author-banner
Silentia
Silentia
Author

Silentiaの小説

Belenggu Cinta Sang Don Juan

Belenggu Cinta Sang Don Juan

Alessia Ardelia tak pernah menyangka, hidup yang sederhana dan penuh luka justru membawanya ke dalam dunia yang paling ditakutinya, dunia mafia. Hanya dalam satu malam, ia dipaksa mengenakan gaun pengantin, dinikahkan dengan pria asing yang bahkan namanya baru ia dengar. Pria itu adalah Drazhan Alvaro. Don muda yang namanya digemakan dengan rasa gentar, pewaris kerajaan mafia yang dingin, kejam, dan tak pernah gagal menundukkan lawan. Namun pernikahan itu bukanlah tentang cinta. Bagi Drazhan, itu hanyalah formalitas, sekadar jalan untuk mengamankan kekuasaan dan mempertahankan posisinya. Sementara di balik semua itu, ada seorang wanita lain, Seraphine Morelli yang menjadi alasan sesungguhnya mengapa ia rela menyeret Alessia ke dalam ikatan pernikahan tanpa hati. Bagi Alessia, pernikahan itu adalah belenggu. Sebuah penjara tanpa jeruji, di mana setiap tatapan tajam sang Don adalah ancaman sekaligus misteri. Ia ingin bebas, tapi semakin ia berusaha menjauh, semakin kuat ikatan takdir menariknya kembali pada pria itu. Dalam pusaran pengkhianatan, darah, dan cinta yang terlarang, bisakah Alessia menemukan jalannya? Ataukah ia akan selamanya terperangkap dalam belenggu cinta sang Don Juan? cinta yang bisa menghancurkan, atau justru menyelamatkan?
読む
Chapter: Bab 109 Keluargamu Sudah Mati
Terowongan tua itu menelan mereka seperti kerongkongan binatang purba, sempit, lembap, dan berbau besi tua bercampur darah yang belum kering. Lampu darurat berkelip malas, memantulkan bayangan patah-patah pada dinding batu. Katerina bergerak di tengah barisan, langkahnya cepat tapi terukur. Satu tangan menggenggam pistol, tangan lain menahan nyeri di rusuknya. Setiap tarikan napas mengingatkannya pada harga yang baru saja dibayar untuk kebebasan.“Cepat,” bisik salah satu pria di depan. “Gerbang sekunder lima puluh meter.”Mereka hampir berhasil. Alexei tidak bisa mengejar karena reruntuhan menutup jalur utama. Anak buah Korolev yang tersisa bergerak dalam formasi rapat, menutup tubuh Katerina dengan disiplin yang lahir dari tahun-tahun hidup dalam pengkhianatan. Mereka tidak berbicara. Dunia hitam selalu mengutamakan diam dan bertahan.Katerina menelan ludah. Kepalanya berdenyut. Wajah-wajah mati menumpuk di benaknya, ayahnya, pamannya, nama-nama yang kini hanya tinggal ukiran di ba
最終更新日: 2026-01-07
Chapter: Bab 108 Membunuh Sebanyak Mungkin Sebelum Mereka Pergi
Di sisi kota yang lain, hampir pada detik yang sama ketika darah Ivan Korolev mengering di lantai beton milik Drazhan, kediaman Alexei berubah menjadi medan perang.Tidak ada ledakan besar. Mereka langsung menyerang tanpa aba-aba. Serangan itu senyap, presisi, dan kejam.Lampu halaman padam satu per satu, bukan karena listrik mati, melainkan karena leher para penjaga dipatahkan dalam gelap. Gerbang besi terbuka tanpa suara, kode lama yang seharusnya sudah mati ikut hidup kembali. Orang-orang Korolev bergerak seperti bayangan, tidak berteriak, tidak panik. Mereka datang untuk satu tujuan, menebus kegagalan dengan darah Alexei dan menyelamatkan Katerina.Alexei terbangun bukan oleh suara tembakan, melainkan oleh insting. Ia sudah berdiri saat peluru pertama menghantam kaca jendela kamar kerjanya. Tubuhnya bergerak cepat, mengambil pistol dari laci rahasia, lalu menyelinap ke balik dinding baja.“Kontak,” ucapnya datar ke alat komunikasi di telinganya. “Jumlah besar. Mereka tahu denah ru
最終更新日: 2026-01-06
Chapter: Bab 107 Mahkota Kekuasaan Itu Selalu Haus Darah
Dinding batu di penjara bawah tanah sebelah timur terbelah seperti luka lama yang dipaksa terbuka kembali. Api menyembur, asap hitam menjilat langit fajar, dan suara alarm manual akhirnya meraung, bukan karena sistem, melainkan karena darah pertama telah tumpah.Drazhan sudah bergerak sebelum gema ledakan mereda. Ia menarik Alessia ke balik dinding baja, menekan bahunya ke sudut aman yang hanya diketahui tiga orang di dunia ini. “Tetap di sini. Apa pun yang kamu dengar, jangan keluar,” perintahnya dingin dan mutlak.“Apa yang terjadi?” tanya Alessia, matanya tajam meski jantungnya berdegup keras.“Kesalahan lama,” jawab Drazhan singkat. “Anak buah Korolev bangkit lagi.” Ia berbalik, meraih senapan otomatis dari rak tersembunyi. Wajahnya kini sepenuhnya berubah, tidak ada sisa pria yang semalam berjanji perlindungan dengan bisikan. Yang berdiri saat ini adalah Raja Mafia Balkan, pemilik tanah, darah, dan ketakutan.Rafael muncul dari koridor dengan wajah berlumur darah orang lain. “Mer
