로그인Alessia Ardelia tak pernah menyangka, hidup yang sederhana dan penuh luka justru membawanya ke dalam dunia yang paling ditakutinya, dunia mafia. Hanya dalam satu malam, ia dipaksa mengenakan gaun pengantin, dinikahkan dengan pria asing yang bahkan namanya baru ia dengar. Pria itu adalah Drazhan Alvaro. Don muda yang namanya digemakan dengan rasa gentar, pewaris kerajaan mafia yang dingin, kejam, dan tak pernah gagal menundukkan lawan. Namun pernikahan itu bukanlah tentang cinta. Bagi Drazhan, itu hanyalah formalitas, sekadar jalan untuk mengamankan kekuasaan dan mempertahankan posisinya. Sementara di balik semua itu, ada seorang wanita lain, Seraphine Morelli yang menjadi alasan sesungguhnya mengapa ia rela menyeret Alessia ke dalam ikatan pernikahan tanpa hati. Bagi Alessia, pernikahan itu adalah belenggu. Sebuah penjara tanpa jeruji, di mana setiap tatapan tajam sang Don adalah ancaman sekaligus misteri. Ia ingin bebas, tapi semakin ia berusaha menjauh, semakin kuat ikatan takdir menariknya kembali pada pria itu. Dalam pusaran pengkhianatan, darah, dan cinta yang terlarang, bisakah Alessia menemukan jalannya? Ataukah ia akan selamanya terperangkap dalam belenggu cinta sang Don Juan? cinta yang bisa menghancurkan, atau justru menyelamatkan?
더 보기Fajar perlahan muncul di ufuk timur. Langit yang tadinya hitam mulai berubah menjadi abu-abu pucat, lalu perlahan diwarnai semburat jingga yang lembut. Cahaya pertama pagi itu jatuh di halaman markas yang porak-poranda.Bekas ledakan masih terlihat di dinding. Kendaraan rusak terparkir miring di beberapa sudut. Tubuh-tubuh yang semalam tergeletak kini telah dipindahkan oleh anak buah Alexei.Perang telah selesai. Namun jejaknya masih terasa di udara.Alexei berdiri di balkon lantai dua markas. Tangannya bertumpu pada pagar besi dingin, matanya menatap jauh ke arah langit yang mulai terang. Ia tidak tidur semalam. Di bawah sana, beberapa orang masih bergerak membersihkan halaman.Langkah kaki terdengar di belakangnya. Viktor muncul sambil membawa dua cangkir kopi. “Seharusnya kamu tidur,” katanya santai.Alexei tidak menoleh. “Tidak bisa.”Viktor berdiri di sampingnya dan menyerahkan salah satu cangkir. “Aku juga tidak.”Beberapa detik mereka hanya berdiri diam, menatap matahari yang p
Angin malam berhembus pelan, membawa bau mesiu dan darah yang masih segar di udara. Lampu sorot kendaraan masih menyala, memantulkan bayangan panjang dari tubuh-tubuh yang tergeletak di tanah.Alexei tidak bergerak. Tangannya masih menggenggam pistol, tetapi larasnya kini mengarah ke tanah. Kata-kata Mikhail masih menggema di kepalanya.Perintah untuk menyerang malam itu… memang datang dari ayahmu.Drazhan menatap Mikhail tajam.“Apa kamu yakin dengan yang kamu lihat?”Mikhail mengangguk perlahan. “Ada rekaman transaksi, pesan terenkripsi, bahkan perintah operasi. Semuanya memakai kode militer keluarga Vorstikrov.” Ia menelan ludah. “Dan tanda tangannya milik ayahmu.”Udara terasa semakin berat.Viktor berjalan keluar dari balik kendaraan rusak. Pistolnya masih di tangannya, tetapi ia tidak lagi menembak. Matanya bergantian menatap Alexei dan Makarov. “Jadi semua ini,” gumamnya pelan, “benar-benar perang keluarga dari awal.”Makarov menghela napas panjang, seolah ia sudah menunggu mom
