya. Sesuatu yang tidak bisa ia jelaskan, tapi terus mengusik sejak beberapa hari terakhir.Drazhan berubah. Bukan dalam cara yang terlihat jelas oleh orang lain. Dia tetap dingin, tetap terkontrol, tetap berbahaya. Tapi Alessia mengenalnya cukup baik untuk menangkap retakan kecil dalam ritme kebiasaannya.Dia sekarang lebih diam, lebih fokus, dan yang paling mengganggu, dia lebih tertutup dari biasanya.Biasanya dalam kesunyian, Drazhan tetap memberi kesan bahwa dia mengawasi segalanya. Sekarang, rasanya seperti dia sedang berada di d
Last Updated: 2026-02-21
Chapter: Bab 154 Aku Tidak Keberatan Menulia Ulang Aturannya
Malam belum selesai ketika Drazhan kembali duduk di ruang kerjanya.Lampu tunggal masih menggantung rendah, menciptakan bayangan keras di wajahnya. Layar-layar di depannya tetap menyala, memperlihatkan dua profil yang kini terasa seperti cermin retak dari pola yang sama. Alexei dan Alessia mereka seperti memiliki hubungan yang belum ia ketahui seluruhnya. Ia tidak tidur. Ia tidak pernah benar-benar bisa tidur ketika rasa ingin tahunya terus mengusik.Petrov sudah mengirimkan hasil awal pelacakan dana. Lapisan perusahaan bayangan itu mengarah ke tiga negara berbeda sebelum akhirnya berhenti di satu nama yang telah lama mati secara hukum, sebuah entitas yang dibubarkan, tapi jejaknya masih hidup dalam sistem keuangan gelap yaitu Epsilon Foundation.Drazhan membuka kembali arsip lama yang pernah ia kumpulkan bertahun-tahun lalu. Waktu itu, ia menyelidiki simbol lingkaran dengan garis vertikal karena simbol itu muncul dalam transaksi senjata langka yang melewati Balkan tanpa bisa ia sent
Last Updated: 2026-02-20
Chapter: Bab 153 Sebagian Datanya Juga Hilang
Ruang kerja Drazhan berada di lantai paling dalam markas, jauh dari lorong-lorong tempat suara sepatu dan bisik-bisik anak buah bercampur menjadi dengung konstan. Di ruangan itu, dinding dilapisi beton tebal dan baja tipis, bukan untuk menahan serangan dari luar, melainkan untuk memastikan apa pun yang dibicarakan di dalamnya tidak pernah keluar.Lampu gantung tunggal memantulkan cahaya pucat di atas meja baja hitam yang penuh layar.Drazhan berdiri, kedua tangan bertumpu di permukaan meja, tatapannya tajam menembus deretan data yang terbuka di hadapannya.Ia melihat detail data milik Alessia. Semua terlihat normal. Hanya tidak ada tanggal lahir dan nama orang tua yang sudah meninggal. Ia menyentuh layar, memperbesar detail log akses arsip negara yang baru saja ia retas melalui jalur lama yang selama ini selalu berhasil ia pakai. Jalur itu tidak pernah gagal. Bahkan untuk pejabat Balkan dengan pengamanan paling ketat sekalipun. Namun kali ini, hampir separuh data tidak bisa dibuka.S
Last Updated: 2026-02-19
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status