最終更新日: 2026-01-05
Chapter: Bab 106 Hati-hati dengan Apa yang Kamu Minta
Malam menutup kediaman itu rapat-rapat, seperti sekutu setia yang menjaga rahasia di kamar bernuansa hitam milik Drazhan, waktu seolah melambat, memberi ruang bagi sesuatu yang jarang ia izinkan hadir, yaitu sebuah kelembutan.Drazhan bergerak dengan kehati-hatian yang nyaris asing baginya. Tangan yang biasanya memberi perintah eksekusi kini menelusuri bahu Alessia seakan dia benda rapuh yang bisa pecah jika disentuh terlalu keras. Tatapannya tidak lagi tajam seperti pisau, melainkan pekat seperti malam yang memilih untuk memeluk, bukan menelan.“Aku tidak akan menyakitimu,” katanya rendah. Itu bukan janji yang diucapkan sembarang dari mulut pria sepertinya, kalimat itu adalah sumpah paling mahal.Alessia meraih wajah Drazhan, memaksanya menatap. Ada keberanian di sana, juga kepercayaan yang diberikan tanpa syarat. Drazhan merasakan sesuatu runtuh di dadanya, bukan kelemahan, melainkan tembok yang selama ini ia banggakan. Ia memang sudah kalah, ia mencintai Alessia terlalu dalam. Me
最終更新日: 2026-01-04
Chapter: Bab 105 Kamu Yakin Akan Melakukan Ini?
Alessia menyusuri lorong dengan langkah ragu namun tekad yang perlahan mengeras. Setiap pijakan terasa lebih sunyi dari sebelumnya, seolah rumah itu menahan napas, menunggu sesuatu yang tak terucap. Ia tahu ke mana harus pergi, meski bagian dirinya masih menyangkal alasan kenapa.Kamar pribadi Drazhan berdiri di ujung lorong, lebih gelap dari pintu-pintu lain. Ia mendorongnya perlahan pintu kamar itu. Suasana langsung berbeda. Ruangan itu seperti bayangan dari pemiliknya. Dominasi warna hitam dan abu gelap memenuhi setiap sudut, dinding, perabot, dan tirai tebal yang menutup jendela besar. Aroma maskulin langsung menyergap indera penciumannya. Bau campuran cerutu mahal, alkohol tua, dan sesuatu yang lebih dalam, bau kekuasaan yang tak bisa ditiru memenuhi ruangan itu. Lampu temaram menggantung rendah, memantulkan kilau redup pada botol-botol kristal di rak dan senjata yang tersusun rapi, bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai pernyataan.Drazhan berdiri membelakangi pintu, satu tang
最終更新日: 2026-01-03
Chapter: Bab 104 Ikuti Gerakkanku
Lorong kediaman kembali sunyi setelah kepergian Alexei. Udara terasa lebih berat, seolah tembok-tembok tua itu ikut menyimpan sisa ketegangan yang belum sempat luruh. Drazhan berjalan di samping Alessia, langkahnya perlahan, jauh berbeda dari pria yang biasa memerintah dengan satu anggukan kepala.Ia membuka pintu kamar dan membiarkan Alessia masuk lebih dulu. Cahaya temaram lampu dinding menyentuh wajah Alessia yang pucat, membuatnya tampak rapuh seperti kaca tipis yang retak halus namun belum pecah.Drazhan menutup pintu di belakang mereka. Keheningan yang canggung langsung menyambut mereka. Cemburu dan amarah masih berputar seperti binatang liar yang baru saja ditarik dari arena di dada Drazhan. Ia ingin meredamnya. Ia ingin menegaskan bahwa Alessia berada di wilayahnya, di bawah namanya, terlindungi oleh kekuasaannya. Tubuhnya menuntut pengakuan itu, tetapi matanya melihat kenyataan yang lain, napas Alessia yang masih belum stabil, pundaknya yang mudah goyah, dan untuk pertama ka
最終更新日: 2026-01-03
Mantan Kakak Tiri

Mantan Kakak Tiri

Damian Morreti. Pewaris kerajaan mafia yang membangun kekuasaan dari darah dan dosa. Pria kejam, dingin, dan mematikan itu datang lagi ke kehidupan damai Elara, tidak untuk bernostalgia. Dia datang untuk menuntut yang dulu sempat hilang. Tatapan pria itu masih sama, terlalu dalam untuk disebut benci dan terlalu berbahaya untuk disebut cinta Elara miliknya dan selamanya akan terus menjadi miliknya, Damian tak peduli bagaimana pun caranya, meski harus dengan pemaksaan, Elara harus hidup dibawah kekuasaannya.