Tembakan masih terdengar di berbagai sudut halaman. Namun di tengah kekacauan itu, waktu terasa seperti melambat.Alexei dan Makarov berdiri saling berhadapan. Peluru melintas di udara, orang-orang berlari mencari perlindungan, jeritan dan perintah saling bersahutan, tetapi di antara dua pria itu, seolah dunia menjadi sunyi.Alexei tidak menurunkan pistolnya. Ujung larasnya tetap mengarah tepat ke dada Makarov.Angin malam menggerakkan mantel hitam pria itu perlahan..Makarov terlihat terlalu santai untuk seseorang yang sedang berdiri di tengah pertempuran. “Lihat sekelilingmu,” katanya pelan.Tatapannya bergerak ke arah halaman yang dipenuhi mayat dan kendaraan rusak.“Berapa banyak orang yang harus mati hanya karena kesalahan ayahmu?”Alexei tidak bereaksi. Namun rahangnya menegang sedikit.Di belakangnya, Drazhan melangkah keluar dari bayangan koridor. Pistolnya sudah terangkat. Langsung mengarah ke kepala Makarov.Suara Drazhan rendah. “Satu langkah lagi dan aku akan menembak.”Ma
Pintu terbuka dengan suara keras. Udara di koridor langsung dipenuhi bau mesiu dan debu beton.Suara tembakan bergema dari berbagai arah. Tapi Alexei melangkah keluar tanpa ragu.Beberapa anak buahnya yang berjaga di lorong langsung menoleh ketika melihatnya. “Tuan!” Namun Alexei hanya mengangkat tangannya sedikit. Isyarat singkat, untuk tetap di posisi. Ia berjalan melewati mereka dengan langkah tenang. Dari komunikator di telinganya, suara Viktor masih terdengar di tengah kekacauan. “Bagian depan mulai panas!” Suara tembakan terdengar di latar belakang. “Kita sudah menjatuhkan beberapa orang mereka, tapi jumlahnya tidak sedikit!”Drazhan menimpali dengan suara lebih stabil. “Mereka mencoba menembus pagar luar.”Alexei menjawab singkat. “Biarkan mereka sibuk di sana.” Ia berbelok ke koridor belakang. Lampu darurat merah menyala redup di sepanjang lorong. Alexei berjalan semakin cepat dan Mikhail berlari mengejarnya dari belakang.“Kalau mereka berhasil masuk ke ruang inti, semua da
Drazhan berdiri di depan jendela tinggi, memandang kota yang membentang gelap di bawahnya. Lampu-lampu jalan membentuk garis teratur, seakan dunia masih memiliki hukum yang bisa dipercaya.Di belakangnya, meja kerja dipenuhi kembali oleh map hitam yang tadi ia tutup. Sekarang ia membukanya lagi.Ha
Api masih menyala di belakang mereka ketika keputusan berikutnya dibuat.Bukan keputusan spontan, bukan karena emosi tapi eskalasi.Drazhan berdiri beberapa meter dari kobaran gudang yang runtuh. Wajahnya diterangi cahaya oranye yang bergerak liar. Matanya tetap dingin.“Hubungkan aku dengan Alexei
Rafael tidak langsung keluar markas. Ia berdiri cukup lama di balkon sempit lantai tiga, tempat asap rokok biasanya menggantung meski larangan tertulis terpampang jelas. Malam Balkan tidak memberi ketenangan, angin membawa bau besi, oli, dan sisa hujan yang menyapu darah dari lantai-lantai bawah. I
Alexei tidak langsung meninggalkan area bawah tanah. Langkahnya melambat saat lorong benar-benar kosong, hanya menyisakan bau kimia pembersih yang tajam dan dingin. Denting ember logam dan gesekan kain pada beton perlahan memudar di belakangnya. Ia berhenti di persimpangan lorong, berdiri terlalu l
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
리뷰