読む
Chapter: Bab 50 Aku Sudah Membunuh Terlalu Banyak Orang Untukmu
Kamar itu kembali sunyi setelah fajar benar-benar menguasai langit Roma. Tirai tipis bergoyang pelan tertiup angin pagi, cahaya lembut jatuh ke wajah Elara yang perlahan terbangun dari tidurnya. Kepalanya masih berat, tubuhnya terasa pegal, seolah semalam ia berlari jauh tanpa henti.Hal pertama yang ia rasakan adalah kehadiran seseorang.Elara membuka mata perlahan dan menemukan Damian duduk di kursi dekat jendela. Pria itu tidak tertidur. Sama sekali tidak. Punggungnya tegak, lengan terlipat, wajahnya tenang namun mata gelapnya tertuju lurus ke arahnya, seolah dia berjaga sepanjang malam tanpa sekali pun lengah.“Kamu sudah bangun,” ucap Damian rendah.Nada suaranya tidak keras, tidak juga lembut tapi cukup membuat Elara menegakkan tubuhnya dengan refleks. Ingatan tentang malam sebelumnya kembali menghantamnya bertubi-tubi, ledakan, tembakan, darah, dan janji Damian yang diucapkan dengan suara dingin namun penuh kepastian.“Sudah pagi,” kata Elara lirih. Ia mengusap wajahnya, mencob
最終更新日: 2026-01-07
Chapter: Bab 49 Dia Membencimu Sejak Hari Pertama Kamu Lahir
Giovanni Morreti berdiri di aula utama saat matahari sudah naik sepenuhnya. Cahaya pagi menerobos jendela-jendela tinggi, jatuh ke lantai marmer yang masih menyisakan noda gelap. Bau darah belum sepenuhnya hilang meski para anak buah bekerja tanpa henti sejak fajar. Ember-ember air diganti berkali-kali. Kain pel dibuang lalu diganti lagi. Namun ada hal-hal yang tidak bisa dibersihkan hanya dengan air.Giovanni menunduk, memperhatikan satu tubuh yang belum sempat diangkut keluar.Mayat itu tergeletak miring, wajahnya hancur oleh tembakan jarak dekat. Di dadanya, jaket hitamnya terbuka, memperlihatkan sebuah emblem kecil yang dijahit rapi di bagian dalam. Giovanni berlutut perlahan. Tangannya yang sudah terlalu sering memegang kematian kini bergerak dengan hati-hati, seolah menyentuh sesuatu yang rapuh.Ia mengenali lambang itu dalam satu tarikan napas. Seekor serigala hitam dengan mata merah, dikelilingi lingkaran tipis berwarna perak.Giovanni menutup mata. Ia kini tahu siapa penyeran
最終更新日: 2026-01-06
Chapter: Bab 48 Ia Memiliki Segalanya Kecuali Hati Perempuan yang Ia Cintai
Giovanni Morreti berjalan menyusuri lorong panjang kediamannya sendirian. Langkahnya mantap, namun di dalam dadanya ada sesuatu yang retak, sesuatu yang tidak pernah benar-benar sembuh meski puluhan tahun telah berlalu. Lorong itu dipenuhi lukisan-lukisan leluhur Morreti, wajah-wajah pria yang membangun kekuasaan dengan darah dan perjanjian kotor. Biasanya, pemandangan itu memberinya rasa tenang tapi hari ini tidak.Hari ini, setiap wajah seolah menatapnya dengan tuduhan dalam diam.Giovanni masuk ke ruang kerjanya dan menutup pintu rapat-rapat. Ia melepas mantel, menggantungnya sembarang, lalu berdiri lama di depan jendela besar yang menghadap taman belakang. Suasana tampak mendung. Namun, masih ada sedikit sinar matahari di atas rumput yang basah oleh darah dan belum sempat dibersihkan sepenuhnya. Ia menuang minuman keras ke dalam gelas kristal. Tangannya tidak gemetar tapi ketika cairan itu menyentuh bibirnya, rasa pahit langsung mengembalikannya pada masa lalu yang selama ini ia
最終更新日: 2026-01-05
Chapter: Bab 47 Tidak Akan Lagi Ada Batas
Lorong lantai atas kediaman Morreti masih berbau darah dan mesiu, meski fajar telah menyelinap masuk melalui jendela-jendela tinggi. Para pelayan tidak berani naik. Para anak buah bergerak senyap, membersihkan sisa malam kelam seperti neraka tanpa suara. Tidak ada yang berani berbicara keras di rumah itu hari ini.Giovanni berdiri di depan kamar Elara, mengangkat tangannya, hendak mengetuk pintu tapi ia mengurungkan niatnya.Pintu kamar Elara sedikit terbuka. Dari celah itu, Giovanni melihat pemandangan yang membuat dadanya mengeras oleh sesuatu yang asing. Damian duduk di sisi ranjang, punggungnya tegak namun bahunya terlihat lebih berat dari biasanya. Satu tangan Damian bertumpu di tepi ranjang, dekat jemari Elara yang terlelap. Dia tidak menyentuhnya, tapi jaraknya begitu dekat, seolah dia berjaga di ambang mimpi gadis itu.Elara tertidur dengan nyenyak meski wajahnya terlihat pucat, bulu matanya basah oleh sisa air mata, tapi napasnya teratur, dan terlihat damai. Sesuatu yang nyar
最終更新日: 2026-01-04
Chapter: Bab 46 Aku Sangat Lelah
Pintu kamar terbuka perlahan. Elara tersentak, tubuhnya menegang, napasnya tercekat di dada. Ia mundur setapak, punggungnya menyentuh sisi ranjang. Matanya yang sembab menatap sosok yang masuk dengan ketakutan yang belum sepenuhnya reda.Damian, berdiri di ambang pintu, terlihat tinggi dan tenang, seperti bayangan yang baru saja keluar dari neraka. Bajunya masih berlumur darah masih basah dan sebagian lagi sudah sedikit mengering. Aroma mesiu dan bau anyir memenuhi ruangan, membuat Elara mual. Namun yang paling membuatnya gemetar bukan darah itu, melainkan tatapan Damian yang gelap dan dalam pada dirinya. Terlalu tenang untuk seseorang yang baru saja membantai begitu banyak nyawa.“Elara,” panggilnya pelan.Satu kata. Tapi Elara langsung menunduk, air mata yang ia tahan sejak tadi akhirnya jatuh tanpa bisa dicegah. Bahunya bergetar hebat. Ia merasa bersalah, takut, dan hancur dalam waktu yang sama. Ia tidak mau hidup dalam dunia seperti ini. Ia tidak mau melihat banyak orang yang mati
最終更新日: 2026-01-03
Chapter: Bab 45 Ini Semua Sudah Diluar Kendali
Damian tidak lagi bersembunyi di balik bayangan. Ia bergerak maju, menyambut siapa pun yang berani melangkah ke dalam wilayah Morreti. Ia akan menghukum mereka semua, tanpa ampun, tanpa negosiasi, mereka semua harus mati. Tangga utama dipenuhi mayat. Darah mengalir di sela-sela anak tangga marmer, licin dan hangat. Beberapa penyerang mencoba bertahan dari balik pilar, menembak membabi buta ke arah lantai atas. Mereka tidak pernah melihat dari mana kematian datang.Satu per satu, senjata mereka terlepas dari genggaman. Tubuh mereka jatuh tanpa suara panjang, tidak ada jeritan tragis, tidak ada perlawanan dramatis. Hanya hentakan singkat, lalu sunyi.Damian bergerak cepat, terlalu cepat untuk ditangkap mata yang panik. Wajahnya kosong, dingin, seolah ia sedang menjalankan rutinitas yang sangat ia kenal. Setiap langkahnya terukur. Setiap tembakannya final.Seorang pria mencoba berlari ke arah kamar Elara dan itu adalah kesalahan fatal yang mungkin akan disesalinya seumur hidup, kalau ma
最終更新日: 2026-01-02
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status